
Selesai membereskan semua alat tulis seusai kuliah, Annisa pun bergegas ingin pulang kerumahnya.
Karena pelajaran hari ini cukup melelahkan baginya.
Derttt
Derttt
Derttt
Annisa segera mengambil ponsel yang berada didalam tas, saat ia mendengar ponsel itu bergetar.
Mark
"Assalamualaikum Cubby, pulang jam berapa?"
Begitulah pesan yang berasal dari Mark lalu Annisa pun membalas "Walaikum salam. Sekarang sudah selesai dan aku akan segera pulang mark" Send.
Mark
"Tetap disitu tunggu aku!" begitulah balasan pesan dari Mark.
☘☘☘
🌹Kantor Mark 🌹
“Tuan , masih ada beberapa berkas yang harus anda tanda tangani.” Ucap Tisa sekretaris Mark di kantor.
“Kau letakkan diatas meja, saya harus pergi.” Ucap Mark begitu dingin dan tak memandang kearah Tisa dekretarisnya itu.
“Baik tuan.” Ucapnya dengan nada lemah lembut.
Tisa merupakan sekretaris Mark yang sudah bekerja selama 3 tahun ini, ia mengagumi Mark karena ketampanan serta kekayaan yang dimiliki Mark.
Memiliki Body yang sexy , terkadang ia memakai pakaian yang cukup ketat saat berada di kantor.
__ADS_1
Namun sayang nya Mark tak pernah menggubris dan mengabaikan Tisa.
Mark bergegas menuju parkiran, dan melajukan mobilnya menuju kampus Annisa.
🌱 Kampus Annisa 🌱
Mark pun mengambil ponselnya dan menelfon Annisa.
“Assalamualaikum. Aku sudah sampai, kau dimana.?” Ucap Mark mengawali pembicaraan.
(………………)
“Baiklah aku menunggu mu diparkiran.” Ucap Mark mengakihiri panggilan itu.
Beberapa saat Mark menunggu, ia melihat Annisa yang berjalan menghampiri mobilnya, namun langkahnya terhenti saat ada seorang pemuda menghampirinya.
Mark pun langsung keluar dari mobil dan bergegas menghampiri Annisa.
“Annisa sayang.” Ucap Mark yang sudah berdiri dibelakang Annisa dan seketika itu Annisa menoleh kearah Mark.
Mark tampak kesal dengan pemuda yang tadi mengobrol dengan Annisa.
“Mark ayo.” Ajak Annisa pada Mark, ia pun melangkahkan kaki mengikuti Annisa masuk kedalam mobilnya.
“Siapa dia?” Tanya mark pada Annisa namun dengan nada kesalnya.
“Temanku, ada tugas yang diberikan oleh salah satu dosen dan kebetulan kami satu kelompok. Dia hanya mengingatkan Mark.” Ucap Annisa menjelaskan.
Annisa pun melirik kearah Mark, ia bisa melihat aura kekesalan mungkin Mark cemburu padanya.
Gumam Annisa dalam hati.
“Sudahlah kami hanya berteman. Kau terlihat jelek dan lebih tua kalau terlalu sering merajuk.” Goda Annisa.
“Benarkah?” Ucap Mark meraba bagian wajahnya sendiri.
__ADS_1
Annisa terkekeh geli dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Mark lalu ia berucap “Tersenyumlah, itu akan menambah ketampanan mu.” Ucap Annisa lembut.
Seketika itu, Mark tersenyum manis pada Annisa dan kemudian ia fokus pada jalanan dan melajukan mobilnya kearah kantor.
“Kenapa kita kesini.?” Ucap Annisa bertanya pada Mark saat mobil yang dikendarai Mark berhenti diarea parkiran sebuah kantor.
“Ada berkas yang harus aku tanda tangani, ayolah turun hanya ada beberapa berkas.” Ucap Mark menjelaskan.
“Baiklah.” Ucap Annisa , dan ia pun mengikuti Mark masuk kedalam kantor , menaiki lift khusus Presdir dan menuju lantai teratas yang mana ruangan Mark berada disitu.
Karena suasana kantor masih pada jam kerja dan banyak karyawan yang sibuk dan tidak memperhatikan bahwa presdir mereka membawa seorang wanita.
🍃 Ruang Presdir Mark 🍃
Annisa memilih untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu untuk menunggu Mark yang sedang bekerja.
Di Samping itu, Annisa juga membaca buku untuk menambah dan menghilangkan kebosanan nya.
15 menit kemudian Mark telah selesai dengan tugas dan berkas yang harus ditanda tangani nya.
Mark melihat kearah Annisa sambil merenggangkan otot-otot tubuhnya, Mark menyeritkan dahinya saat melihat Annisa tiba-tiba tersenyum dan pandangan nya masih tertuju dengan buku itu.
Apa cerita di buku itu lebih menyenangkan baginya dari pada aku, bahkan dia tak melihat ku sama sekali. Gumam Mark tersenyum kecut pada Annisa yang tengah asyik membaca.
Lalu Mark pun menghampiri Annisa.
🌾🌾🌾
Duh hayo. abang Mark mau ngapain si ah.
Jan ganggu Annisa dong! kan Annisa lagi sibuk baca novel ini...
wkwkwkwkw
Ditunggu ya up nya ❤
__ADS_1
Happy Reading🤗