My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Mimi Peri


__ADS_3

Masih di rumah sakit xxxx


Xander begitu sangat siaga menjadi seorang ayah yang statusnya baru di perbarui.


Seperti saat ini ia begitu telaten mengganti popok salah satu putra ketiga nya yang baru saja membuang Amunisi,tidak ada rasa jijik atau pun risih. Justru Hot Daddy itu sangat menikmati perannya.


"Wah,kau sangat rakus meminum susu mu,lihatlah Amunisimu sangat banyak sekali." Ucap Xander sambil mengelap bokong putranya dengan kapas Steril.


Jeje yang mendengarnya pun terkekeh geli,sambil menyusui putra ke empat nya di atas tempat tidur pasien. Sedangkan dua putranya yang lain masih memejamkan matanya.


"Daddy,apa kau tidak risih?" Tanya Jeje.


Karena ia melihat suaminya sangat telaten dan tidak jijik ketika menggantikan popok anaknya. Tidak seperti pria pada umumnya.


"Tidak,Honey. Justru aku sangat menikmati semua ini." Ucap Xander.


"Nah,sudah selesai dan harum." Ucap Xander lagi,sambil mencium putranya itu dengan gemas.


"Aku sungguh kagum dengan Daddy." Puji Jeje sambil tersenyum manis.


"Apa yang kau kagumi dari ku?" Tanya Xander,kemudian menimang putra ketiganya agar tidur lagi.


"Semuanya." Jawab Jeje. "Menurutku Daddy sangat sempurna dalam hal apapun." Lanjut Jeje,sambil menatap suaminya dengan penuh cinta.


"Termasuk menggempurmu dan mengasah pedang panjang ku diatas ranjang." Xander mengerling nakal.


Blush


Wajah Jeje merona malu,karena ucapan suaminya yang benar adanya.


"Daddy Ih." Seru Jeje. Beruntung di kamar itu hanya ada mereka berdua saja,karena dua suster yang berjaga para baby nya sedang istirahat makan siang,sedangkan Oma pergi ke yayasan untuk mencari baby sitter untuk Four J.


Lalu Raya dan Devan ? Oh,jangan ditanya lagi,mereka sedang melakukan aktifitasnya seperti biasa Ke kampus dan Devan bekerja di Holitron Grub.


Ha ha ha haaa.😆


"Kenapa Hem?" Tanya Xander tersenyum nakal,menghampiri Jeje dengan tangan masih menimang putranya.


"Ih,puasa Dad!" Wajah Jeje semakin merona merah.


"Aku tahu ! Memang aku meminta jatah ? Aku kan hanya menggodamu saja ? Wah ! Atau jangan-jangan kau sendiri ya yang berpikiran mesum." Ucap Xander semakin menggoda istrinya.


"Daddy!" Jeje ingin menyembunyikan wajahnya di dalam kantong kresek. Karena yang di ucapkan Suami nya benar dan dia saat ini tengah membayangkan pedang panjang yang sakti mandra guna milik suaminya itu.

__ADS_1


Xander tergelak ketika melihat wajah istrinya semakin merah dan juga salah tingkah.


"Ingat puasa Tiga bulan." Kali ini Xander yang meledek Jeje,dan berhasil membuat istri cantiknya itu cemberut.


"Jangan cemberut seperti itu,aku jadi semakin gemas." Ucap Xander,sambil meletakkan Putra ketiganya di dalam box bayi karena sudah tidur.


"Cih !" Jeje mencebikkan bibirnya dengan kesal.


Setelah meletakkan putranya di dalam box,Xander pun menghampiri istrinya kemudian duduk di tepi tempat tidur pasien.


"Boy ! Sudah minumnya dong,kau menghabiskan jatah milik Daddy." Ucap Xander kepada Putranya yang tak berhenti meminum sumber makanannya.


Entah kenapa putra bungsunya itu lebih suka meminum sumber makanan nya dari botol gantung langsung dari pada meminum susu formula.


Bahkan putra bungsunya itu juga tidak mengizinkan ketiga kakaknya meminum dari botol gantung langsung. Ia tidak ingin berbagi dan botol gantung tersebut hanya miliknya seorang.


"Ish ! Daddy apaan sih ? Ngomongnya gak disaring." Kesal Jeje kepada suaminya,dan membuat Xander tergelak.


"Lagian si bungsu doyan banget sama botol gantungnya,tidak seperti ketiga kakaknya." Ucap Xander,sambil mengelus pipi mulus si bungsu.


"Botol gantung ? Enak saja !!" Seru Jeje kesal.


Saat ibu dan ayah baru itu sedang berdebat,tiba-tiba seseorang masuk ke dalam kamar rawat tersebut sambil membawa berbagai macam hadiah di tangannya dan sambil berseru ria.


"Alohaa Eike datang para keponakan mimi." Seru Ema dan berjalan berlenggak-lenggok menuju tempat tidur Jeje.


"Tidak sopan!!" Seru Xander,karena Ema datang berseru dan beruntung keempat putranya tidak terusik.


"Hi hi hi hi,maafin eike Oppa,eike terlalu bersemangat." Ucap Ema dengan gaya gemulainya.


Ema meletakkan beberapa hadiah tersebut diatas sofa kemudian ia menghampiri box bayi yang terletak di samping tempat tidur Jeje.


"Ahhh,Ya amidong,Gumusss....Gumussss eikee awww pengen gigit deh tuh pipi nya." Ucap Oma kemayu,sambil menggoyang-goyang kan tubuh gemulai nya,ketika melihat tiga bayi tampan di dalam box bayi sana.


"Ema,kau berisik sekali!" Ketus Xander.


"Ihh ! Oppa,aku tuh pengen deh pengen punya bayi kayak begindang,bikin yuk !" Ajak Ema sambil mengerlingkan matanya nakal,membuat Xander bergidi ngeri dan sedangkan Jeje tergelak.


"Bikin sama kucing sana!" Sungut Xander kesal.


"Ih,Oppa jahara deh ah." Ucap Ema mengerucutkan bibirnya kesal.


Sedangkan Xander tak memperdulikan Ema dan lebih memilih membuka laptopnya untuk mengecek email yang di kirim oleh Devan.

__ADS_1


Ya,sebelumnya ia meminta Devan untuk mengambilkan laptop dan keperluannya yang lain untuk di bawa kerumah sakit.


"Miss Em,terimakasih ya sudah repot-repot datang kesini." Ucap Jeje tersenyum sambil menatap Ema yang sedang memperhatikan satu persatu ketiga anaknya yang tertidur di dalam box bayi.


"Issh,Yei kayak sama siapa saja sih." Balas Ema.


"Eh,BTW aniwai busway. Nih para tuyul namanya siaposeh?" Tanya Ema,penasaran.


"Rahasia." Xander yang menjawab.


"Ih !! Opaa,eike cubit ginjal yei nih lama-lama." Ucap Ema,mengerucutkan bibirnya kesal.


"Eike herman deh sama kalean ini,rambut kalean kan lebat tapi kenapa anak-anak kalean ini jadi tuyul begindang??".


"Mungkin mereka marah karena waktu di dalam kandungan sudah di katai oleh Daddynya empat tuyul." Jawab Jeje terkekeh.


"Ah,ya amidong. Mungkin juga yes,secara kan ucapan itu adalah doa,hi hi hi. Ya kan Oppa?" Ema meminta persejuan dari Xander dengan gaya yang genit.


"Cih!" Xander hanya berdecih kesal.


"Tapi Eike boleh Dong pinjam tuyul kalean satu?" Tanya Ema,dengan nada kemayu.


"Buat apa?" Tanya balik Jeje.


"Biar eike tambah tajir melintirrr dong,hi hi hi hii." Ucap Ema tergelak.


Pletak


Xander melemparkan botol Aquah kosong kearah Ema dan tepat mengenai lengan Ema.


"Bicara lagi ! Akan ku ratakan salon mu itu." Sungut Xander kesal.


"Ihh,Oppa." Rengek Ema sambil mengusap lengan kekarnya tapi gemulai itu.


"Eh,Mami kecil tadi Yei belum jawab pertanyaan Eike. Siaposeh nama anak-anak kalean." Tanya Ema,lagi.


"Jangan di beri tahu sayang." Ucap Xander,kepada istrinya.


"Ih! Oppa jahara deh,ke empat tuyul ini juga anak mimi juga." Ucap Ema,membuat Jeje tergelak sampai perutnya terasa sakit.


"Mimi Peri!".


🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


Kalean semua keluarin dong Vote sama hadiahnya


Jangan lupa tinggalkan jempolnya juga ya🥰


__ADS_2