
"Ada aku disini sayang. Kau harus kuat demi keempat buah hati kita," Ucap Xander terus menguatkan Istrinya.
"Operasi akan kami mulai, Tuan." Ucap Dokter bedah wanita sudah bersiap bersama tim medis wanita di bawah sana,tepatnya di dekat perut Jeje yang besar.
Ya ! Xander meminta dokter dan perawat wanita yang harus menangani istrinya. Karena ia tidak ingin tubuh seksoy istrinya di lihat oleh orang pria lain.
"Lakukan Dokter," Ucap Xander tegas.
Deg
Deg
Jantung Jeje dan Xander berdetak dengan cepat ketika Dokter mulai menggores perut Jeje dengan pisau bedah.
"Kau wanita hebat."
"Kau kuat."
"Aku mencintaimu."
Xander terus mengucapkan kata cinta dan kata penyemangat untuk istrinya.
Hingga 20 menit berlalu operasi itu berjalan dan akhirnya terdengar suara tangis bayi pertama mereka.
"Owekkkk....Owekkkkk," Tangis bayi pertama mereka terdengar sangat nyaring dan memekakan telinga.
"Anak pertama kita,Dad," Ucap Jeje menangis haru begitu pula dengan Xander.
"Terimakasih Sayang," ucap Xander kemudian menciumi seluruh wajah istrinya.
"Selamat Tuan dan Nyonya,bayi pertama laki-laki sangat tampan dan sehat tanpa kurang sedikit pun," ucap salah satu perawat,kemudian meletakkan bayi itu di atas dada Jeje,untuk melakukan metode skin to skin.
Dengan sangat hati-hati,Jeje mendekap putra pertamanya,tapi hanya beberapa saat saja karena Perawat sudah mengangkat bayinya,untuk segera di timbang dan di bersihkan.
"Tampan sekali,tapi kenapa botak ?" Tanya Xander,walau begitu ia sangat bahagia karena ia menjadi seorang Daddy lagi.
Hanya berbeda 5 menit,anak kedua mereka juga sudah lahir.
"Owekkk...Owwekkkk," Terdengar lagi suara tangis bayi di ruang operasi Itu,membuat Jeje dan Xander semakin terharu dan bahagia.
"Laki-laki lagi," Ucap Perawat.
Dan berselang 5 menit lagi anak ketiganya sudah lahir dan suara tangisnya lebih kencang dari kedua kakaknya.
"Owekkkk....Oweekkkkk," Ruang operasi itu kini seperti suara paduan suara bayi yang bersahut-sahutan. Begitu merdu di telinga bagi siapa pun yang mendengarnya.
"Wah laki-laki lagi Tuan," Ucap Perawat itu dan meletakkan bayi ketiga mereka di dada Jeje untuk melakukan skin to skin.
Dan yang terakhir anak ke empat mereka,tapi kali ini sedikit berbeda karena anak keempatnya itu diam tak bergerak dan juga tidak mengeluarkan suara tangis seperti ketiga kakaknya.
"Si bungsu kenapa ? Kenapa tidak menangis ?" Tanya Jeje sudah berkaca-kaca.
"Ayo Boy ! Come on kau bisa !" Ucap Dokter disana sambil menyentil telapak kaki bayi itu berulang kali agar mau menangis.
"Daddy putra kita,hiks," Jeje sudah menangis. Xander hanya bisa memeluk istrinya dan menyembunyikan tangisnya.
"Detak jantungnya normal,semuanya normal tapi kenapa tidak bergerak dan tidak mau menangis," Ucap Dokter itu,heran.
"Dokter bawa kesini putraku," Pinta Jeje.
__ADS_1
Dokter itu membawa bayi ke empat dan meletakkannya di dada Jeje dengan posisi tertelungkup.
Tapi baru beberapa detik di letak kan disana tangan bayi mungil itu meraba sumber makanannya dan bibir mungilnya pun mengecap-ngecap,tapi mata bayi itu masih terpejam dan tidak menangis.
"Astaga !" Pekik Dokter tersebut. "Kita di Prank oleh si bungsu," Lanjut dokter itu terkekeh.
Para petugas medis disana pun sampai menggelengkan kepalanya dan tertawa senang.
"Kecil-kecil sudah pandai akting," Ucap Dokter itu,kemudian melanjutkan tugasnya yaitu menjahit kembali perut Jeje yang tersayat.
Perasaan tegang dan sedih pun tergantikan dengan perasaan bahagia.
"Kamu nakal sekali,Boy," Ucap Xander dengan gemas sambil mengelus pipi putra bungsunya.
"Iya nih,anak mami," Jeje tersenyum sambil mengelus punggung bayi nya dengan lembut.
"Dad,sepertinya dia haus," Ucap Jeje,karena sejak tadi bibir mungil itu terus mengecap.
"Tolong bantu bukakan kain ini," Ucap Jeje,kepada suaminya untuk membukakan baju steril berwarna hijau yang menutupi dadanya.
Pada saat Xander ingin membukakan kain itu,tiba-tiba putra bungsu nya menangis kencang,seolah ia tidak ingin jika pabrik susunya di lihat oleh sang Daddy.
"Owekkk...Oweekkkkk.Oweekkkkk."
"Calm Down Boy. Daddy hanya ingin membuka kan makanan untuk mu. Kau lapar bukan ?" Ucap Xander,barulah si bungsu diam seolah mengerti dengan apa yang di katakan daddynya.
"Si bungsu posesif sekali," Ucap Jeje terkekeh geli.
Setelah berhasil membukakan kain penutup itu,Si bungsu mencari sendiri sumber makanannya yang kebetulan tidak jauh dari bibirnya.
Bibir mungil itu menyedot sumber makanannya dengan rakus.
Jeje bersyukur karena Asinya keluar dengan lancar jaya tanpa hambatan apapun.
Si bungsu dibiarkan sesaat sampai merasa kenyang baru lah bayi mungil itu di gendong oleh suster dan segera di bersihkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sudah satu jam lebih,tapi kenapa belum ada tanda-tanda ?" Tanya Raya,dan berjalan mondar-mandir.
"Sebentar lagi,Sayang. Kau tenanglah," Ucap Devan dan menyuruh istrinya duduk lagi.
"Oma,sudah tidak sabar untuk melihat ke empat cucuku," Ucap Oma Airin.
Tidak berselang lama terbukalah pintu ruang operasi itu. Xander keluar dari ruang operasi tersebut dengan wajah yang beseri.
"Daddy," Raya menghampiri Ayahnya,begitu pula yang lainnya.
"Bagaimana keadaan menantu Mommy dan ke empat cucuku," Tanya Oma Airin.
"Iya Dad ? Mami dan adik-adik ku bagaimana ?" Gilaran Raya yang bertanya dengan pertanyaan yang sama.
"Tenang,semuanya baik,sehat dan selamat," Ucap Xander tersenyum.
"Syukurlah," Ucap semua orang.
"Lalu adik-adikku berjenis kelamin apa ?" Tanya Raya lagi.
"Semuanya sama," Ucap Xander.
__ADS_1
"Sama ?" Beo Devan.
"Iya. Baby Boy," Ucap Xander membuat Raya bersorak senang.
"Jadi aku yang paling cantik di keluarga ini ??" Raya bersorak heboh sambil joget-joget.
"Sayang,malu," Devan mengingatkan.
"Ah,iya. Hehe," Raya baru teringat jika ada kedua mertuanya disana.
"Maaf,Mom And Dad," Ucap Raya,kepada mertua nya.
"Tidak apa-apa,Raya," Ucap Nyonya Fadaei tersenyum menatap menantunya.
"Selamat Tuan Xander," Tuan Fadaei mengulurkan tangan kanannya.
Xander tidak membalas jabatan tangan itu,melainkan langsung memeluk besan nya.
"Iya,terimakasih Tuan," Balas Xander,dan menepuk punggung Tuan Fadaei.
"Selamat Dad," Giliran Devan,memeluk ayah mertuanya.
"Terimakasih Dev," Balas Xander.
"Sudah semakin tua ya ? Jadi jangan gesrek," Ucap Oma Airin.
"Justru harusnya aku yang mengatakan itu kepada Mom," Balas Xander.
"Cih ! Memangnya Mommy kenapa ?" Tanya Oma Airin.
"Biang gesreknya," Balas Devan,kemudian tertawa terbahak.
"Kau sepertinya sudah tertular oleh istrimu," Ucap Oma Airin kepada Devan,bukannya marah Devan malah semakin tertawa terbahak.
"Lihat putra kita,Dad," Bisik Nyonya Fadaei kepada suaminya. Ketika melihat Devan tertawa lepas.
"Kita harus lebih berusaha untuk mendekatkan diri lagi dengannya," Balas Tuan Fadaei,sambil menatap putranya dengan sendu.
A Few moment later
Jeje sudah di pindahkan keruang Rawat kelas VVIP,ruangan itu terlihat seperti hotel karena sangat luas dan juga mewah.
Semua anggota keluarga berkumpul disana hanya tinggal menunggu ke empat baby yang belum hadir,tapi tak berselang lama ada dua suster membawa satu box bayi berukuran besar dan di hiasi dengan bunga-bunga di pinggirannya. Dan di dalam box itu terdapat 4 bayi yang mungil dan lucu
"Wah Cucuku," Oma Airin berseru heboh dan menghampiri box bayi itu yang terletak di dekat tempat tidur Jeje.
Ke empat bayi mungil itu terlihat sama dan hampir mirip. Ke empat bayi itu terlihat sangat lucu dan menggemaskan,apalagi mereka itu terbungkus bedongan berbulu dengan warna yang berbeda pula.
"Lah Kok botak ?" Seru Oma Airin. Ketika melihat ke empat cucunya.
"Iya semuanya Botak !" Seru Raya.
"Wah empat tuyul," Kemudian di susul Devan yang berseru.😆
Bonus foto kembar botak 😆
Gumussss 😍😍😍
__ADS_1
tambahin Vote dan hadiahnya.