Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Perkelahian (S2)


__ADS_3

Flashback ON


Menjadi seorang dokter adalah tugas yang sangat mulia dan tugas yang di impikan oleh Kirana sejak kecil, meski jam kerjanya hanya sampai pukul 5 sore, tapi hari ini ia terpaksa harus pulang pukul 8 malam karena ada beberapa operasi yang harus mengikutsertakan dirinya mendampingi salah satu dokter! Menolak? tidak mungkin bukan? Resiko menjadi dokter adalah kita harus siap siaga membantu sesama meskipun di luar jam kerja, karena nyawa meraka ada di tangan kita jadi kita harus melakukan pertolongan sesegera mungkin dan semaksimal mungkin.


Hujan mengguyur begitu deras, bahkan sangat deras, Kirana keluar dan melajukan mobilnya membelah derasnya hujan dan nasib sial menghampirinya, kenapa? Mobil yang dikendarainya berhenti tiba-tiba.


Menghubungi Rafa sang kekasih sudah di lakukan nya namun nihil tak ada satupun panggilan yang dijawab olehnya, malam kian larut? Kirana tak mungkin berdiam diri didalam mobil, alih-alih ia keluar mencari pertolongan ataupun naik kendaraan umum apa saja yang dapat mengantarkan nya pulang.


Suhu dingin kian menusuk dalam tulang tubuh miliknya, cukup lama 30 menit Kirana berdiri, nihil tak ada satupun kendaraan yang melewatinya hingga ke menit 10 selanjutnya sebuah mobil mewah menghampirinya.


"Kirana? Apa yang kau lakukan?" Ucap Rama yang keluar dari dalam mobil dengan payung.


"Mobil ku tiba-tiba mogok! Dan aku tak tau permasalahan nya, aku sudah menghubungi semua orang rumah termasuk Rafa namun tak ada satupun panggilanku yang dijawab oleh mereka." Tutur Kirana dengan tubuhnya yang mulai menggigil kedinginan.


"Masuk lah!"


"Tapi.... "


"Jika kau masih disini? Kau akan menggigil semalaman dan sakit."


"Baiklah." Ucap Kirana pasrah seolah tak ada pilihan lain selain menerima tawaran dari Rama bukan.


Didalam mobil tubuh Kirana kian menggigil dan tanpa sadar ia terlelap. Seringai licik muncul di otak Rama kali ini, persetan dengan dia adalah tunangan adikku, selagi belum menikah aku masih ada kemungkinan untuk memilikinya bukan.


Di ambil nya obat bius yang ada di mobil, dimana pengaruhnya tertidur dengan sedikit mengigau dan keesokan harinya si korban tidak ingat apapun.


Satu kamar hotel menjadi pilihan Rama untuk bermalam dan melancarkan aksinya, setelah masuk kedalam kamar tersebut, satu persatu pakaian yang Kirana kenakan Rama lepas hingga menyisah kan kain penutup dua bukit kembar dan celana dalam milik Kirana. memberi sedikit bercak merah di atas kasur dan mengatur sedemikian rupa bahwa dialah pelaku yang dengan sengaja memperkosa Kirana. Sempurna!


Flashback OFF


🎶


Semenjak malam itu, Kirana menjadi pribadi yang pendiam, sadar akan mahkotanya telah di renggut oleh seseorang yang seharusnya menjadi kakak iparnya.


Semua terasa menyesakkan.


"Apa aku menganggu mu dokter Kirana!" Ucap Rama yang langsung menerobos masuk ke ruang kerja milik Kirana saat jam istirahat, sudah sejak sepekan Rama memperhatikan Kirana setelah kejadian malam itu.


"Apa yang kau lakukan!"


"Apa yang kau tunggu!"


"Apa maksudmu!"


"Kau jelas tahu maksudku Kirana! Kau dan aku, kita sudah.... "


"Cukup Rama!!!!"


"Kau tak bisa menyembunyikan fakta tersebut!"


"Kau yang brengsek! Kau tau jika aku akan menikah dengan adikmu! Tapi kau kenapa!!"


Ucap Kirana merasa tersedu.

__ADS_1


"Aku memang jahat! Aku memang licik! Salahkan saja dirimu!"


"Apa yang telah aku lakukan pada mu Rama! Apa!!!!!"


"Sudahlah lupakan! Kau harus memberitahu semua orang tentang kebenaran ini! Jika kau tak mampu aku yang akan memberitahu semua orang!"


"Jaga ucapan mu Rama!"


"Kau harus Terima kenyataan ini! Bukan Rafa jodohmu! Tapi Rama!!!!" Ucap Rama berlalu pergi.


Tinggal lah Kirana yang terduduk tersedu, apa yang Tuhan rencanakan pada dirinya, Kenapa tampak memilukan seperti ini.


🎶


"Sayang! Kau kenapa?" Tanya Rafa saat menjemput kekasihnya di rumah sakit tempat ia bekerja.


"Tak apa!"


"Kau yakin? apa kau sakit? Kenapa kau pucat sekali!"


"Aku hanya terlalu lelah saja, hari ini banyak pasien yang harus aku tangani." Kilah Kirana menjelaskan pada Rafa.


"Kau harus mengurangi jadwal mu, ingat kita akan segera menikah bukan?"


"Menikah?"


"Ya apa kau tak mau menikah dengan ku?" Ucap Rafa bertanya, seolah jawaban yang kekasihnya mengandung keraguan yang mendalam di dasar hatinya.


Rafa! Apa yang harus aku lakukan apa yang harus aku katakan dan jelaskan pada mu! Aku mencintaimu Rafa, tapi takdir itu. Lirih Kirana bermonolog dalam hatinya.


🎶


Seperti halnya kesedihan yang mendera dalam diri Kirana, kita sebagai manusia harus meminta petunjuk atas jawaban maupun solusi dari masalah yang Tuhan berikan pada kita bukan?


Sudah cukup waktu 7 Hari Kirana meminta petunjuk yang maha kuasa tentang masalah yang ia hadapi kali ini, dan di hari ini ia bertekad akan mengumpulkan semua anggota keluarga dari pihak Rafa maupun dirinya untuk membicarakan pembatalan pernikahan antara dirinya dan Rafa.


"Ada apa nak? Kenapa kau mengumpulkan kita semua disini?" Ucap Mama Annisa tersenyum pada calon menantunya.


"Ya sayang ada apa?" Ucap Rafa.


"Mama Annisa, Papa Mark, Bunda, Ayah, Rafa." Panggil Kirana dengan begitu lirih.


"Maaf, Kirana tak bisa melanjutkan hubungan dengan Rafa, Kirana ingin membatalkan acara pernikahan ini." Tutur Kirana.


"Apa!" Ucap semuanya dengan Ekspres kaget.


"Sayang apa yang kau bicarakan!" Ucap Bunda Amelia.


"Kau bercanda kan sayang?" Ucap Rafa.


"Aku serius Bunda, Rafa. Maaf telah mengecewakan kalian!" Ucap Kirana tertunduk dengan lesu.


"Aku tak terima dengan penghinaan yang telah putrimu lakukan pada keluargaku Faiz!" Ucap Papa Mark yang unjuk suara, ia tak terima dengan keputusan yang diambil oleh Kirana.

__ADS_1


"Sayang! Bukan kah kau mencintai Rafa? Kalian sudah dekat semenjak kuliah bukan?" Ucap Bunda Amelia.


"Maaf Bunda, tapi ini keputusan Kirana."


"Brak! Apa mau mu Kirana! Undangan sudah tersebar di seluruh penjuru negeri! Kau ingin mempermalukan keluarga Roman dengan membatalkan acara pernikahan ini!" Ucap Papa Mark yang sudah tersulut emosi.


Mama Annisa sudah menangis melihat ini semuanya, Rafa masih tak percaya dengan apa yang di ucapkan kekasihnya memang apa salahnya, kenapa sampai wanita yang akan menjadi istrinya menolak untuk menikah dengan dirinya.


"Papa cukup!" Ucap Rama yang baru saja masuk dan tiba di rumah itu.


"Acara pernikahan tersebut tetap dilaksanakan! Kirana tetap akan menjadi menantu kebanggan keluarga Roman! Dan akulah yang akan menggantikan posisi Rafa sebagai pengantin laki-lakinya!"


"Brugh!" Bogem mentah langsung di layangkan oleh Rafa kepada sang kakak!


"Apa maksudmu bang!!" Ucap Rafa dengan menarik kerah kemeja Rama sang kakak.


"Kau boleh tanya padanya bukan? Kirana pasti mau menikah dengan ku?" Tutur Rama menatap kearah Kirana, "Apa yang diucapkan oleh kakakku tidak benar kan Kirana!" Ucap Rafa menatap Kirana begitu lekat.


"Maaf Rafa! Itu memang benar! Aku lebih memilih kakakmu!"


"Bugh"


"Bugh"


"Bugh"


"Rama!!! Rafa hentikan!!!" Ucap Mama Annisa menangis tersedu.


"Sayang!" Ucap Papa Mark langsung menghampiri istrinya.


"Mas, putramu!" Ucap Mama Annisa dengan tangis tergugu.


"Faiz, sebaiknya bawa keluarga mu pulang terlebih dahulu." Ucap Mark dengan dingin.


"Baik Mark, maaf sebelumnya. kami permisi." Ucap Faiz berpamitan, ketiganya melangkah pergi meninggalkan rumah keluarga Mark.


"Rama Rafa! Papa tunggu kalian di ruang kerja! Sekarang!" Ucap Papa Mark dengan dingin.


"Sayang ayo aku antar ke kamar!" Ucap Mark lembut menuntun istrinya untuk istirahat.


"Mas, putramu! Aku sudah gagal mendidiknya!" Lirih Mama Annisa menangis dalam pelukan sang suami, ini kali pertamanya kedua anak kembar yang ia lahirkan, yang ia besarkan dengan kasih sayang saling memukul satu sama lain.


"Jangan katakan seperti itu! Kau sudah mendidiknya dengan benar!"


"Tapi..... "


"Sudahlah biar mereka yang aku urus semuanya! Kau istirahat! Aku akan menemanimu disini!" Ucap Papa Mark menenangkan istrinya.


🎶


Mau ngucapin makasih atas semua doa kalian ya.


Terimakasih dan Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2