My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
The Wedding 2


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu telah tiba. Raya dan Devan hari ini akan mengikrarkan janji suci sehidup semati di hotel mewah yang ada di kota itu.


Jika pernikahan Xander dan Jeje di selenggarakan dengan cara tertutup dan sederhana tapi berbeda dengan pernikahan Raya dan Devan kali ini,pernikahan Raya di selenggarakan dengan begitu sangat mewah dan juga megah,bahkan Xander turut mengundang beberapa awak media untuk meliput pernikahan putrinya dan juga para Readers tersayang. 😘


"Mami,aku sangat gugup" Raya menggenggam tangan Jeje.


"Tenanglah sayang,tanganmu dingin sekali" Ucap Jeje,membalas genggaman tangan Raya.


"Apa mami dulu juga segugup ini ?" tanya Raya lagi.


"Tentu saja sayang. Coba tarik nafas dan hembuskan perlahan" Ucap Jeje menenangkan Raya. Dan Raya pun mengikuti intruksi Ibu sambungnya,ternyata benar dirinya sudah sedikit tenang.


"Sudah jangan terlalu gugup,bayangin saja yang enak-enak" Sahut Oma.


"Mom !" Jeje memperingati agar mertuanya itu tidak bersikap konyol.


"Oke-oke" Jawab Oma Airin.


Hari ini Raya terlihat sangat begitu cantik,dengan gaun pengantin berwarna putih yang terlihat sederhana namun begitu elegant.



Seperti ini visual gaun pengantin Raya,jangan fokus ke wajahnya ya.


Sedangkan Xander sejak tadi menatap putrinya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Ayo sudah waktunya" Ucap Xander.


Karena saat ini mereka masih berada di dalam kamar hotel.


Xander dan Jeje terlihat begitu tampan dan cantik dengan pakaian mahal mereka,begitu pula dengan Oma juga terlihat cantik dengan dress yang di kenakannya.


Sedangkan Devan sudah menunggu di ballroom hotel bersama keluarganya. Para tamu undangan satu persatu mulai berdatangan dan memenuhi ballroom hotel tersebut.



Devan telihat sangat tampan dan gagah dengan tuxedo yang berwarna hitam yang begitu pas di tubuhnya.


♤♤♤♤♤


Mata Devan tak berkedip saat melihat Wanita cantik yang berjalan kearahnya dengan mengapit tangan sang ayah.


Wanita itu tersenyum menatap Devan,begitu pula Devan membalas senyum manis wanita yang sebentar lagi akan menjadi Istrinya.


"Ku serahkan putriku pada mu,jaga putriku baik-baik dan jangan pernah menyakitinya" Ucap Xander terdengar tegas dan tatapannya begitu tajam.


"Baik,Daddy" Jawab Devan tersenyum,lalu menyambut tangan Raya dengan lembut.

__ADS_1


"Kau cantik sekali sayang" Bisik Devan.


"Terimakasih" Jawab Raya,tersenyum malu.


Devan dan Raya mengucapkan janji suci dan disaksikan oleh para tamu undangan yang hadir.


Kini Devan dan Raya sudah SAH menjadi suami istri.


"Sekarang kalian sudah Sah menjadi suami istri. Pengantin Pria boleh mencium pengantin wanita" Ucap Pemuka agama tersebut.


Devan hanya mencium kening Raya dengan sekilas,membuat para tamu undangan kecewa sambil bersorak heboh.


Tapi Devan tak memperdulikannya,ia akan menunjukan sisi liarnya hanya pada istrinya.


"Istriku sangat cantik" Bisik Devan.


"Terimakasih, suamiku juga sangat tampan" Balas Raya,dan keduanya pun tersenyum bersama.


Xander dan Jeje sangat terharu melihat putrinya sudah menemukan pasangan hidupnya.


"Dad" Jeje mengelus pundak suaminya.


"Ini adalah air mata bahagia sayang" Ucap Xander,sambil mengusap ujung matanya.


Sedangkan Oma Airin juga terlihat sangat bahagia.


"Setidaknya sebelum Tuhan mencabut nyawaku,aku sudah menyaksikan anak dan cucuku bahagia,semoga aku di beri umur lebih panjang lagi,untuk melihat para cucuku tumbuh hingga sampai dewasa" lirih Oma Airin,menitihkan air matanya.


Mereka menumpahkan tangis bahagia mereka bersama.


Sedangkan Devan dan Raya menyapa satu persatu tamu undangan dan mereka juga berfoto bersama bersama para tamu undangan.


Tak lupa para undangan mengucapkan selamat pada pengantin baru itu.


"Tuan,sekarang kita sudah menjadi besan" Ucap Papa Devan,dengan bahasa inggris.


Xander melepaskan pelukannya dari Oma dan istrinya,kemudian menyambut kedua besannya itu.


Dan Jeje juga Oma Airin menyapa ibu Devan tersebut yang sekarang sudah menjadi besannya.


"Jangan memanggilku seperti itu,Tuan Fadaei" Ucap Xander,karena umur Xander dan Ayah Devan terpaut jauh jadi rasanya tidak sopan jika besannya itu memanggilnya dengan sebutan 'Tuan'.


"Baiklah,dan terimakasih sudah menerima putraku yang nakal itu menjadi menantumu" Ucap Tuan Fadaei dengan tulus.


Xander tersenyum membalasnya,"Mereka saling mencintai Tuan,dan aku awalnya juga terkejut saat Devan tiba-tiba melamar Raya tepat di hari pernikahanku" Ucap Xander,ingatannya menerawang beberapa waktu yang lalu saat Devan melamar Raya dengan sangat Gentle di depannya bahkan di hadapan banyak orang.


"Dia memang putraku" Jawab Tuan Fadaei di selingi kekehan.

__ADS_1


Sedangkan Para tamu undangan mulai mencicipi hidangan makanan yang ada disana.


Waktu berjalan begitu cepat,perta pernikahan Raya dan Devan yang sangat megah dan mewah itu kini sudah usai.


Xander segera membawa sang istri ke dalam kamar hotel,karena Jeje sudah terlihat kelelahan menyambut para tamu undangan yang berdatangan.


"Sayang,sepertinya kakiku sedikit bengkak" Ucap Jeje,sambil memijat kakinya.


"Aku akan memijatnya sayang,maaf ya karena tamu undangannya begitu banyak jadi kau kelelahan seperti ini" Ucap Xander merasa bersalah.


"Jangan berbicara seperti itu,Dad. Sudah menjadi tugasku menyambut para tamu,karena aku adalah Maminya Raya" Jelas Jeje,sambil mengusap rahang tegas suaminya.


Ya,sebagai ibu sambung Raya,Jeje mempunyai tugas yang besar yaitu menemani suaminya menyambut para tamu undangan satu persatu.


"Terimakasih sayang" Ucap Xander dengan tulus,lalu memijat kaki istrinya.


♤♤♤♤♤


Di kamar pengantin.


Waktu sudah mulai menjelang malam pasangan pengantin itu sudah selesai membersihkan tubuhnya.


"My Wife" panggil Devan,lalu memeluk Raya dari belakang.


"Yes,my Husband" Jawab Raya,yang tengah melihat pantulan dirinya di depan cermin,karena saat ini dirinya hanya mengenakan pakaiab haram yang di berikan Oleh Jeje.


"Pakai baju itu,aku yakin Devan pasti akan kepanasan dan tenang saja rasanya itu tidak sakit kok saat segelmu di buka,rasanya sangat nikmat nih buktinya perutku jadi busung" Jelas Jeje,beberapa hari yang lalu sambil menyerahkan beberapa lingerie dengan berbagai model.


Kamar pengantin mereka tidak dihias seperti dengan kamar pengantin pada umumnya,karena itu permintaan Raya.


"Tidak perlu dihias,jika akhirnya akan berantakan" Ucap Raya kala itu,membuat Devan sudah bertraveling ria.


"Apa kau gugup ?" Tanya Devan saat merasakan tubuh Raya menegang.


"Ti tidak" Jawab Raya terbata.


Aduh,obat kuat itu aku simpan dikoper atau di tas ya ? Batin Raya.


"Sayang ?" Devan mulai menciumi leher Raya,membuat Gadis yang akan menjadi mantan perawan itu melenguh.


"Eumm,Sayang" Raya menggigit bibirnya,saat merasakan tangan Devan memainkan pepaya gantungnya,sedangkan bibir Devan masih sibuk menciumi leher Raya dan memberi jejak Cinta.


"Apa kau siap ?" Tanya Devan,sambil menekan golok saktinya ke bokong Raya.


"A aku-"


🙈🙈🙈

__ADS_1


Masih siang jadi main jungkat-jungkitnya nanti malam saja 🤣😜😜


Jangan lupa kasih hadiahnya ya. Othor tunggu lho.😘😘😘


__ADS_2