
"Iya sayang" Xander panik lalu membuka pintu kamar mandi dengan kasar.
"Daddy,Ini" Jeje menunjukan testpeck nya kepada Xander.
"Sayang ini ?" Xander membekap mulutnya saat melihat ada garis dua di benda pipih itu.
"Itu apa artinya Dad ? Apakah aku hamil ?" Tanya Jeje.
Xander tidak menjawab melainkan mengangkat tubuh istrinya dan memeluknya dengan erat.
"Dad,lepas dulu aku belum memakai celanaku" Ucap Jeje,menyadarkan suaminya.
Dengan cepat Xander menaikan underware istrinya.
"Maaf" Xander membasuh sudut matanya yang basah.
"Dad,kenapa menangis apa aku membuatmu kecewa ?" Jeje bertanya dengan wajah yang terlihat sedih karena ia takut mengecewakan suaminya.
"Tidak sayang ini adalah air mata bahagia" Xander mencium puncuk kepala istrinya lalu tangannya mengusap lembut perut istrinya.
"Disini ada anak kita" Bahkan suara Xander terdengar bergetar,menandakan jika pria itu tengah menahan tangisnya.
"Jadi ?"
"Kamu hamil sayang,terimakasih. Aku akan menjaga kalian sebaik mungkin" Ucap Xander.
Xander tidak meyangka jika akan diberikan kepercayaan secepat ini,diusianya yang sudah memasuki 45 Tahun.
Jeje juga sangat tidak menyangka jika diperut nya ada makhkluk kecil yang bersemayam di dalam sana.
Keduanya sangat bahagia,bahkan mereka lupa jika masih di dalam kamar mandi.
"Mulai sekarang,kau tidak boleh melakukan pekerjaan yang terlalu berat" ucap Xander,lalu menggendong Jeje menuju tempat tidur dan merebahkannya disana.
"Memang aku melakukan apa ? Kecuali melayani Daddy diatas ranjang pertempuran ini". Jeje berkata sambil menatap sinis suaminya.
"He he he,itu hal yang tidak boleh di lupakan,dan lihat hasilnya kau menjadi kembung" Xander terkekeh sambil mengusap perut rata Jeje.
"Hih,Daddy menyebalkan" Jeje mencebikan bibirnya kesal.
"Kau disini dulu aku akan memberi pengumuman untuk penghuni rumah ini". Xander mengecup kening Jeje sebelum keluar dari kamar.
Kabar hamilnya Nyonya muda sudah tersebar di seluruh rumah besar itu. Para pelayan ikut bahagia mendengar kabar tersebut apa lagi mereka mendapatkan bonus 2 kali gaji mereka.
"Sering-sering saja Nyonya hamil jadi kita sering juga dapat bonusnya he he he" Ucap Salah satu pelayan disana.
"Huss,kau pikir Nyonya itu kucing apa ? " kesal salah satu temannya.
__ADS_1
Oma sangat bahagia karena menantu kesayanganya hamil.
"Oh,sayang akhirnya aku tidak sia-sia menua he he he karena sebentar lagi akan hadir cucu kedua kita di rumah ini. Aku sangat bahagia sayang" Oma Airin menangis haru sambil mengusap foto mendiang suaminya.
Sedangkan Raya sudah cemberut bukan karena tidak suka akan kehamilan ibu sambungnya.
"Ih,mami yang benar saja mami menyidam nya enggak banget ! Mana bisa aku membuat pecel lele,iyuhhh" Raya bergidik ngeri. Karena Jeje meminta agar Raya yang mengambil Lelenya dari empang langsung dan juga memasaknya.
"Nih" Xander memberikan segepok uang ratusan ribu untuk putrinya.
"Nah ini baru cucok he he he" Raya menerima uang itu dengan senang hati.
"Dasar mata duitan ! Sebenarnya sifat mu menurun dari mana sih ?" Kesal Xander.
"Ih,tentu saja dari daddy,pakai sok tidak mau ngaku lagi !" Ucap Raya mencibir ayahnya.
"Aku pergi dulu,Bye semua dan adik kecil sering-sering bikin kakak susah karena Daddy akan sering juga memberiku uang yang banyak he he he" Ucap Raya,sambil berbisik di depan perut Jeje yang masih rata.
"Daddy mendengarnya Raya !."
"Baguslah kalau Daddy mendengarnya jadi Daddy harus mempersiapkan uang yang banyak untuk kakak yang cantik ini,ha ha haa" Raya tertawa terbahak lalu segera pergi dari kamar Daddynya.
"Sial ! Sepertinya aku sedang di rampok " Umpat Xander.
"Dad !!!" Sang ratu melemparkan tatapan tajam.
"Jangan pelit kepada anak mu sendiri !" Ketus Jeje.
Raya mengambil lele di empang milik warga sekitar,dan juga memasaknya sendiri dibantu oleh beberapa pelayan.
Setelah memporak porandakan Dapur hanya untuk seekor ikan lele goreng beserta sambel dan lalapannya,akhirnya masakannya itu sudah di hidangkan di depan ibu sambungnya.
Aku tidak yakin dengan rasanya. Batin Raya.
"Wah,harumnya wangi sekali sepertinya enak banget ini" seru Jeje,sambil mengendus-endus ikan lele itu.
"Sayang,sebentar aku cobain dulu" Xander ingin mencuil daging ikan lele itu tapi tangannya lansung di tepis Jeje.
"Ini punyaku ! Jangan diambil secuil pun" Bahkan matanya sudah berkaca-kaca.
"Tidak sayang,aku hanya mencobanya sedikit saja".
"Tidak boleh ya tidak boleh kalau daddy mau bikin saja sendiri". Ketus Jeje,lalu mulai memakan lele itu bersama nasi hangat beserta sambal dan lalapannya.
Baru sebiji kacang hijau udah bikin kesal sekali,jangan sampai sifat anak kedua ku seperti kakaknya. Batin Xander. Karena menurutnya sifat Jeje berubah dari yang lembut kini berubah menjadi bar-bar.
Jeje memakan lele itu sampai habis tak tersisa hingga tulang-tulangnya pun ia kunyah.
__ADS_1
Xander dan Raya menatap ngeri saat melihat cara makan Jeje yang terlihat rakus,karena Jeje sampai nambah nasi dua kali.
"Dad,apa itu benar mami ?" Bisik Raya yang duduk di samping ayahnya.
"Aku tidak yakin" Jawab Xander.
"Dad,apakah Mami kesurupan ? Lihat cara makannya sangat mengerikan" Raya bergidik ngeri.
"Bicara lagi,Daddy potong uang jajan mu!" Xander menatap Tajam putrinya.
"Jeje,mengidam mu itu harus elit dong,masa iya minta pecel lele ?! Harusnya kau bisa memanfaatkan keadaan,mintalah mobil,Jetpri atau barang-barang branded" Ucap Oma Airin,yang duduk di hadapan Jeje.
Setelah Jeje selesai makan makanannya,mereka duduk di ruang tengah.
"Mom ! Jangan menodai otak polos istriku".
"Hei ! Kau jangan pelit ya sama istri sendiri !" Kesal Oma Airin.
"Jika Oma lihat dari cara makanmu sepertinya kau mengandung bayi kembar" ungkap Oma Airin.
"Oma kayak cenayang aja" Sela Raya.
"Tidak percaya ? Ayo kita taruhan ! Jika memang kembar,kau harus membelikanku baju macan tutul dari kulit asli" Ucap Oma Airin sambil menunjuk Xander.
Xander berdecak kesal karena ada saja keinginan aneh ibunya itu.
"Oma mau main sirkus ? Masa iya sih baju macan tutul asli ?" Raya tertawa terbahak.
"Diam lah,kau tidak tahu jika baju itu tengah ngetren hi hi hi" Oma Airin tertawa geli.
Xander mengusap perut istrinya sambil berucap.
"Amit-amit jabang bayi" berulang kali,karena melihat tingkah absurd ibunya.
Plak
"Beraninya kau !" Oma Airin memukul kepala putranya.
"Mom ! Kau membuat bayiku takut karena mendengar suaramu" Protes Xander sambil mengusap kepalanya.
"Ah,benarkah ? Maafkan Oma sayang" Oma Airin merasa bersalah lalu mengusap perut Jeje.
Jeje menahan tawanya saat melihat perdebatan ibu dan anak itu.
Amit-amit jabang bayi,Daddy 🤣🤣🤣🤣🤣
Jangan lupa hadiah,like dan vote nya😘🌹🌹🌹
__ADS_1