Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Ajari Aku Beladiri (S2)


__ADS_3

"Apa mau mu!"Ucap Citra menatap tajam ke arah Rafa, kala langkah nya di hadang oleh pemuda itu.


"Aku tak menyangka kau adalah wanita yang tak tau terimakasih!"


"Maksudmu apa!"


"Masih tak mau mengaku!"


"Hah, aku minta maaf telah meninggalkan mu sendiri! Toh aku juga tak butuh bantuan mu bukan?"


"Kau... " Geram


"Pertama, kau sendiri yang mengikuti ku, kedua kau yang menunggu ku, ketiga kau sendiri yang berniat menghajar preman itu, dan empat semua tindakan mu itu tanpa ada paksaan dan aku tak pernah meminta nya bukan?" Tutur Citra pada Rafa dengan santai. Seketika semua penuturan nya membuat darah Rafa mendidih! Bagaimana bisa! Ada perempuan!!! Arghhhh!!!!!


"Hah, oke aku minta maaf telah meninggalkan mu dan terimakasih." Ucap Citra berlalu pergi.


"Eits! Jangan lupa kerjakan segera tugas dari pak Alexander, Perbaiki juga proposal mu tuan Rafa, dari pada kau harus mengikuti ku!" sindir Citra acuh dan melanjutkan langkah kakinya.


Menarik! Jangan katakan aku Rafa jika tak mampu membuat macan betina seperti mu akan berubah menjadi kucing manis untukku! Sinis Rafa, baru kali ini ada cewek yang membuatnya penasaran, ah! bagaimana bisa? Di kampus dia bertutur kata lembut dengan hijab muslim yang melekat padanya, namun jika dalam masalah gadis ini mampu berubah menjadi sekuat baja.


Huft! Helaan nafas di hembuskan Citra kala ia sudah mendudukkan dirinya di kursi ruang asisten, meski dirinya berstatus menjadi mahasiswa yang sedang menempuh S2 nya, namun ia termasuk golongan salah satu murid terpandai sehingga banyak seminar yang meminta ia menjadi narasumber dan ada beberapa dosen yang menawarkan khusus padanya untuk menjadi asisten dalam mata kuliah nya.


Pendidikan milik siapa saja kan? Yang bisa memperjuangkan nya, tak mengenal gender! meski kamu perempuan kamu berhak memperjuangkan cita-cita mu, pendidikan mu dan segalanya.


"Citra! Mari pulang, saya antar!" Ucap Pak Alexander tiba-tiba menghampiri Citra, ah perempuan ini terlalu asyik dengan segudang dokumen yang ia kerjakan sehingga tak menyadari bahwa jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, yang artinya sudah jam pulang.


"Ah ya! Bapak duluan saja. Masih ada beberapa dokumen yang harus saya periksa!" Tolaknya dengan nada lembut.


"Tak apa, saya mau menunggumu!"


"Kedengaran nya kurang nyaman pak, tak baik dosen menunggu asisten nya bukan?"


"Tapi saya mau menunggu mu....


"Sebentar ya pak, saya angkat telfon dulu... " Ucap Citra merogoh ponsel yang ada di tas kecil miliknya.


"Ah Wa'alaikum salam abi, ah baiklah Citra akan segera keluar abi tunggu dulu!" Ucapnya menutup telfon.


"Maaf Pak, sekali lagi ternyata abi saya sudah menjemput!" Alibi Citra, agar dosen nya ini tak terus menawarinya tumpangan bahkan rela menunggu dirinya selesai bekerja.


"Saya jadi ingin mengobrol dengan Abimu!" Ucap Bapak Alexander masih tak mau menyerah.

__ADS_1


"Mungkin lain kali pak, saya Terburu-buru jadi permisi!" Ucap Citra langsung melangkah lebar keluar.


"Tunggu Citra," Teriak Pak Alexander mengejar.


"Shuttt!" Tarikan tangan dengan tanda gerakan diam di layangkan oleh pemuda pada gadis itu, kala keduanya bersembunyi di balik tembok.


"Kau.... "


"Diam lah bu..."


Jantungku! Kenapa berdebar jika berdekatan dengan nya, Monolog Citra pada hatinya meski keduanya saling berdekatan sehingga Citra mampu melihat ciptaan Tuhan yang sempurna di hadapan nya tanpa bersentuhan.


"Astaghfirullah!" Lirih Citra mengusap dadanya.


"Eh, bu! saya sudah menolong anda? Kenapa astagfirullah kayak liat setan aja." Dengus Rafa saat telinganya mendengar Cita berucap istighfar.


"Ah maaf bukan begitu maksud saya, lupakan! Dan terimakasih telah menolong saya."


"Terimakasih doang nih bu! Di dunia ini gak ada yang gratis loh bu!"


"Umur kita masih sama jangan memanggilku bu! Dan apa yang kau minta? Uang?" sinis Citra.


"Ajari saya ilmu beladiri!"


"Saya orangnya gak terima penolakan loh bu! Ah apa jadinya asisten dosen yang cantik muslim tertutup tapi mampu beladiri dan...


"Saya tak peduli! Kau juga tak punya buktinya kan?" Ucap Citra berlalu pergi.


Cukup menarik, entah mengapa aku sangat bahagia jika bisa menggodanya! Lirih Rafa tersenyum kecil.


🎶


"Ku peringkat kan cukup Nadia!!" Ucap Chris menggema, kala dirinya berusaha untuk membuat nadia dalam posisi aman tidak menganggu bahkan mengusik kebahagiaan Rama.


"Tidak! Kalau kau memang sahabat ku! Kau harus mendukungku! Jangan menggagalkan rencana ku untuk kesekian kalinya." Ucap Nadia sinis.


Chris mengepal kuat dalam diam, Kenapa! aku hanya ingin melindungi mu! Aku mencintaimu Nadia! Kenapa kau keras kepala seperti ini!!! Aku tak bisa membayangkan bagaimana marahnya Rama kalau kau terus menganggu nya! Bahkan istri kesayangan nya! Lirih Chris dengan amarah yang membuncah meski begitu hanya bentakan yang ia layangkan tidak pernah menyakiti fisik.


"Rama tak menginginkan mu! Jangan kau lupakan fakta itu!"


"Chris! Kenapa kau tak pernah mendukungku!"

__ADS_1


"Kau sudah cukup membuktikan 3 tahun berjuang dengan nya namun dia tak pernah melihat mu! Ku harap kau lupakan Rama!"


"Tidak!"


Chris mendekat perlahan menghimpit Nadia hingga ke tembok! "Apa kurang nya aku! aku kaya! Tampan seperti Rama! Kenapa kau tak pernah melihat ku Nadia! Aku mencintaimu!!!" Ucap Chris.


Hah, terlalu lelah dalam diam mencintainya, lingkaran sahabat mengapa membuat pernyataan cinta terkesan sangat sulit oh Tuhan!!!


"Chris kau... "


"Ya! Aku mencintaimu! Ku harap kau melupakan Rama!!!!"


"Aku tak bisa.... "


"Apa yang kau lihat darinya nadia!"


"Minggir!" Ucap Nadia mendorong tubuh Chris hingga jatuh tersungkur!


Arghhh!!!! Umpat Chris pada dirinya sendiri, merutuki pernyataan cinta yang sudah lolos dari bibirnya! Harapan Nadia menerima cintanya pupus sudah! Nyatanya Nadia mentah-mentah menolaknya!


🎶


"Kau tak bosan mengikuti ku!"


"Tidak!"


"Apa mau mu!"


"Kau jelas tau asisten dosen cantik!"


"Menggelikan!"


"Tapi aku tampan!"


"Percaya diri sekali!"


"Kau tak tau! Bahwa banyak mahasiswi sini yang mengejar dan mendambakan pria asia seperti ku!"


"Aku tak mau tau! Dan jangan menganggu ku! Cari pelatih beladiri yang cocok untukmu dan terlatih! Dan tentu bukan aku!" Ucap Citra berlalu pergi, Menjengkelkan! Hanya satu kata itu yang mendefinisikan Rafa di otaknya, mengapa!!! Belum selesai dengan Drama dosen Alexander ini mahasiswa nya juga ikut-ikutan.


🎶

__ADS_1


Happy Reading.


__ADS_2