
Xander menyilangkan kedua tangannya di dada dan menatap istri dan anak nya yang baru pulang di malam hari.
Raya dan Jeje setelah melakukan perawatan,mereka pergi menonton bioskop setelah itu mereka pergi ke taman hiburan hingga lupa waktu. Taman hiburan yang dulu sering mereka kunjungi saat masih SMA ,tapi setelah masuk kuliah mereka tidak pernah bermain kesana.
Jeje dan Raya tertunduk didepan pintu utama karena Hot Daddy itu mencegatnya di depan pintu.
Jeje dan Raya saling senggol dan berbicara dengan bahasa isyarat,
Lo kan istrinya,jadi kasih alasan ke Daddy, Raya.
Lo aja kan lo anaknya !,Jeje.
Ishh,pakai jurus andalan dong. Rayu Daddy ajak dia ngamar pasti luluh hi hi hi,Raya.
Dasar anak gak ada akhlak !,Jeje.
"Ehem ! Apa yang ingin kalian katakan ?" tanya Xander dengan nada datar.
"Dad,kita ke kamar yuk ! Aku tadi abis perawatan ke salon Ema,nih coba cium wangi kan ?" Jeje memberikan lengannya untuk dicium oleh suami nya.
Aroma vanilla tercium oleh indra penciuman Xander,saat Jeje mendekatkan tangannya di depan hidungnya dan berhasil membuat gairahnya naik cepat.
Sial celana ku sesak ! Aku menginginkannya !. Batin Xander kesal.
"Bagaimana ? Wangi kan ?" tanya Jeje sambil tersenyum semanis mungkin.
Saat perhatian Xander teralihkan,dengan cepat Raya melarikan diri ke kamarnya dan segera menguncinya.
"Huh,selamat selamat. Maafin aku ya mami kecil" gumam Raya ,sambil mengelus dadanya berulang kali.
__ADS_1
"Muka Daddy serem benget hihh" Raya bergidik ngeri. "Untung aja udah ada pawang nya hi hi hi" Ucap Raya,lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Dasar Raya ! Pengen gue pites tuh anak. Kesal Jeje saat mengetahui Raya sudah tidak ada di belakangnya.
"Tidak wangi ya Dad ?" Wajah Jeje terlihat kecewa,saat melihat ekspresi datar suaminya.
"Kamu bau ! Aku tidak suka !" Ucap Xander,membuat Jeje cemberut.
"Huh,padahal aku melakukan perawatan mahal untuk Daddy dan bahkan aku melakukan perawatan untuk **** * ku,agar Daddy selalu terpuaskan" Gerutu Jeje kesal,lalu melenggang pergi dari hadapan suaminya.
"Eh"
Xander terperanjat saat mendengar gerutuan istrinya.
Benarkah itu ?
"Hais,pasti malam ini aku tidak mendapatkan jatah ku" Xander merutuki dirinya sendiri,lalu mengejar istrinya yang sudah masuk kedalam kamarnya.
Harusnya kan aku yang marah !. Batin Xander.
"Diam disana ! Aku malas dekat-dekat Daddy !" Ketus Jeje,melarang suaminya mendekati dirinya yang akan memasuki kamar mandi.
"Sayang,aku tadi cuma bercanda kok" Xander mencoba merayu.
"Cih ! Sana pergi ! Aku kan bau !" Masih terlihat ketus.
"Sayang sepertinya mandi berdua lebih asik" Ucap Xander,menghampiri Istrinya yang masih berdiri di ambang pintu kamar mandi.
Brak
__ADS_1
Jeje dengan cepat menutup pintu kamar mandi dan segera menguncinya,kemudian berteriak.
"Dalam mimpi Daddy !"
"Hidung mancung ku" Pekik Xander,saat hidungnya mencium daun pintu itu.
Selama Jeje di dalam kamar mandi,Xander memikirkan cara untuk meluluhkan hati istrinya yang tengah merajuk.
Ceklek
Jeje keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit ditubuhnya.
Xander yang melihatnya pun sampai ingin meneteskan air liurnya,begitu juga pedangnya sudah keras dan juga siap untuk diasah.
"Huh" Jeje membuang muka saat Xander menatap nya mesum.
"Honey" Panggil Xander selembut mungkin.
Demi kesejahtaraan pedang pamungkas ku agar tidak karatan,aku rela menjadi budak cinta untuk istriku. Batin Xander,menyesali sikapnya kepada istri kecilnya.
Jeje tidak memperdulikan Xander,ia terus berjalan melewati suaminya dan menuju ruang ganti.
"Dasar lelaki tidak peka. Nyebelin ! Sia-sia membuang uang 300 juta yang seperti upil buatnya !" Gerutu Jeje kesal,sambil memakai baju dinas nya.
Nah loh pedang Daddy terancam karatan๐๐คฃ๐คฃ
Dikit dulu ya sayang-sayang ku,kondisi othor belum fit.๐
Jangan lupa like sama hadiahnya,othor tagih lho๐น๐๐
__ADS_1