
"Ahh Daddyy Sshh ahhh." Jeje terus meracau ketika lidah Xander mengobrak-abrik sarung sempit di bawah sana.
"Oh My God." Jeje memekik tertahan kala Xander semakin memperdalam hisapannya di bawah sana.
Bahkan Jeje semakin membuka lebar pahanya agar Suaminya itu puas untuk mencicipi surga dunianya.
"Ahh Daddy aku mau sampai." Jeje mengangkat bokongnya dan di sambut baik oleh Xander.
Serrrr
Sesuatu keluar dari sarung sempit dan dengan rakus Xander menyeruput cairan tersebut hingga bersih tak tersisa.
Jeje menetralkan nafasnya yang tak beraturan karena pelepasan yang sangat luar biasa itu.
"Kau menikmatinya?" Tanya Xander dengan suara seraknya, terdengar sangat seksih dan sangat menggoda di indra pendengaran Jeje.
"Yeah! I Like It." Lirih Jeje, sambil menatap wajah super tampan suaminya itu. Si bule KW yang membuatnya tergila-gila dengan segala pesonanya.
"Mari kita mulai kemenu utama." Ucap Xander, dan di angguki Jeje.
Xander mulai memposisikan dirinya dan menuntun si kepala botak yang sejak tadi sudah ngences dan menganggukan kepala botaknya berulang kali.
"Pelan." Lirih Jeje, ketika pedang pamungkas yang sakti mandra guna itu mulai memasuki sarung sempitnya.
"Arghhhh, sakit." Jeje memekik, ketika pedang pamungkas itu mulai melesak kedalam sarung sempit.
Xander menghentikan gerakannnya ketika Istrinya kesakitan, kemudian ia memanggut bibir Jeje dengan lembut agar dapat mengalihkan rasa sakit tersebut.
Perlahan Xander menghentakan pinggulnya perlahan agar istrinya tidak terlalu kesakitan.
"Oh Shitt." Xander mengumpat kasar tapi terdengar sangat elit, saat pedang saktinya baru masuk setengah.
__ADS_1
Pedang saktinya itu terasa di jepit di bawah sana.
Xander menggertakan giginya bahkan urat-urat di lehernya sampai terlihat, ketika ia merasakan kenimatan yang sangat luar biasa itu.
"Daddy ahh." Racau Jeje, ketika Xander mengullum Choco chipsnya dengan lembut. Dan perlahan Xander menghentakan pinggulnya sekali lagi.
Blesss
"Arghhh." Keduanya memekik tertahan ketika pedang pamungkas yang sakti mandra guna itu sudah tertanam sempurna di bawah sana.
"Masih sakit?" Tanya Xander.
"Iya, Kenapa rasanya sakit sekali sama persis ketika kau mengambil mahkotaku." Ucap Jeje sambil meringis saat merasakan perih yang luar biasa di bagian intinya.
Bagaimana tidak sakit jika si pedang pamungkas semakin panjang dan besar.
Seperti tongkat baseball, maybe? 😆
"Maaf, tapi apa begini masih sakit?" Tanya Xander lagi, sambil bergoyang es doger.
Xander terkekeh kemudian ia mulai bergerak aktif diatas tubuh Jeje.
"Ouhhh, sangat nikmat." Racau Xander, ketika pedangnya terasa di urut di bawah sana.
"I Love U, honey." Xander terus meracau sambil mengucapkan kata-kata cinta kepada istrinya.
Selanjutnya hanya terdengar lenguhan dan desaahan bersahutan di dalam markas tempur 1 tersebut.
"Move, Honey!" Xander menggulingkan badannya kemudian dengan sigap Jeje mulai menunggang kuda.
Xander melipat kedua lengannya dan menjadikan batal di bawah kepalanya, sambil menatap Istrinya yang tengah bergerak liar diatasnya.
__ADS_1
Menggoda iman.😆
"Kau sangat menggairahkan, honey." Ucap Xander, Kemudian Xander maraup pepaya gantung yang gondal-gandul di depan matanya.
Hap
Xander memasukan Choco chip itu kedalam mulutnya bergantian.
"Ah, daddy." Desaah Jeje, sambil memejamkan matanya.
"Faster!" Bagai penunggang kuda yang handal, tak perlu di suruh dua kali Jeje pun mempercepat goyangan Es Doger diatas suaminya.
"Aku sudah KB, keluarkan saja Vla pudingnya di dalam." Racau Jeje, sambil terus bergoyang diatas suaminya.
"Kau mempersiapkan semuanya." Xander tersenyum puas.
"Ahhhh, Are you crazy!" Pekik Jeje, ketika Xander ikut menyodoknya dari bawah dan itu membuat Jeje berteriak keenakan.
"Yeah, aku gila karenamu." Xander terus menyodok dari bawah hingga keduanya sampai pelepasan bersamaan.
"Arghhhh." Racau Xander, dan menekan bokong istrinya saat ia menyemburkan Vla puding kedalam si sarung sempit.
Jeje sudah terkulai lemas diatas tubuh suaminya sambil mengatur nafasnya yang tak beraturan.
"Aku beri waktu satu jam untukmu istirahat setelah itu persiapkan dirimu untuk memulai hukumanmu." Ucap Xander kepada istrinya sambil menyeringai licik.
Saatnya balas dendam! Batin Xander.
"What!!"
__ADS_1
Panas dan gerah siapa yang nyalain api?
Tambahin Vote dan hadiahnya !!