
Curhat dong Mak
Sebelumnya Emak mau ucapkan terimakasih karena sudah mengikuti karya aku sampai sejauh ini. Dibikin slow aja ya, jika ada yang bilang "lebay, di dunia nyata mana ada kayak gitu, males ah bacanya enggak ada konfliknya, dll". Emak akan jawab ini semua adalah kehaluan emak sendiri ya sayang dan di bikin komedi, apa sih komedi itu? Ya komedi adalah hiburan semata yang bikin kamu tertawa. Jadi jangan pada baper n nyamain di dunia nyata, dunia nyata dan dunia halu jelas berbeda. Di sinetron aja di bikinnya dengan kehaluan apa lagi di Novel 🤭
Ah, othornya nih yang baperan masa setiap ada Krisan yang enggak enak pasti begitu.
Emak jawab, memang diriku baperan Cinn. Bukannya enggak terima, othor itu orangnya legowo dan mau menerima krisan seperti apapun. Hanya saja ada kalanya hati ini merasa sedih dan perlu membagi dengan apa yang sedang dirasakan. Ya seperti ini, aku curhat sama kalian ye kan.
Dari pada di pendam malah bikin mood anjlok 'kan brabe jadinya, ye 'kan?
Udah ah segitu aje, terimakasih buat kalian semua love love sekebun singkong dan cabe buat kalian semua❤❤
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Daddy ini titisannya Deni cagur ya?" Tanya Jeje, mendongak menatap suaminya yang juga tengah menatapnya.
Xander mengernyit heran dengan pertayaan istrinya.
"Deni cagur? Siapa itu?" Tanya Xander.
"Ih, Masa tidak tahu sih! Itu loh raja gombal yang terkenal di Televisi." Xander hanya menaikan kedua bahunya.
Tidak perduli, karena memang dirinya tidak tahu dengan apa yang di katakan istrinya.
"Ck, dasar kudet." Dumel Jeje.
"Kau menyamakan aku dengan Deni itu?" Jeje mengangguk.
"Kalian sama-sama jago gombal! Dasar bule KW!" Sungut Jeje, sambil mencubit gemas perut Sixpack suaminya.
"Awww, sakitt!" Pekik Xander, sambil mengelus perut roti sobeknya.
"Lagian, nyebelin makin hari makin pinter ya ngegombalnya! Oh atau jangan-jangan kau suka menggombalin para wanita di luar sana!!" Tanya Jeje penuh selidik.
"Tidak pernah sayang." Jawab Xander dengan jujur.
"Bohong! Kemarin saja melihat pepaya gan—"
Cup
Dengan cepat Xander membungkam bibir manis istrinya dengan ciuman mautnya yang memabukan itu.
"Emmpp, Dad." Jeje memukul pundak suaminya berulang kali ketika Xander menciumnya dengan buas.
__ADS_1
Bahkan lidahnya sudah menelusup kedalam rongga mulut istrinya dan tangan kanannya meremat pepaya gantung bergantian, membuat Jeje melenguh nikmat.
Sedangkan tangan kiri Xander menekan tengkuk Jeje, agar semakin memperdalam ciumannya.
Xander benar-benar tidak memberi kesepatan Jeje untuk menolak keinginannya.
"Ah, daddy." Jeje melenguh ketika Xander menghisap choco chips yang berada di pucuk pepaya gantung itu.
Entah sejak kapan tubuh keduanya sudah polos tanpa sehelai benang.
Xander menggendong istrinya ala bridal style menuju arena pertempuran.
"Dad, empphhh hukuma ahhh daddy hukumanmu belum seles ahhh ohh sai." Ucap Jeje dengan susah payah, karena saat ini dirinya tengah merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika merasakan lidah suaminya bermain di pintu sarung sempit dengan beringas dan jari-jari besar itu memporapandakan si sarung sempit, hingga dirinya mendesaah tak karuan dan mencapai pelepasan pertama.
"Kau curang!! Daddy menyebalk— Ah daddy" Racau Jeje ketika si pedang pamungkas yang sakti mandra guna itu berhasil masuk kedalam sarung sempit.
"I Love You, Jenita." Xander terus meracau, sambil terus bergoyang es doger di atas tubuh istrinya.
Jeje hanya bisa pasrah dan merem melek sambil terus mendesaah keenakan.
Ia tidak menampik atau menghindar karena dirinya bukanlah orang yang munafik. Ia menikmati setiap sentuhan dan hujam yang di berikan oleh suaminya.
"Dad, lebih cepat. Yah seperti itu Ah nikmat sekali." Racau Jeje tak karuan.
Aku menang. Batin Xander bersorak.
Dasar curang!
Desaahan dan lenguhan terus terdengar di dalam markas tempur tersebut, hingga keduanya sampai pelepasan bersama.
"Arrghhhh." Erang Xander ketika ia menyemburkan Vla puding kedalam sarung sempit dan menghentakannya begitu dalam.
"Hah hah hah." Nafas keduanya masih terengah-engah.
"Terimakasih sayang." Xander menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah istrinya.
Cup
Lalu Xander mencium bibir Jeje dengan mesra dan dalam.
"Sama-sama, Dad." Jawab Jeje, tersenyum malu.
"Wajahmu merona, Membuatku ingin lagi." Goda Xander, sambil menciumi pipi Jeje yang merona.
__ADS_1
"Dad!!" Jeje melotot sempurna, membuat Xander tergelak lalu mencabut penyatuannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah membersih diri Jeje dan Xander merebahkan diri diatas atas ranjang dengan posisi berpelukan.
"Daddy, curang sekali." Kesal Jeje, sambil memainkan bulu-bulu kasar yang tumbuh di area dada bidang Xander.
"Habisnya kau tidak akan luluh jika tidak menggunakan cara seperti itu." Xander tersenyum lalu memiringkan tubuhnya dan menatap Jeje dengan lembut.
Xander sangat paham dengan sifat istrinya, jika marah hanya diam dan bisa sampai berminggu-minggu bahkan sampai satu bulan. Maka dari itu, Xander mana tahan jika di diamkan istrinya lama-lama. Dan cara yang efektif untuk membuat hati istrinya luluh lagi adalah menggunakan jurus katak melompat diatas pagar di atas ranjang.
Lalu yang jadi kataknya siapa? Ya tentu saja Daddy Xander. 🤭
"Ck! Jangan di ulangi lagi kesalahanmu. Dan hukumanmu tetap berlanjut untuk mengasuh Ansel dan Sean." Ucap Jeje dengan tegas.
Wajah Xander berubah pias seketika, tapi dengan cepat Xander menguasai dirinya.
"Ha ha ha, hanya mengurus Ansel dan Sean? Itu kecil sekali." Jawab Xander sombong, padahal dalam hatinya sudah meringis kesal.
Mati aku! Tapi, yang penting aku tidak kehilangan jatahku. Batin Xander.
"Wah, benarkah?? Hebat sekali. Aku, Oma dan para baby sitter saja kualahan menghadapi Sean dan Ansel, tapi kau benar-benar hebat." Puji Jeje, kepada Xander.
"Tentu saja, aku adalah ayah yang baik." Jawab Xander sombong, membuat Jeje semakin bangga kepada suaminya.
"Aku berpikir jika Sean dan Ansel membuat rusuh di kantormu." Ucap Jeje lagi.
Tidak hanya membuat rusuh tapi kedua putramu itu hampir saja membuatku bangkrut. Xander hanya berani berucap dalam hati.
"Tidak, mereka adalah anak yang manis dan penurut." Bohong Xander, demi kesejahteraan dunia perkasuran.
"Benarkah? Berarti kau adalah pawangnya Sean dan Ansel. Jika begitu bisakah kau mengasuh mereka lebih lama lagi?"
"Hah!!" Pekik Xander tertahan dan matanya membola sempurna.
Istrinya itu tidak sedang bercanda kan? Satu hari saja sudah membuatnya stres, apa lagi ditambah lagi bisa-bisa ia gila benaran.
"Tidak lama kok, nambah satu minggu lagi." Jawab Jeje santai, tanpa memperdulikan ekpresi suaminya.
'Tidakkk!!!!!!!!!!!!!'
Rasain daddy 😆
__ADS_1
Tambahin Vote hadiah dan like ya😘😘