My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Katanya mau nambah?


__ADS_3

Yang belum punya pasangan mohon bacanya sambil menutup mata. 🙈


"No, Dad! Ahh iya dad ahhh." Jeje mengeluarkan suara laknatnya kala Xander mengecupi lehernya dan meenggigit kecil leher mulusnya hingga meninggalkan jejak cinta.


Jika sudah begitu, Jeje hanya pasrah sambil membuka kedua pahanya.


Ya, suaminya sangat paham titik kelemahannya dan juga sangat pandai mempermainkan tubuh indahnya.


"Mau lanjut atau tidak?" Tanya Xander, dengan suara seraknya.


Xander menatap wajah Jeje yang sudah terlihat sayu karena terbakar gairah.


"Lanjut saja." Jawab Jeje, tersenyum malu.


Mendengar jawaban istrinya, Xander pun segera melancarkan aksinya.


Cup


Xander melumaat bibir berwarna pink itu dengan sangat lembut dan tangannya kirinya ia gunakan untuk meremat kedua pepaya gantung yang masih bersembunyi di balik kain.


Jeje memejamkan matanya saat Xander melumaat bibirnya dengan sangat lembut dan penuh cinta.


"Eughhhh." Jeje melenguh tertahan ketika pepaya gantungnya di mainkan oleh Xander.


Jeje membuka matanya perlahan ketika Xander melepas ciumannya.


Xander menatap Jeje dengan penuh cinta. Jeje tersenyum lalu ia menangkup wajah Xander dengan kedua tangannya kemudian memanggut bibir tebal dan **** itu dengan dalam.


"I want you and touch me as you like." Bisik Jeje dengan sensual, setelah melepaskan ciumannya.


Aku menginginkanmu dan sentuh aku sesukamu.


"You will regret after saying that! Because I won't let you go!" Desis Xander tertahan, saat tangan nakal istrinya menelusuri dada bidangnya dengan sensual dan berhasil membuat gairahnya memuncak.


Kau akan menyesal setelah mengatakannya! Karena aku tidak akan melepaskanmu!


"Up to you! Tonight I'm yours." Balas Jeje, lalu mengecup bibir suaminya lagi, membuat Xander memejamkan matanya dan mengepalkan telapak tangannya dengan erat.


Terserah! Malam ini aku milikmu.


"You'r Mine!" Ucap Xander sambil menatap tajam bola mata yang indah itu.


Jeje mengangguk kemudian tersenyum.


Tanpa banyak kata lagi, Xander segera melucuti seluruh pakaiannya dan juga pakaian istrinya.


Xander menatap tubuh molek dan indah itu dengan tatapan mendamba. Walaupun sudah melahirkan empat anak tapi tubuh Jeje masih sangat kencang dan seksoy.


Karena Jeje selalu merawat tubuhnya agar selalu menarik di hadapan suaminya. Dan biaya perwatan tubuhnya tidak kaleng-kaleng karena memakan biaya ratusan juta.


"Ahhh shhhh." Jeje melenguh dan menggeliat ketika jemari besar itu membelai pintu sarung sempit.

__ADS_1


"Ah, daddy." Suara laknat Jeje terdengar begitu indah ketika Xander mengobrak-abrik si sarung sempit.


"Teruslah keluarkan dessahanmu, Honey." Ucap Xander, lalu membuka kedua paha Jeje dengan lebar selebar pinggangnya.


Xander semakin menggila ketika melihat penampakan si sarung sempit yang merekah dan melambai-lambai memanggil si pedang pamungkas yang sudah ngences di bawah sana.


Hap


Xander melumaat si sarung sempit dengan sangat rakus.


"Oh my god! Daddy!" Pekik Jeje, ketika merasakan kenikmatan yang luar biasa itu.


Suaminya memang sangat luar biasa dalam melakukan Foreplay, membuat dirinya seperti cacing kepanasan.


"Ahh, Yeah." Jeje semakin menenggelamkan kepala Xander di bawah sana, saat ia merasakan sesuatu yang akan meledak dari dalam tubuhnya.


"Ah daddy aku ahhh sampai Eughhhhh." Jeje mendesaah tak karuan hingga akhirnya ia mengejan saat ia mencapai pelepasan yang maha dahsyat itu.


Xander menyeruput habis cairan yang keluar dari dalam si sarung sempit.


"Manis." Ucap Xander, sambil mengusap bibirnya.


Jeje bersemu merah ketika Suaminya mengatakan hal itu.


"Sudah siap?" Tanya Xander, dan Jeje mengangguk kan kepalanya.


Xander mulai memposisikan dirinya dan menuntun kepala botak yang sudah menganggukan kepalanya sejak tadi.


Blesh


Xander memejamkan matanya ketika ia merasakan denyutan yang mengenakan itu dari dalam milik istrinya.


Kemudian Xander mulai menggerakan pinggulnya perlahan sambil melumaat bibir istrinya dengan sangat rakus.


"Ahh Daddy." Racau Jeje, sambil menggelengkan kepalanya.


"Ah Honey! Ini sungguh nikmat sekali." Racau Xander, kemudian mempercepat gerakannya.


Detik berikutnya hanya terdengar desahaan dan lenguhan di setiap sudut markas tempur 1.


"Ahhh, Dady fasterr!" Pinta Jeje, saat ia akan pelepasan entah sudah keberapa kali, sedangkan suaminya masih kuat dan bertahan.


Terkadang Jeje heran dan bertanya-tanya, apakah suaminya itu meminum obat kuat? Hingga mempunyai tenaga seperti kuda liar.


"Bersama." Ucap Xander, lalu semakin mempercepat goyangan es dogernya.


"Ahh, daddy."


"Yeah... Yeahhhh, arghhhhh." Racau keduanya saat sampai pelepasan bersama.


Xander semakin menghujamkan Pedang panjangnya saat kepala botak pusing dan mual hingga memuntahkan Vla puding yang begitu banyak kedalam si sarung sempit.

__ADS_1


Bruk


Tubuh Xander langsung ambruk dan menimpa istrinya. Nafas keduanya terengah dan peluh membanjiri tubuh keduanya setelah melakukan berbagai banyak gaya termasuk monyet minta gendong, cicak memplok dinding, gaya laba-laba jongkok, dan gaya katak berpelukan.


"Terimakasih, sayang." Ucap Xander, mengecup kening dan bibir Jeje, lalu menggulingkan tubuhnya ke samping.


"Sama-sama Daddy." Balas Jeje sambil tersenyum lalu mengecup rahang tegas suaminya yang di tumbuhi bulu-bulu kasar.


Kemudian Xander menarik selimut dengan kakinnya untuk menutupi tubuh polos mereka.


Lalu Xander merengkuh tubuh istrinya dan mendekapnya erat kedalam pelukkan hangatnya.


"Dad, tidak membersihkan diri dulu?" Tanya Jeje. Ia mendongak dan menatap suaminya yang sudah memejamkan matanya.


"Nanti, karena kita belum selesai." Ucap Xander, lalu membuka matanya dan menatap istrinya dengan nakal.


"Ishh, Daddy!" Pekik Jeje sambil memanyunkan bibirnya,


Dan Jeje langung menjauhkan dirinya dari dekapan Xander, akan tetapi Xander sudah terlebih dulu menahan tubuh istrinya.


"Ha ha ha ha." Xander tergelak, lalu mengecup bibir istrinya yang sudah terlihat bengkak dengan lembut.


"Kau sangat menggemaskan jika cemberut begitu." Xander berucap sambil terkekeh, membuat Jeje semakin memanyukan bibirnya dengan kesal.


"Ahh." Desaah Jeje, ketika tangan nakal Xander meremat pepaya gantungnya.


"Nakal! Bule KW!" Kesal Jeje sambil memukul pelan tangan Xander.


"Walaupun KW yang penting onderdilnya original" Ucap Xander tergelak.


"Huh, untung sayang dan cinta jika tidak sudah aku—"


"Aku apa hem?" Potong Xander dengan cepat .


"Sudah aku tukar tambah dengan yang original, ha ha ha haa."


"Huh, bercandanya jelek." Ucap Xander, lalu membelakangi istrinya.


"Ih! Ngambek." Jeje menoel punggung suaminya berulang kali.


"Kenapa aku jadi teringat saat kita di vill ya?" Ucap Jeje, saat Xander merajuk dan membelakangi dirinya.


"Dad, apa kau masih ingat saat kau menyatakan cintamu ketika di Villa?" Tanya Jeje, lalu memeluk suaminya dari belakang.


"Dad!" Jeje memanggil Xander berulang kali. Tapi, tidak ada sahutan dari suaminya.


Jeje sedikit mendudukan dirinya dan menatap suaminya dari samping atas. Karena saat ini Xander tidur dengan posisi miring dan membelakanginya.


Terlihat jelas jika suaminya sudah memejamkan matanya dan nafasnya begitu teratur, menandakan jika Xander sudah terlelap.


"Ih, Sudah tidur! Katanya mau nambah?"

__ADS_1


Oh Mami kenapa dirimu menjadi mesum sekali🙈


Tambahin Vote dan hadiahnya! Jangan pelit like juga👊


__ADS_2