My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Kaleng rombeng


__ADS_3

One Week later


Keadaan Jeje sudah lebih baik,jahitan bekas operasi di perutnya pun sudah membaik dan mengering,tinggal masa pemulihan saja. Maka dari itu Jeje minta segera untuk pulang kerumah karena ia sudah tidak betah di rumah sakit,selain itu ia juga tidak ingin ke empat putranya berlama-lama di rumah sakit tersebut.


Dan disinilah ia sekarang,sudah berada di kediaman keluarga Clark bersama keluarga besarnya yang sedang berkumpul di ruang tengah dan di tengah-tengah mereka ada empat bintang yang tengah bersinar yang mencuri perhatian mereka dan membuat semua orang bahagia.


Yups,siapa lagi kalau bukan si Four J.


"Oh,ya tuhan lihat aku. Tidak sia-sia aku menua." Ucap Oma Airin sambil menggendong Nathan yang terlihat membuka matanya sambil menatap sekelilingnya yang terlihat ramai. Nathan sesekali menjulurkan lidahnya dan juga mengedip-ngedipkan matanya berulang kali di tambah lagi kepala botaknya terlihat sangat lucu,membuat Bayi itu semakin terlihat menggemaskan.


"Oma awas hati-hati,nanti si botak nyungsep." Celetuk Raya.


"Ish ! Kau itu." Sungut Oma Airin,kemudian menciumi wajah mungil Nathan.


"Owhh ya ampun,lihat ini wajah Aiden sangat tampan dan manis." Giliran Nyonya Fadaei yang berucap sambil memangku Aiden.


Nyonya Fadaei sudah sangat mendapatkan cucu dari Raya. Dan ia berharap sekali segera mendapat kabar baik dari menantunya itu.


"Iya,tampan sekali. Tapi wajah mereka sebenarnya tidak sama coba perhatikan Four J dengan teliti." Ucap Tuan Fadaei,yang duduk di sebelah istrinya.


"Ah,iya benar sekali. Jadi mereka kembar tapi tidak identik." Ucap Oma Airin membenarkan penuturan Tuan Fadaei,ketika ia melihat Four J.


Sedang Jeje hanya memperhatikan interaksi keluarganya dengan perasaan yang sangat bahagia dan hatinya sangat mengahangat,sambil menggendong si bungsu Ansel yang super manja,bayi Ansel tidak ingin di pegang oleh siapa pun kecuali sang Mami.


Andai saja Ayah dan Ibu masih disini.Batin Jeje menangis sedih.


"Sayang,waktunya meminum obatmu." Ucap Xander yang datang dari kamarnya sambil membawa beberapa obat ditangan kanan nya dan Segelas Air ditangan kiri.


"Terimakasih Daddy." Ucap Jeje,setelah meminum obatnya.


Xander hanya tersenyum kemudian mencium kening istrinya dengan penuh cinta.


"Owh,so sweet." Seru Raya,membuat Jeje tersipu malu.


"Raya,apakah sudah apa kabar baik ?" Tanya Nyonya Fadaei tiba-tiba. Entah kenapa mulutnya terasa sangat gatal sekali untuk menanyakan hal tersebut.


Wajah Raya yang ceria tadi berubah sendu sambil mencium Sean yang ada di pangkuannya.

__ADS_1


"Ehem." Devan berdehem kencang dan menatap tajam ibunya.


Ya ! Hubungan Anak dan orang tua itu belum ada kemajuan. Meskipun Tuan dan Nyonya Fadaei sudah pindah rumah dan sering mendekatkan dirinya kepada Devan,tapi putranya itu seolah sudah menutup hatinya.


"Apa aku salah bertanya?" Tanya Nyonya Fadaei ketika melihat suasana tiba-tiba hening dan semua orang menatapnya dengan tatapan aneh menurutnya.


"Jangan pertanyakan hal itu,Mom !" Kesal Tuan Fadaei sambil berbisik.


"Lah memang kenapa ? Mom hanya bertanya,apa lagi usia pernikahan putra kita sudah hampir empat bulan." Ucap Nyonya Fadaei tanpa beban,dan ia tidak sadar jika pertanyaannya itu telah melukai hati seseorang.


Oma menyerahkan Nantan kepada baby sitternya begitu pula baby yang lain di ambil baby sitter masing-masing. Sedangkan Jeje segera pindah kekamar dibantu oleh suaminya,karena ia tidak mendengarkan perang dunia yang akan di mulai.


Oma Airin menyingsing lengan bajunya hingga ke pundak sambil menatap kesal besannya itu.


"Memang kenapa jika Raya belum hamil ?! Apa kau akan menyuruh Devan untuk menceraikan Raya atau mencari rahim pengganti agar kau mendapatkan cucu secepatnya !" Ucap Oma Airin dengan nada yang menggebu.


Sedangkan Raya sudah menitikan air matanya dipelukan Devan. Dan Devan selalu menguatkan istrinya dan sambil memperhatikan ibunya.


"Oh,Astaga Oma. Kenapa anda berpikiran buruk sekali?" Tanya Nyonya Fadaei.


"Tentu saja aku berpikiran buruk padamu karena kau adalah ibu yang buruk juga." Balas Oma Airin dengan sengit.


"Ini lah yang membuatku ragu untuk membuka hatiku untuk kalian !" Ucap Devan,menatap tajam kedua orang tuanya.


Deg


Jantung kedua orang tua Devan berdegup dengan cepat ketika mendengar penuturan putranya.


"Devan,Mom hanya bertanya apa salah ?" Tanya Nyonya Fadaei lagi.


"Salah !!! Karena kau telah melukai hati istriku !" Ucap Devan dengan sengit.


Nyonya Fadaei menatap wajah menantunya yang terlihat sembab.


"Raya,apakah Mom melukai hatimu ? Tidak salahkan jika Mom bertanya seperti itu?" Tanya Nyonya Fadaei dengan nada biasa.


"Dasar tidak peka ! Apa mata mu buta dan apa kau tidak melihat jika Raya menangis karena kau." Ucap Oma Airin kesal sambil menunjuk besannya itu.

__ADS_1


"Justru karena aku peka dan perhatian maka dari itu aku menanyakannya." Ucap Nyonya Fadaei lagi.


"Pantas saja Devan pergi dari hidup kalian,ternyata sifat ibunya seperti ini dan mempunyai otak yang konslet !" Cibir Oma Airin dengan nada yang teramat kesal.


"Sudah !! Sudah kalian berdepat di rumahku ?!" Tanya Xander dengan nada yang sangat mengerikan.


"Tuan —"


"Devan bawa Raya pergi dari sini." Titah Xander kepada Menantunya dan Devan pun mengangguk lalu membawa Raya pergi dari sana. Setelah melihat Raya tidak ada disana,barulah Xander melanjutkan ucapannya.


"Aku sangat kecewa dengan besanku ini." Ucap Xander,kemudian duduk di sofa yang sebelumnya ditempati Devan.


"Harusnya Anda itu berfikir sebelum bertanya ! Apa anda tidak memikirkan perasaan Raya ? Masalah seperti ini sangat sensitif jika di pertanyakan !" Jelas Xander dengan nada tegas.


"Nah benar ! Bahkan kami saja tidak berani bertanya tapi mulutmu itu seperti Kaleng robeng !" Sungut Oma Airin dan membenarkan perkataan putranya.


"Maaf." Ucap Nyonya Fadaei.


"Maafkan istri saya Tuan." Ucap Tuan Fadaei merasa tidak enak hati karena ucapan istrinya.


Dan kini mereka akan lebih sulit untuk meluluhkan hati Devan lagi.


"Aku memaafkan kalian dan tentu Raya pun begitu,karena putriku adalah wanita yang sangat baik." Ucap Xander dengan nada yang lebih tenang.


"Tapi,aku tidak tahu dengan Devan. Kalian harus tahu jika Devan mempunyai sifat keras kepala yang sangat tinggi,jadi sepertinya kalian akan lebih susah lagi untuk meluluhkan hati Devan." Lanjut Xander.


"Selamat berjuang BESAN !" Ucap Oma Airin,menekan kata 'besan'. Kemudian Oma Airin meninggalkan ruang tengah itu.


"Semua ini karena Mommy !! Benar kata Oma Jika mulut Mom itu seperti kaleng rombeng." Kesal Tuan Fadaei sambil mengusap wajahnya kasar.


"Maafkan Mom Dad,mulut mom memang jahat sekali." Sesal Nyonya Fadaei.


"Maaf memang mudah tapi memaafkannya itu yang sulit ! Walau di bibir berkata sudah memaafkan tapi di hati belum tentu,apa lagi Devan sudah sangat terlukan dengan sikap kita selama ini." Ucap Tuan Fadaei.


Sedangkan Nyonya Fadaei hanya menundukan wajahnya menghadap lantai dan menyesali segala ucapannya.


Menyesal tidak ada gunanya buk ! 😆

__ADS_1


Tambahin Vote dan Hadiahnya ya !!


Likenya mana nih kok menurun ya ? Atau cuma perasaanku saja ?.🤔


__ADS_2