
"10 juta satu kalimat!" Ucap Oma Airin, semua baby sitter yang ada mendengar ucapan Oma terperangah.
Bebeda dengan Jeje yang sudah terbiasa dengan kehidupan Oma Airin dan juga suaminya. Bagi Oma Airin uang segitu bagaikan remahan rengginang yang terdampar di dalam toples.
"Hei ! Hei !!! Oma nantangin eike yes?" Tanya Ema sambil menggerakan tangan gemulainya. "Siapa takut! Tapi nanti Oma dan semua yang ada di sindang jangan jut terkejut dengan suara jantan eike yang menggelora dan membuat hati para kaum ciwi meleleh, Auhhhhhh." Ucap Ema dengan gaya gemulai.
"Banyak omong! Sekarang Yei harus buktikan!" Oma Airin menirukan gaya berbicara Ema.
"Oke! Satu kalimat 10 jetong. Bersiaplah Oma, karena eike akan menguras dompet Yei sampe ke akarnya hi hi hi hi."
"Ehem eheemm. Tes ting tes ting sekali tes langsung bunting. Hi hi hi hii." Ema melakukan intro terlebih dahulu.
"Ema !!!!" Kesal Oma Airin.
"Sabar dong Oma! Karena suara jantan eike kan sudah lama hibernasi jadi eike harus Intro dulu." Jawab Ema, sambil mencebikkan bibirnya dengan manjah.
Sedangkan Jeje sudah tertawa terbahak-bahak karena melihat kelakuan Ema.
"Ehem. Hai apa kabar J1, J2, J3 dan J4." Tiba-tiba suara Ema menjadi sangat macho. Dan benar kata Ema jika orang yang mendengarnya akan menjadi meleleh dan berdebar tapi, tidak untuk Jeje dan Oma Airin. Ya ! Pasti kalian tahu sendiri alasannya. 😆
Selanjutnya Ema menyapa semua orang yang ada disana, termasuk tukang kebun yang sedang menyirami tanaman dan para Pelayan yang tengah melintas, bahkan Pak Man yang tengah melintas di sana pun di sapa oleh Ema.
__ADS_1
"Bagaimana suara eike? Cocok meong kan?" Tanya Ema, kembali gemulai dan kemayu.
"Wah, Suaranya benar-benar bikin jantungku dag-dig dug serrrr." Ucap Salah satu Baby sitter.
"Ah,terimakasih mbak." Ucap Ema, dengan suara gemulainya lagi.
"Jadi totalnya ada 12 kalimat yes, Oma." Ucap Ema sambil meniupi kuku cantiknya.
"Dasar mata duitan!" Cibir Oma Airin.
"Lumayan 120 jetong, hi hi hi." Ema tertawa cekikikan.
"Ketik nomer rekeningmu!" Titah Oma Airin, sambil menyerahkan ponselnya kepada Ema.
Tak berselang lama, Ponsel Ema bergetar dengan cepat ia membuka ponselnya.
"Omegatttt!! Oma, 120 jetong!!. Thanks you Oma." Ema berseru heboh lalu menciumi ponselnya, kemudian memeluk Oma Airin.
"Woi!!! Sesak!" Pekik Oma Airin, ketika dirinya di peluk badan besar Ema.
"Hi hi hii,maaf Oma." Ema mengurai pelukannya.
__ADS_1
"Traktirannya dong, Miss Em." Rayu Jeje.
"Hih!! Yei minta saja sama Oma. Duit Oma kan melimpah ruah seperti air di dalam bak mandi,hi hi hii." Ema tertawa cekikikan.
"Kau pikir tempat penampungan air?" Ketus Oma Airin.
"Ya, seperti itu! hi hi hii." Jawab Ema, dengan gaya gemulai.
"Pokoknya Oma ter the best. Sering-sering aja ya Oma bagi-bagi rejeki."
"Ya,Asal kau kembali ke jantan lagi. Aku akan memberikanmu uang yang lebih dari ini." Ucap Oma Airin menatap Ema dengan intens. Karena ia ingin tahu bagaimana reaksi Ema.
"Oma yang cantik, yang keriput dan bohay."
"Ya!!" Seru Oma Airin.
"He he he he,Kalau itu sepertinya—"
Yah! Digantung🤪
Gimana nih? Miss Em mau kembali lagi gak ya?
__ADS_1
Tambahin Vote dan hadiahnya ya😘😘