Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Menikah (S2)


__ADS_3

"Arghhhh"


"Brengsekkk!!!!!" Umpat Rafa saat ia sudah berada di dalam kamar miliknya, menghancurkan semua benda yang tertata rapi di meja belajarnya untuk melampiaskan amarah yang menggebu dalam hatinya.


"Kenapa? Kenapa kau melakukan ini semua padaku sayang!" Monolognya menatap foto Kirana dan dirinya yang tersenyum bahagia di wallpaper handphone miliknya.


🎶


"Bee bagaimana?" Tanya Mama Annisa pada suaminya, mengingat esok adalah hari pernikahan antara Rama dan Kirana. Gelengan lemah di layangkan sang suami mengingat tak ada yang bisa di ubah bagaimana pun keadaan nya, Kirana akan tetap menjadi istri Rama esok hari.


"Apa Rafa sudah bisa mengikhlaskan Kirana?" Tanya Mama Annisa dengan sendu, ia cukup bingung dengan posisi sekarang? Menghilangkan Kirana dan membuatnya menghindar dari kehidupan anaknya, membuat kedua remaja itu akan bersaing sengit kembali mencari dan merebutkan Kirana bukan? Memang jalan satu-satunya hanya mengikhlaskan.


"Entahlah aku tak tau sayang, aku merasa gagal mendidik mereka, Rama dengan semua sikap dan keras kepalanya, dia mencintai Kirana dan dia menghalalkan segala cara untuk menjadikan Kirana miliknya! Sikap kejam yang aku miliki ternyata menurun pada Rama!" Lirih Papa Mark dengan sendu.


"Tak perlu menyalahkan diri seperti ini, Kau sendiri yang bilang bahwa kita sudah mendidik mereka berdua dengan sebaik mungkin bukan?"


"Ya! Tapi? Apa ini semua adalah karma yang harus aku terima kala dulu aku sering membunuh dengan begitu kejam!'


"Shut!!! Kau tak boleh seperti itu! Kau sudah berubah bukan?"


"Tapi... "


"Sudah kau istirahat dulu, aku akan menemui Rafa!" Ucap Mama Annisa pamit pada sang suami.


Sebagai seorang istri dan Ibu, ia harus bisa menghadapi ini semua, menjadi penenang bukan penambah kekhawatiran. Mama Annisa juga mengakui memang Rama lebih susah bahkan sangat susah untuk dia atur dan sedikit keras kepala, tapi mau bagaimana? Mama Annisa sudah berjuang untuk mengubah semua sifat buruk Rama tapi sangat sulit bukan? mengubah watak atau perilaku seseorang?


Clek!


"Apa Mama bisa bicara dengan putra Mama?" Ucap Mama Annisa melangkah masuk kedalam.


"Ya Mama, kemarilah!" Ucap Rafa menyuruh sang Mama mendekatinya di kursi sofa yang ada di dalam kamar tersebut, pandangan Rafa seolah tak terbaca menatap lurus langit hitam pekat itu.

__ADS_1


"Hah, Ternyata putra Mama sudah besar ya? Tapi bagi seorang ibu, sebesar apapun putra putri nya akan selalu di anggap seperti anak kecil bukan?"


perlahan kedua kelopak mata Rafa mengalihkan pandangan kepada sang Mama yang saat ini telah duduk di sampingnya.


"Mama!" Lirih Rafa begitu menyakitkan.


"Mama lebih suka Rafa kecil, Rafa yang selalu ceria bahkan menganggu Papa kala ingin bermesraan dengan Mama bukan?"


"Hiks Mama, apa salah Rafa kenapa kakak begitu jahat pada Rafa!" Lirih Rafa masuk kedalam pelukan sang Mama.


"Jangan seperti itu pada kakak mu."


"Tapi dia sudah merebut Kirana dari Rafa Mama.... "


"Rafa dengarkan Mama!" Ucap Mama Annisa menakup kedua pipi putra bungsu nya itu. "Sama hal nya kematian kita tidak akan tau kapan ia datang, begitu pula dengan jodoh sayang. Mungkin Kirana bukan jodoh buat yang baik buat Rafa. Allah pasti memiliki rencana yang indah buat Rafa kedepan nya bukan? jadi Rafa harus bisa mengikhlaskan Kirana buat kakak ya! Mama yakin suatu saat Rafa akan bahagia dan mendapatkan orang yang sangat mencintai Rafa, mengerti?"


"Ya Mama, Rafa akan berusaha mengikhlaskan Kirana."


"Ya ma. Good Night! Mimpi indah."


🎶


Diam dan menganggap kakaknya telah melepaskan Kirana dan gak menginginkan nya lagi membuatnya kecolongan dengan hal keji yang dilakukan oleh sang kakak, fakta itu begitu menyakitkan bahkan untuk mencium Kirana saja Rafa tak mau ia lebih memilih menjaga kehormatan Kirana sebagai wanita, toh kelak jika ia sudah menikah dengan Kirana apapun yang ada di dalam diri Kirana akan menjadi halal untuk dirinya bukan!


Semuanya harapan pupus dengan kenyataan takdir sang kuasa, bahagia yang tinggal menghitung hari ini terasa sangat menyayat dan menyakitkan, sungguh menyakitkan!


Acara pernikahan pun di gelar dengan mewah nanti mewah di salah satu hotel bintang lima, seperti rencana pada awalnya hanya yang berubah adalah calon pengantin prianya, Rama tampak gagah dengan setelan jas hitam yang melewat demi tubuhnya, tak kalah dengan Kirana yang begitu cantik dengan balutan gaun putih nan indah, bibirnya di paksakan tersenyum untuk semuanya, semua tamu yang hadir dalam acara itu.


Kirana Larasati Hadi Resmi telah menyandang menjadi Nyonya Ramaxelio Roman setelah gemuruh kata sah memenuhi ruangan itu.


"Lupakan Rafa! Dan belajar lah mencintai ku!" Ucap Rama berbisik dingin.

__ADS_1


"Aku tak bisa menjanjikan itu, bahakan aku tak bisa melakukan pada orang yang saat ini paling aku benci!"


"Tapi orang yang kau benci adalah suamimu! Ku harap kau tak lupa akan hal itu Nyonya Rama!"


"Ya aku tak akan melupakan bagaimana orang itu menjebak ku dengan keji dan pada akhirnya aku harus terpaksa menikah dengan nya!"


"Jangan membantah ku Kirana!"


"Hay bro! Selamat ya! Semoga kau selalu bahagia!" Ucap Chris yang datang memberikan ucapan selamat pada sang sahabat, mencairkan suasana tegang yang ada diantara keduanya.


"Tentu aku akan bahagia!" Ucap Rama dengan tersenyum, keduanya tampak sesekali berbincang dengan renyah, sesekali tersenyum bahagia


Acara berlangsung dengan begitu riuh riak gembira, hingga tak terasa malam hari mulai menyapa.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, dan semua anggota keluarga Roman dan Faiz bermalam di sini.


Rama melangkah masuk kedalam kamarnya dan Kirana, Clek! sepi dan gelap, perlahan ia menyalakan lampu dan menutup pintu dengan rapat.


Dilihat nya ranjang itu masih rapi dan seolah tak tersentuh apapun! "Kemana Kirana?" pikir Rama, Pandangan nya mencari kesemua sudut kemana kiranya? Wanita yang sudah menyandang status menjadi istrinya beberapa jam yang lalu.


Hingga netra matanya jatuh pada sosok Kirana yang tidur dengan meringkuk di atas sofa.


"Apa kau sangat tersiksa menikah dengan ku! Apa yang kau lihat dari adikku! Bahkan aku juga sangat mencintaimu Kirana!" Lirih Rama menatap sendu Kirana yang sudah terlelap.


Matanya tampak basah dan sedikit sebab, mungkin Kirana menangis lagi karenanya.


"Ah.... " Lenguhan nafas panjang keluar dari bibirnya, "Lebih baik aku membersihkan diriku lebih dulu!


🎶


Happy Reading.

__ADS_1


__ADS_2