My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Pepaya California


__ADS_3

Jeje menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan, ketika ia akan memasuki rumah.


"Loh, kok cuma sebentar Je?" Tanya Oma Airin, yang tengah berada di ruang tengah bersama Four J.


"Iya, Mom. Daddy sedang sibuk jadi dari pada aku disana bengong lebih baik aku pulang dan bermain bersama Four J." Bohong Jeje.


"Coba lihat mommy. Kau tidak menyembunyikan sesuatu 'kan?"


Pasalnya Jeje berbicara dengan ibu mertuanya dengan kepala tertunduk.


Jeje mendongakkan kepalanya, "Aku tidak menyembunyikan sesuatu. Mom." Ucapnya, sambil menggelengkan kepalanya.


Bibir berkata tidak, tapi mata tidak bisa berbohong, itulah yang di tangkap oleh Oma Airin.


Ia begitu peka dengan keadaan menantunya.


Pasti ada yang tidak beres. Batin Oma Airin.


"Mom, aku mau ganti baju dulu." Pamit Jeje, dan Oma Airin menganggukan kepalanya.


Setelah berganti baju, Jeje kembali lagi keruang tengah untuk bermain dengan ke empat putranya.


Tidak berselang lama Xander datang dan memasuki rumah dengan tergesa.


Langkahnya terhenti ketika melihat Jeje, Oma Airin dan Four J tengah duduk di atas karpet tebal sambil menyusun Lego.


Tidak ada yang sadar akan kehadirannya.

__ADS_1


"No, Sean. Mami sudah susah payah untuk membangun istana rapunzel." Ucap Jeje pura-pura marah ketika Sean menghancurkan Istana yang di buatnya dengan Oma Airin, bukannya takut Sean malah bertepuk tangan dan tertawa.


Sedangkan ketiga putranya pun ikut bertepuk tangan lalu tertawa bersama seolah mereka setuju dengan apa yang telah di lakukan Sean.


Ah, Four J sangat menggemaskan sekali. Hingga membuat Jeje melupakan masalah yang baru menimpanya.


"Lihat anak-anakmu jahil sekali." Ucap Oma Airin, sambil mencubit gemas pipi cuby Sean.


"Iya, itu karena keturunan dari Omanya. Ha ha ha." Jeje tertawa lepas disana.


"Hei! Mana ada seperti itu." Elak Oma Airin, sambil mencebikan bibirnya kesal.


"Ulu ulu, manisnya jika sedang ngambek." Jeje meledek ibu mertuanya.


Xander masih berdiri tak jauh dari mereka, hatinya menghangat sekali ketika melihat keluarga kecilnya bahagia.


"Di di di." Nathan bertepuk tangan lalu merangkak menghampiri sang ayah.


"Hai, Nathan." Xander menggendong Nathan kedalam pelukannya, lalu ketiga putranya pun ikut mendekat dan berebut ingin di gendong oleh Ayahnya.


"Hei, satu-satu." Xander tergelak, ketika ia di kelilingi oleh Anak-anaknya kemudian ia menggendong putranya bergantian tak lupa juga ia menciumi pipi mereka dengan gemas.


Setelah melepas rindu dengan ayahnya Four J kembali bermain diatas karpet tebal bersama Ibunya.


"Hai, Mami." Xander menyapa istrinya yang terlihat cuek kepadanya.


"Hem." Jawab Jeje hanya berdehem, membuat Xander menghembuskan nafasnya kasar.

__ADS_1


Dan tentu saja hal itu tidak luput dari penglihatan Oma Airin.


"Xander ikut Mommy!" Oma Airin beranjak dari duduknya dan di ikuti oleh Xander.


"Huh" Xander sudah yakin jika hal ini akan terjadi. Ibunya adalah wanita yang paling peka sedunia.


Apa yang akan di perbuat oleh ibunya nanti? Jika tahu menantu kesayangannya sakit hati karenanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di ruang kerja Xander.


"Mom ak—"


"Tidak usah memberi alasan!!" Wah, ibunya benar-benar seperti cenayang cinta.


Sungguh hebat sekali, baru saja ia akan mengeluarkan alasan tapi sudah di skak matt lebih dulu.


"Mom, dengarkan aku dulu." Keluh Xander.


"Mommy sudah tahu!" Bentak Oma Airin. "Pasti kau tertangkap basah istrimu, kan?"


"Mom, Aku—"


"Apa karena melihat pepaya busuk gondal-gandul dan akan jatuh menjadikan dirimu lupa ingatan, jika dirumah ada pepaya california yang sangat segar?!" Ucap Oma Airin tak berfilter, membuat Xander melotot sempurna.


"Mom!!!"

__ADS_1


Pepaya California seger banget lho, Dad. Apalagi kalau di colek sambel rujak..Huhh aduhai tambah segar sekali🤤


Like, vote dan hadiah jangan lupa ya!!!


__ADS_2