
"Owekkk...Owekkkk... Owekkkkkk." Four J menangis tak ada henti dan tidak ada yang bisa menenangkannya.
Para baby sitter pun pusing di buatnya, hingga Oma Airin turun tangan langsung.
"Kenapa, para tuyul ini menangis." Tanya Oma Airin. "Dan dimana Jeje?" Tanya Oma Airin lagi. Sambil mengangkat tubuh Sean ke dekapannya.
"Anu Omaa ... Anuu." Salah satu Babysitter bingung ingin menjelaskan.
"Anu apa anu? Ngomong yang jelas." Ucap Oma Airin dengan nada kesal.
"Owekkkk.... Owekkkkkk." Four J menangis bersahut-sahutan, sudah seperti paduan suara.
"Oh.. God! Kepalaku rasanya nyut-nyutan." Keluh Oma Airin ketika mendengar Four J tak berhenti menangis.
Kemudian Oma Airin menatap tajam babysitter tersebut satu persatu. Para Baby sitter yang di tatap seperti itu pun menundukan kepalanya.
Oma Airin menganggukkan kepalanya berulang kali.
"Anak nakal itu menyuap kalian berapa duit?!" Tanya Oma Airin.
Sangat paham dengan kelakuan putranya yang super duper mesum dan juga licik.
Seperti dirinya! 😂
"500 ratus ribu, Oma." Jawab salah satunya, menundukan kepalanya.
"Cih! Murahan sekali kalian ini!" Kesal Oma Airin.
__ADS_1
Sedangkan didalam Markas tempur 1 sedang terjadi pergulatan panas antara Si sarung sempit dan Si pedang pamungkas. Mereka terus mendesah dan menengguk kenikmatan bersama.
"Ahh Dad." Desaah Jeje, ketika Xander menghujamkan pedangnya kedalam sarung sempit dengan tempo yang cepat.
"Yeah, teruslah mendesaah sayang." Racau Xander, sambil mengecupi punggung istrinya dan memberikan jejak cinta disana.
"Aku lelah, dad." Rengek Jeje.
"Sebentar lagi. Ouhhhh shiit kau nikmat sekali sayang." Ucap Xander, saat ia melakukan gaya katak naik kepunggung.
Tok..... Tokkk...Tok....
Suara gedoran pintu dari luar kamar membuat Xander mengumpat kesal.
"Sial! Siapa yang berani menggangguku!" Kesal Xander, walau begitu ia tetap berpacu di belakang istrinya.
"Ahhh, Daddy.. Ada yang ahhh menge ahhhhhh tuk pin ssshhhh tu." Ucap Jeje, dengan susah payah.
"Ahh, Daddy empphhhh." Jeje mendesah tak karuan di bawah kungkungan Xander yang gagah perkasa.
Tok.....Tok...Tok....
Suara ketukan pintu semakin keras terdengar.
"Dad, buka ahh dulu pintu nya ahhhh Emphhhh." Bibir Jeje langsung di sambar oleh Xander dengan sangat rakus.
"Nanggung sebentar lagi." Ucap Xander, masih menikmati kegiatannya.
__ADS_1
"Ahh, Dad." Jeje mengerang ketika ia sampai pelepasaan entah sudah berapa kali.
Sedangkan diluar kamar Oma Airin sangat kesal dengan kelakuan putranya.
"Dasar Anak kurang garam!!! Bule KW!" Oma Airin terus mengumpati putranya sambil berkacak pinggang di depan pintu markas tempur tersebut.
"Pak Man!! Ambilkan kunci cadangan!" Titah Oma Airin kepada Pak Man.
"Baik, Oma." Pak Man, kemudian menjalankan perintah dari sang ratu gesrek.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Argghhhh." Xander mengerang panjang ketika ia mencapai pelepasan dan menyemburkan Vla pudingnya ke dalam si sarung sempit.
"Bagaimana? Hukuman yang aku berikan sangat nikmat bukan?" Tanya Xander, dengan menyeringai licik.
"Sangat tapi aku lelah. Minggir Dad!" Jeje mendorong suaminya agar mencabut pedang pamungkasnya yang masih tertancap di dalam sana.
Cup
"Hukumanmu belum selesai!" Ucap Xander, setelah mengecup bibir istrinya yang terlihat bengkak.
"Kau gila! Dad!" Jeje mengumpati suaminya. Bukannya marah tapi, Xander malah tergelak.
Kemudian ia mencabut Pedang pamungkasnya lalu menggendong Jeje menuju kamar mandi.
Di luar kamar, Oma Airin sudah menahan emosinya yang sudah di ubun-ubun.
__ADS_1
"Awas saja! Aku akan menyunatmu untuk kedua kalinya!!"
Kasih Vote,hadiah dan Like ya😘😘