
Keesokan harinya, pesawat yang di tumpangi oleh Mark mendarat dengan sempurna.
Mark pun keluar dengan langkah tegasnya dan jangan lupakan bodyguard kanan kiri yang selalu menyambut serta menjaga keamanan nya.
Jabatan serta kedudukan yang dimiliki Mark baik di dunia bisnis maupun di dunia hitam banyak orang yang ingin menjatuhkan nya.
Untuk itu, Mark mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan. Meskipun kemampuan beladiri Mark tidak usah di ragukan lagi.
Mark pun memasuki mobil mewahnya, Jam menunjukkan pukul 9.
Tak ingin menyia-nyiakan waktunya Mark segera menuju kerumah Annisa.
sesampainya di rumah Annisa. Mark mengetuk pintu namun tidak ada sahutan dari dalam.
Rumah tampak Annisa saat itu terlihat begitu sunyi dan tak berpenghuni.
Deg
Jantung Mark berpacu dengan cepat, kekhawatiran nya kian memuncak.
Sudah 1 jam ia menunggu didepan rumah Annisa, namun tidak ada tanda-tanda kehidupan didalam nya.
Uas udah menghubungi keluarga Annisa tapi Kedua orang tuanya pun tidak menjawab telfon nya.
sampai akhirnya, mark ingin beranjak pergi namun Ia melihat sosok yang dicarinya.
Ibu dan Ayah Annisa berjalan menuju rumah tersebut.
Pak, apa yang harus kita katakan pada Nak Mark, dia pasti sedih dan kecewa karena ibu telah membohongi nya. Bisik Ibu Annisa ke arah suaminya itu.
Sudahlah. biar bapak yang menjelaskan. Ucap Pak Arifin ayah Annisa.
Mereka pun melangkahkan kakinya pulang kerumah, dan mempersilahkan Mark untuk masuk.
__ADS_1
disini nantinya pak Arifin selalu ayah Annisa a yang akan menjelaskan kepada Mark.
"Minum dulu nak teh nya." Ucap Pak Arifin
Mark pun menganggukan kepalanya dan tersenyum ke arah Pak Arifin. ia pun meminum teh yang sudah di sediakan.
Setelahnya. "Maaf kan kami nak, jika kami tidak jujur kepadamu." Ucap Pak Arifin merasa bersalah pada Mark.
"Ada apa pak?" Ucap Mark bertanya tak mengerti.
"Sudah 3 Hari ini Annisa hilang, Mobil yang di tumpagi Annisa tergeletak dijalan dan satu-satunya supir yang mengetahui kejadian itu masih terbaring koma di rumah sakit." Ucap pak Arifin menjelaskan.
Deg
Jantung Mark seakan berhenti dengan apa yang di ucapkan Pak Arifin**.
"Bapak sudah melaporkan ini kepada pihak yang berwajib terkait penculikan Annisa, namun masih belum ada perkembangan." Ucap Pak Arifin menjelaskan lagi.
"Kami tidak ingin mengganggu pekerjaan mu disana nak Mark." Ucap Ibu Annisa menjawab pertanyaan Mark dengan menangis tersedu.
Mark mengusap kasar wajahnya, lalu ia menghembuskan nafas kasarnya.
"Baik Ayah, Ibu, Mark permisi dulu." Ucap nya Mark mengundurkan diri.
Mark melangkahkan kakinya meninggalkan rumah Annisa dan kembali kerumah mewahnya.
Sesampainya di rumah Mewahnya, "Kumpulkan semua anak buah yang ku tugaskan menjaga Annisa." Ucap Mark dingin.
Hanya butuh waktu 5 menit hito sudah mengumpulkan semua bodyguard yang menjaga Annisa.
Ada 10 orang yang mejejer rapi menghadap ke arah Mark.
"Lawan aku sekarang." Ucap Mark dengan nada tinggi dan kilatan amarah nya.
__ADS_1
"King.- tapi.... " Ucap Hito terbata.
"Apa kalian tuli Ha?" Ucap Mark lagi dengan nada tinggi tak menjawab pertanyaan dari Hito.
Setelah pada bodyguard meminta izin melalaui sorot mata dari Hito, dan Hito pun menganggukan kepalanya.
Bug
Bug
Bug
Pukulan di layangkan oleh Mark dengan membabi buat, tak ada satupun bodyguard yang mampu merobohkan Mark.
dengan Nafas yang masih teratur Mark berucap. "Hanya segitu kemapuan kalian cih." Ucap Mark meremehkan.
Lalu ia bergegas pergi menuju ruang kerjanya nya.
"Segera obati luka kalian." Ucap Hito lirih pada semua bodyguard yang babak belur karena ulah Bos nya tersebut.
Semua mengangguk setuju.
Hito bergegas mengejar Mark menuju ruang kerjanya.
Namun, baru sampai didepan pintu Hito sudah mendengar benda jatuh berserakan.
dibukanya ruang kerja itu dengan kasar. semua yang ada didalamnya tampak berantakan.
Tak sampai disitu, telapak tangan Mark juga terluka. terlihat darah segar mengucur keluar dari telapak tangan itu.
š„
Happy Reading teman-temanā¤
__ADS_1