
Devan berjalan menaiki anak tangga dengan lesu.
"Kenapa?" Tanya Raya, saat berpasan dengan suaminya.
"Huh, tidak." Ucap Devan, tanpa menoleh dan terus menaiki tangga.
Raya yang khawatir dengan keadaan suaminya pun akhirnya mengikutinya menuju kamar.
"Sayang?" Panggil Raya, ketika sampai di dalam kamar ia melihat Devan duduk bersender di Sofa sambil memejamkan matanya.
"Hem?" Jawab Devan.
"Kau sakit?" Tanya Raya, lalu duduk di sisi sebelah kiri Devan yang kosong.
Devan tidak menjawab. Tapi, ia malah mengusap perut buncit Raya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Maafkan aku ya, karena telah menyakiti hatimu." Ucap Devan, dengan sendu.
"Aku sudah memaafkanmu tapi aku masih kesal denganmu!" Jawab Raya, dengan jujur dan menatap suaminya itu dengan kesal.
"Ya, aku salah dan aku memang bodoh. Di saat istriku sedang mengandung anakku, tapi aku dengan bodohnya mau di ajak jalan dengan mantan kekasih." Ucap Devan, kali ini ia memegang kedua tangan Raya dengan lembut.
"Pasti hatimu saat itu sangat sakit. Ketika melihat suamimu berjalan dengan wanita lain. Sayang maafkan aku." Ucap Devan lagi, terdengar sangat tulus dan penuh penyesalan, membuat hati Raya tersentuh.
"Sakit sangat sakit yang aku rasakan. Aku berpikir saat itu dirimu menduakan aku." Ucap Raya mulai terisak.
Dia sangat mencintai Om Tampannya itu.
"Itu tidak akan pernah terjadi, sayang." Ucap Devan, lalu mengusap air mata Raya dengan ibu jarinya.
"Karena aku sangat mencintai dan menyayangimu." Lanjut Devan, lalu mengusap perut buncit Raya lagi.
__ADS_1
Duk
Duk
Sebuah tendangan kecil dan pertama kali yang di lakukan oleh dede gondrong dari dalam sana.
"Dia menendang sayang!" Pekik Devan sangat bahagia dan terharu.
"Ya, sayang. Aku merasakannya juga. Biasanya dia hanya bergerak kecil di dalam sana tapi kali ini dia menendang." Ucap Raya, tersenyum penuh haru.
"Sehat-sehat ya di dalam perut, Mami." Ucap Devan, lalu mengecupi perut istrinya dengan rasa syukur dan sangat bahagia.
"Ya, ampun aku merasa menjadi pria yang bahagia di dunia ini, mempunyai istri yang sangat cantik dan —".
"Dan, kau masih jelalatan." Potong Raya dengan cepat dan menatap kesal suaminya.
Mode Lebah akan segera di mulai jika sudah seperti itu. Pasti mulut Istriku tidak akan berhenti berdengung di telingaku. Batin Devan.
"Sayang, kau merusak suasana." Keluh Devan.
Sedangkan Devan mengusap wajahnya frustasi.
Astaga! Moodnya naik turun seperti bianglala. Membuatku pusing kepala. Batin Devan lagi.
"Sayang, sekali aku lagi minta maaf." Ucap Devan dengan sangat lembut dan hati-hati.
"Iya." Jawab Raya singkat, dan masih memalingkan wajahnya.
"Jawab 'Iya' nya menghadap kesini dong." Ucap Devan sambil menoel dagu Raya dari samping.
"Enggak lucu!"
__ADS_1
"Eh, memang siapa yang lagi ngelawak? 'Kan aku lagi merayu kamu." Ucap Devan, lalu mengangkat Raya keatas pangkuannya dengan mudah.
"Ya!" Pekik Raya, ketika tubuhnya diangkat begitu saja oleh suami perkasanya itu.
Saat ini Raya berada di pangkuan Devan dengan posisi duduk menyamping.
"Maafkan aku dan mari kita berdamai." Ucap Devan dengan lembut lalu mengecup kedua pipi Raya dengan mesra.
Raya mengangguk pelan sebagai jawaban.
"I Love You." Bisik Devan.
"I Love You, To." Balas Raya.
Cup
Devan mengecup bibir Raya dengan sangat lembut dan Raya pun membalasnya lalu mengalungkan kedua tangannya di leher Devan.
Secara perlahan Devan mengangkat tubuh Istrinya itu menuju area pertempuran.
Dan
Selanjutnya
Bayangin aja sendiri hot-hotnya
🤣🤣🤣
Jangan hujat Emak yang solehah ini.
Tambahin Vote dan hadiahnya. Likenya jangan ketinggalan.
__ADS_1
Bonus Visual Raya dan Devan, Biar makin traveling🤣