
Hari ini Jeje dan Raya berniat untuk ke Mall terbesar di kota itu,Dan tentu saja mereka sudah meminta izin kepada pria tua nya masing-masing. 🤭
"Syukurlah jika para suami mengizinkan kita pergi," Ucap Jeje saat sudah didalam mobil.
"Hei,kau itu kenapa dari tadi diam?" Tanya Jeje,sambil menggoyangkan bahu Raya yang duduk di sampingnya.
"Ahh,Mami sepertinya aku kurang tidur dan aku lelah sekali," Keluh Raya.
"Sstt,ceritanya nanti saja,tidak enak sama Pak Ujang," Bisik Jeje,sambil melirik Pak Ujang yang tengah menyetir mobil. Jeje seolah tahu apa yang ingin di Bicarakan Oleh Raya.
"Hem," Raya hanya berdehem lesu. Kemudian ia menyandarkan punggungnya di sandaran Jok,sambil memejamkan matanya dan mengurut pelipisnya pelan.
"Sepertinya kau tidak baik-baik saja. Sebaiknya kita kembali ke rumah saja," Ucap Jeje,merasa kasihan pada Raya,yang sepertinya kurang istirahat akibat mengasah golok terus.
"Tidak perlu Mam,aku hanya sedikit lelah saja," Jawab Raya.
"Sudah sebaiknya kita kembali,Pak," ucap Jeje pada Pak Ujang.
"Jangan di dengarkan,Pak. Lanjut saja," Ucap Raya.
"Maaf,Nyonya-nyonya yang benar yang mana ini ?" Tanya Pak Ujang,yang sudah menepikan mobil.
"Lanjut saja pak !" Tegas Raya,
"Jangan di dengarkan pak,lebih baik kita kembali," Sahut Jeje,dan akhirnya perdebatan pun tak terelakkan dan pemenangnya adalah Raya.
"Dasar keras kepala," Sungut Jeje.
"Sudah lah mam,aku butuh refresing," Jelas Raya,dan Jeje hanya bisa menghela nafasnya.
Ya ! Raya benar-benar membutuhkan penyegaran otak dan juga badan.
"Nanti kita ke salon Si burung hantu ya Mam,aku ingin Spa," Ucap Raya,dan di angguki Jeje.
"Harusnya kau jangan terlalu memaksakan diri,tubuhmu itu butuh istirahat. Kalian baru satu minggu menikah,masih ada banyak waktu kok buat main jungkat-jungkit," Jeje menasehati,karena ia merasa kasihan kepada Raya.
"Iya,Mam," Jawab Raya.
Bagaimana mau istirahat,kalau goloknya Om Devan terus nyodok walaupun dirinya tertidur pulas. Batin Raya,memikirkannya saja bagian bawahnya sudah cenat-cenut tak karuan.
Om Devan benar-benar balas dendam. Batin Raya lagi.
Tidak berapa lama kemudian Mobil yang di tumpangi mereka sampai ketempat tujuan.
"Pak Ujang pulang saja nanti jika kita sudah selesai, saya akan hubungi Pak Ujang," Ucap Jeje kepada Pak Ujang.
"Baik,Nyonya," Pak Ujang menjawab tanpa menoleh.
__ADS_1
"Pak,saya tuh disini bukan di depan,Kalau diajak bicara lihat Orangnya Pak," Jeje menepuk pundak pak Ujang dari belakang.
"Maaf Nyonya ,saya tidak berani," Ucap Pak Ujang,masih menghadap kedepan.
Bisa ditebas leherku jika berani menatap nyonya muda. Batin Pak Ujang,sambil memegangi lehernya.
Tak ingin ambil pusing,Jeje dan Raya pun turun dari mobil dan menuju Salon milik Ema.
Walaupun Jeje dan Raya terlihat jalan berdua saja,tapi di belakang mereka ada beberapa Bodyguard bayangan yang menjaga mereka.
♤♤♤♤♤
"Aaa..... Ya,Amidong. Yei dan Yei kebiasaan deh kalau mau sindang itu kasih kabar-kabari dulu," Seru Ema dengan gaya gemulai,menyambut 2 wanita yang akan menambah uang di rekening nya bertambah banyak.
"Hai,Miss Em. Wah hari ini kau tampak berseri-seri ya," puji Jeje.
"Berseri-seri apanya ! Lihat dandanan nya aja mirip burung hantu," Ucap Raya.
"Hei,Yei suka gitu deh ah," Ema mengibaskan rambuk cepaknya.
Ema mendekati wajah Raya yang terlihat jutek itu.
"Ya !! Minggir kau," Raya terus mendorong dada bidang Ema.
Raya menutup wajahnya sambil tertawa karena melihat wajah Ema yang konyol menurutnya.
"Astaga Ema ! kau sungguh menggelikan !" Seru Raya.
"Ha ha ha haa,yang menggelikan itu yang enak," Ucap Ema,sambil menjulurkan lidahnya.
"Ya Tuhan,amit-amit jabang Orok," Ucap Jeje sambil mengelus perutnya yang buncit.
"Iihh,Yei pikir eike tuh genderuwo apee ?" Sungut Ema sambil menatap Jeje kesal.
"Bukan Genderuwo tapi wewe gombel,ha ha ha haaa," Raya tertawa terbahak.
Karena suara tawa Raya sangat menggelegar di Lantai bawah salon itu,membuat para pelanggan Ema menatap Raya dan Jeje.
"Oh,jadi ini Nyonya Clark ?!" Ucap salah satu wanita yang baru memasuki salon itu.
"Kau mengenal mami ku?" Tanya Raya,sinis.
"Tentu saja kenal," Wanita tersebut tersenyum palsu.
Jeje memperhatikan wanita tersebut dari atas hingga kebawah dan keatas lagi berhenti tepat di wajah wanita itu.
__ADS_1
"Ah,aku ingat kau. Bukan kah kau wanita yang tergila-gila dengan suamiku?" Tanya Jeje terlihat tenang.
"Mami mengenalnya ?" Tanya Raya dan diangguki Jeje.
"Ni ***** kayak nya pelanggan baru eike deh," Ucap Ema,sambil menunju wanita itu dengan gaya gemulai.
"Kita bertemu lagi ya !" Sahut Jeje. "Aku pikir kau sudah tidak punya muka tapi ternyata dugaan ku salah," Ucap Jeje dengan penuh penekanan.
"Ck. Apa kau tidak tahu jika suami mu itu pernah tidur dengan ku !" Ucap Wanita tersebut sambil tersenyum manis,membuat Jeje muak apa lagi Raya sudah ingin meremas mulut wanita itu.
"Eh ***** ! yei winda kan ?" Tanya Ema.
"Yes,miss Em,"Jawab Winda tersenyum manis sambil menatap Ema.
"Hei.! *****. Yei lunasin dong biaya perawatan Yei,masa iya yei perawatan 50 Jetong Yei bayarnya pakai Cicil ! Yei pikir salon Eike ini kredit panci emak-emak berdaster ?" Sengit Ema.
Senyuman di wajah Winda luntur seketika saat mendengar ucapan Ema.
"Malu Ya ?" Sinis Raya,menatap Winda sengit.
"Dengarkan ucapan ku Nona Winda ! Suamiku adalah pria yang terhormat jadi yang menjadi teman tidurnya juga harus terhormat seperti aku ! Dan suamiku tidak pernah memakai WC umum seperti anda Nona Winda ! Suami ku juga sangat tergila-gila padaku karena aku masih utuh alias perawan dan suamiku lah yang mengambil kehormatan ku !" Ucap Jeje penuh penekanan dan menatap Tajam Winda yang sudah pucat pasi.
"Kau pikir aku akan terperdaya dengan ucapan sampah mu itu ! Dan apa kau tidak melihat perutku membesar karena mengandung 4 penerus keluarga Clark !" Lanjut Jeje. Membuat Winda merasa sangat malu kemudian meninggalkan salon tersebut.
Raya dan Ema menatap Jeje terkagum-kagum.
"Sial !" Umpat Winda. Ia keluar dari salon tersebut sambil terus mengumpati Jeje.
"Mami sangat hebat," Puji Raya.
"Wah,gadis kecil Yei sekarang tidak sepolos dulu ya hi hi hii,karena tiap malam pasti Yei di polosin terus sama Oppa Xander dan hasilnya gini deh Yei jadi pemberani,hi hi hi," Ucap Ema sambil tertawa cekikikan.
"Hempaskan Uget-uget gatel. Hidup Mami Jeje !" Seru Raya heboh.
"Hidup !" Sahut Ema.
Hidup Othor !!! Hiduppp!!!😆😆😆😆🙏
Tambahin Vote dan hadiahnya ya 🙏. Jangan lupa like juga ya biar tambah rame 😘
Yuk berteman dengan Emak
Follow Ig Emak @Thalinda Lena
Real akun Emak 👇
__ADS_1