
"Kau sudah siap?" Tanya Mark pada istrinya, "Ya aku sudah siap." Ucap Annisa dengan bibir tersenyum tangan nya menggandeng dengan mesra lengan sang suami.
Perlahan keduanya masuk kedalam ruangan dokter kandungan salah satu rumah sakit tersebut.
"Silahkan Bu, anda bisa berbaring di atas tempat tidur." Ucap Dokter mempersilahkan Annisa untuk berbaring di atas ranjang , Mark dengan sigap membantu istrinya.
Perlahan dokter menyibak sedikit baju yang di kenakan oleh Annisa, mengoleskan gel khusus ke atas perut rata Annisa, jangan bayangkan dokter tersebut adalah laki-laki, No! Dokter tersebut adalah dokter wanita dengan seleksi yang ketat dari Mark si suami posesif.
"Ini pak, janin ibu Annisa, usianya masih 1 bulan lebih 2 minggu masih sangat kecil pak." Ucap Dokter itu menunjukkan janin yang ada di layar monitor.
"Itu calon anak kita sayang." Ucap Mark merasa takjub dengan janin yang ada di layar monitor tersebut.
"Ya, dia akan kuat seperti Daddy nya." Ucap Annisa.
"Ah sebenar pak, masih ada satu janin lagi, selamat! anak bapak dan Ibu kembar." Ucap dokter tersebut dengan senyum senang ke arah keduanya.
"Kembar?" Ucap Mark terbata.
"Ya, anak ibu dan bapak kembar." Ucap dokter tersebut memastikan lagi.
"Kedua nya sehat, dan ukuran nya sesuai dengan normalnya." Ucap dokter.
"Terimakasih dok." Ucap Keduanya bersama-sama.
Setelah itu, annisa turun dari ranjang dan merapikan bajunya, "Hati-hati." Ucap Mark yang senantiasa menggandeng tangan istrinya agar tak jatuh.
"Saya berikan vitamin kepada ibu Annisa jangan lupa di minum setiap pagi dan sore hari setelah makan ya bu. Dan jaga pola makan anda. Saya berikan obat ini jika anda mengalami mual-mual." Ucap Dokter menyodorkan beberapa jenis obat kepada Annisa.
"Baik dokter." Ucap Annisa tersenyum.
"Sama-sama dan selamat ya bu pak." Ucap dokter memberikan selamat.
🎶
Sudah seminggu Mark di rumah, hanya ingin menemani istrinya dan esok dia harus kembali bekerja, tak mungkin ia meninggalkan perusahaan nya secara terus menerus dan menyerahkan semuanya dengan Asisten Hito.
Kamar Annisa sudah di pindahkan oleh Mark ke lantai dasar, agar Annisa gak lelah jika harus menuruni tangga.
"Kau jangan melakukan aktivitas apapun."
"Jangan sampai kelelahan."
__ADS_1
"Jangan lupa minum vitamin."
"Jangan lupa makan dan minum yang bergizi, jangan makan sembarangan." Dan masih banyak lagi kata jangan ini itu yang di tetapkan oleh Mark sebelum ia kembali bekerja.
"Cukup bee, kau bahkan sudah mengulang ulang kalimat itu secara terus menerus." Ucap Annisa mulai jenggah.
"Karena aku tak ingin terjadi apa-apa dengan mu dan calon anak kita." Hanya kata itu yang terlontar sebagai jawaban dari mulut Mark.
"Ya, aku akan menuruti semua permintaan mu bee." Ucap Annisa dengan pasrah, toh percuma juga ia membantah kemauan suaminya. Semuanya akan sia-sia. Tapi setidaknya Annisa tetap ingin melakukan aktivitas kecil misalkan menyiram tanaman, menanam tanaman, dan memasak, namun Mark tidak memperbolehkan pekerjaan apapun untuk di kerjakan istrinya.
"Baiklah padaku raja, titah mu akan selalu hamba ingat." Erangan frustasi tertahan dari bibir Annisa, Yeah! Mungkin Mark masih trauma saat kehilangan calon anaknya dahulu. apalagi Cerry, Semua peristiwa tersebut meninggalkan bekas luka yang mendalam dan menyesakkan.
Terkadang baik Annisa dan Mark masih sesekali menyalahkan dirinya masing-masing karena tidak becus menjaga kedua buah hatinya yang telah Allah ambil lebih dahulu, namun waktu tetap terus berjalan dan berputar perlahan namun pasti mereka sudah mengikhlaskan kematian keduanya dan mendoakan semoga Allah memberikan surga terbaik bagi kedua putri cantiknya.
🎶
"Maaf nyonya, ada tamu untuk anda." Ucap pelayan.
"Siapa?" Tanya Annisa.
"Beliau bernama tuan Faiz nyonya, di perkenankan masuk atau kita tolak saja." Ucap pelayanan
Jam memang masih menunjukkan pukul 4 sore, namun Mark seakan gelisah ia ingin segera pulang dan menemui istrinya.
Ada apa dengan perasaan ku, kenapa tak enak seperti ini. Gumam Mark dalam hatinya.
Mark kemudian menelfon handphone istrinya namun nihil, tak satupun panggilan yang di jawab oleh Annisa, itu membuat perasaan Mark kian khawatir.
Mark bergegas untuk keluar kantor dan pulang menemui istrinya, "Hito, kau urus sisa pekerjaan, aku akan pulang sekarang! jika anda berkas yang perlu aku tanda tangani bawa ke rumah saja." Ucap Mark dengan nada terburu-buru.
"Baik tuan," Ucap Hito dengan helaan nafas panjang nya.
🎶
"Ada apa kak? Kenapa kak ke sini?" Ucap Annisa bertanya pada Faiz yang saat ini tengah duduk di hadapan nya di ruang tamu rumah itu.
"Apa aku tak boleh berkunjung menemui adikku?" Goda Faiz pada Annisa.
"Ah tentu kau boleh mengunjungi ku, tapi saat ini Mark tak ada di rumah, aku takut jika kau menemui ku seperti ini, suamiku bisa salah faham." Ucap Annisa dengan begitu lirih tak ingin menyinggung perasaan seseorang yang sudah di anggap kakaknya.
"Ah aku tau itu, maaf. lain kali aku akan berkunjung saat ada suami mu. Bagaimana keadaan mu?" Tanya Faiz.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja kak," Ucap Annisa tersenyum.
"Kau terlihat semakin berisi dek?" Ucap Faiz memperhatikan Annisa.
"Ah iya kak, aku sedang mengandung." Ucap Annisa tersenyum malu-malu.
"Selamat." Ucap Faiz tersenyum.
"Aku kesini ingin memberitahu mu sesuatu, bahwa aku... "
"Apa yang kau lakukan disini!" Ucap Mark datang dengan tiba-tiba dan melangkah lebar mendekati sang istri.
"Bee, kau sudah pulang?" Ucap Annisa yang ingin berdiri dan menghampiri sang suami.
"Berhenti sayang, tetap di tempatmu!" Ucap Mark.
Hawa panas, tatapan tajam Mark menghunus ke arah Faiz yang tengah duduk berhadapan dengan Annisa dan Mark, legan kekar tak ada kata lelah atau bahkan ingin lepas dari tubuh Annisa, Mark begitu posesif soal istrinya, Namun kadar tingkat posesif nya lebih tinggi saat ini.
"Kau masih saja menganggap ku rival mu kawan? ayolah aku hanya menganggap Annisa adikku!" Celetuk Faiz pada Mark.
"Mau apa kau kesini!" Ucap Mark tanpa mau berbasa-basi.
"Tenanglah! Aku hanya ingin menjenguk adik cantik ku, apakah dia bahagia dengan pernikahan nya." Ucap Faiz menggoda dengan meminum air teh hangat yang di hidangkan.
"Kau!!!!" Ucap Mark dengan nada sudah tersulut emosi.
"Bee, tenanglah. Dia hanya menggoda mu." Ucap Annisa berbisik pada telinga sang suami, agar tak terpancing dengan godaan yang di berikan Faiz.
"Hahahaha, tenanglah Kak Mark, aku kesini hanya ingin memberitahu sesuatu ke kalian....
Aku......
Pengen...
Bakso.... 😂😂😂 wkwkwkkw nungguin ya?
🎶
Happy Reading ya guys! Jangan lupa like dan komen ya❤❤ Untuk yang udah Vote terimakasih 💜🤗
Gimana nih bibit unggul Mark, ada 2 ini kira-kira cowok apa cewek ya? 😂😂
__ADS_1