
"Ayolah,Honey jangan memasang wajah seperti itu" Keluh Xander saat melihat istrinya cemberut entah karena apa penyebabnya.
"Daddy sengaja kan !"
"Sengaja ? Sengaja apa ?"
"Lihat para gadis-gadis yang melihat Daddy sampai tidak berkedip ! Dasar tukang tebar pesona !" Kesal Jeje,saat melihat suaminya jadi pusat perhatian para kaum wanita.
Saat ini mereka berada di salah satu mall yang ada di pusat kota,untuk menonton bioskop. Karena Jeje menginginkan kencan ala-ala anak muda jaman Now.
"Memang apa salah ku ?" Tanya Xander sambil memijat pelipisnya.
"Lihat penampilan Daddy yang super tampan dan keren,aku jadi ingin menutup wajah Daddy dengan kantong kresek !" Kesal Jeje,sambil menatap tajam Xander yang terlihat sangat tampan dengan pakaian Casualnya ditambah lagi Suaminya itu pakai kaca mata hitam dan membuat kadar ketampanan pria matang itu semakin bertambah.
Seperti ini penampilan Daddy yang membuat mami Jeje kesal. Gimana ganteng banget kan ?😍
Xander terkekeh pelan saat tau alasan Istrinya yang sejak tadi marah-marah tidak jelas.
"Jadi kau cemburu ? Aku berpenampilan seperti ini karena aku ingin mengimbangi dirimu yang masih muda dan sangat cantik" Puji Xander,lalu menarik pinggang Jeje,kemudian mencium bibir sekilas di muka umum.
"Daddy ! Malu dilihat orang" Jeje merona lalu menjauhkan dirinya.
"Kenapa harus malu ? Aku hanya ingin menunjukan kepada semua orang jika aku adalah milikmu dan kau juga milikku" Ucap Xander santai,membuat Jeje menatap dirinya sebal.
"Dasar tukang gombal !"
Ini Jeje,lagi sebal sama Daddy.🤭
"Aku mengatakan yang sejujurnya. Ayo masuk ! Katanya mau nonton film romantis ?" Xander menggandeng tangan Jeje dan memasuki Bioskop.
"Daddy,beli tiket dulu !"
"Tidak perlu karena aku sudah menyewa satu bioskop untukmu jadi kau bisa menonton sepuasmu" Ucap Xander,dan membuat Jeje semakin kesal.
"Ini tidak asik namanya,mana seru nonton bioskop hanya berdua saja" Jeje,cemberut kesal.
"Terserah aku ! Uangku kan banyak" Ucapnya sombong.
"Hihhh !"
"Aku hanya ingin membuatmu nyaman karena kau sedang mengandung anak-anakku" Ucap Xander lembut.
"Tapi itu pemborosan namanya."
"Karena aku tidak ingin kau berdekatan dengan pria lain,lihat mata pemuda-pemuda itu mereka melihatmu sampai ingin meneteskan liurnya." Lanjut Xander,kali ini dengan nada kesal.
Mana ada yang seperti itu. Batin Jeje.
Lalu Jeje memperhatikan sekitarnya,dan benar saja bukan hanya suaminya yang jadi pusat perhatian tapi dirinya juga.
__ADS_1
"Uhh,manisnya Daddy. Ayo masuk" sikap Jeje langsung berubah manis dan menggandeng lengan Xander dengan mesra.
Jeje dan Xander duduk bagian tengah kursi bioskop itu,ternyata benar hanya ada mereka berdua.
Film sudah akan dimulai,Jeje duduk sambil bergelayut dilengan Xander dengan mesra.
"Dad ?"
"Hem ?.
"Kondisikan tangannya" Jeje memukul tangan Xander yang merambat masuk kedalam bajunya.
"Diamlah,kau tontonlah drakor membosankan itu dan aku akan menikmati ini" Xander menaikan kaos Jeje dan juga menaikan penutup pegunungan kembar yang semakin membesar itu.
"Dad !! Ini di bioskop nanti ada yang lihat dan pasti ada CCTV disini" Jeje berusaha menurunkan kaosnya.
"Tidak akan ! karena mereka tidak akan berani masuk kesini dan semua CCTV diruangan ini sudah di matikan" Ucap Xander,lalu menaikan kaos Jeje lagi.
"Ah,Daddy" Racau Jeje saat suaminya menyusu seperti bayi.
Gila ! Suaminya sungguh melakukan hal ekstrim yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Pluk
Xander melepaskan Coco Chip itu dari mulutnya lalu membenarkan kembali kaos Jeje.
Jeje membuka matanya lalu menatap suaminya dengan sayu.
"Kau menginginkan nya ?" Jeje menggeleng dengan cepat,mana mungkin ia melakukan hal begituan di tempat seperti itu.
"Apa ? Apa kau sudah tidak tahan dan ingin memesan hotel ?" Ucap Xander,lalu mengambil ponselnya yang ada di kantong celanannya.
Padahal Daddy sendiri yang sudah tidak tahan.😆
Apa lagi Xander merasakan pedangnya sudah berdiri tegak di bawah sana sudah siap untuk diasah.
Lalu dengan cepat Jeje mengambil ponsel suaminya.
Plak
Jeje memukul tangan Xander dengan keras.
"Kenapa memukulku ?" Keluh Xander.
"Dasar mesum !" Kesal Jeje dan memasukan ponsel itu kedalam tasnya.
"Ayo kita keluar saja,lama-lama disini Daddy bisa menerkamku" Jeje meraih tangan Xander.
"He he he,aku tidak tahan jika melihatmu menganggur" Ucap Xander tanpa malu,lalu mengikuti langkah kaki istrinya.
Kencannya gagal gara-gara kemesuman suaminya,walau begitu Jeje sangat senang menikmati waktu berdua dengan suaminya.
Jeje mengajak Xander untuk kerestoran cepat saji yang ada di mall itu.
__ADS_1
"Honey ! Ini semua makanan yang ada disini tidak sehat untukmu dan juga anak-anak kita" ucap Xander.
"Aku mengingikannya Dad,boleh ya ? Ini semua keinginan anak-anakmu lho" Ucap Jeje manja dan memperlihatkan puppy eyes nya sambil mengedip-ngedipkan matanya berulang kali,membuat Jeje terlihat sangat menggemaskan.
"Ah,baiklah tapi jangan terlalu banyak" Ucap Xander,tidak menolak jika istrinya sudah seperti itu.
Menggemaskan sekali,ingin rasanya aku menerkamnya saat ini juga. Batin Xander mesum.
"Tapi mana mungkin aku kenyang ? Lihat diperutku ada 4 tuyul" Jeje sambil mengusap perutnya.
"Banyak maunya !" Ucap Xander kesal. "Pesan sesukamu ! Bila perlu aku akan membeli restoran ini untukmu !" Ucap Xander dengan nada kesal.
"Sepertinya itu ide yang sangat bagus jadi aku bisa makan ayam goreng itu dan kentang goreng itu sepuasnya" Ucapan Jeje membuat Xander terkejut.
"Hei ! Tidak jadi kalau begitu".
"Ih ! Pasti Daddy takut bangkrutkan ?" Ucap Jeje sambil memberikan menu makanan pada pelayan yang ada disana.
"Enak saja ! Suamimu ini orang kaya dan uangku tidak akan habis jika hanya untuk membeli restoran kecil seperti ini".
"Sombong !" Ketus Jeje.
Tak berselang lama makanan yang di pesan Jeje sudah tersaji diatas meja,dengan cepat Jeje melahap ayam goreng crispy yang ada di depannya.
"Sayang,pelan-pelan makannya" Xander mengusap bibir Jeje yang belepotan.
"He he he,aku sangat lapar sekali" Ucap Jeje,sambil terus memakan ayam itu.
"Daddy tidak makan ?" Xander menggeleng,ia sudah kenyang saat melihat istrinya makan dengan sangat rakus. Tapi Xander bahagia melihat Jeje tidak merasakan mual di awal kehamilan istrinya.
"Ayolah makan sedikit saja" Jeje menyodorkan paha ayam itu di depan bibir Xander.
"No ! Kau tahu kan,jika aku sangat menjaga pola makanku agar aku tetap awet muda dan berumur panjang" Ucap Xander,karena ia ingin hidup lebih lama bersama Istri dan anak-anaknya.
Hati Jeje mengangat bahkan matanya berkaca-kaca.
"Daddy sangat aku mencintaimu" Ucap Jeje.
"Aku juga lebih mencintaimu,Honey " Xander mengusap kepala istrinya. Membuat Jeje semakin terisak.
"Hiks hiks hiks".
"Kenapa menangis??" Xander panik dan berusaha menenang kan Jeje,apa lagi orang disekitarnya memperhatikannya karena suara isak tangis Jeje terdengar lumayan kencang.
Mereka pasti salah paham. Batin Xander sambil mengusap wajahnya.
"Hiks hiks hiks,Daddy lidahku kegigit hikss sakit sekali" Ucap Jeje masih terisak sambil menggigit paha ayam yang di tangannya.
"Hah ?!"
Jeje oh Jeje 🤣🤣🤣 udah bikin panik Daddy eh tahu nya 🤣🤣🤣
Ayo tambahin hadiah sama Votenya udah naik satu peringkat lagi nih 🙏🙏
__ADS_1
Emak ucapin banyak terimakasih buat kalian semua yang udah kasih semangat buat aku. Lope lope kalian semua pokoknya❤❤❤