My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Penderitaan Devan


__ADS_3

"Iwak peyek iwak peyek Iwak peyek nasi jagung. Sampai tuek sampai Nenek, Trio gesrek tetap di sanjung." Oma Airin bernyanyi penuh dengan semangat sambil goyang ngecor.


Bahkan Oma Airin memerintahkan para pelayan dan para bodyguard berkumpul di ruang tengah untuk menjadi penonton.


"I iiii haaaa,ayo goyang sama-sama." Oma Airin berjoget mengikuti irama musik begitu pula dengan para penonton bayaran ikut berjoget ramai-ramai.


Sedangkan Devan dan Raya hanya melongo dibuatnya.


"Sepertinya Oma Kesurupan." Ucap Devan sedikit keras dan di dekat telinga Raya.


"Tapi keren kan Oma ini ? Aku jadi pengen ikut joget." Ucap Raya.


"Tetap Diam ! Kau ingin dede gondrong rontok !" Ketus Devan.


"Tapi aku ingin joget." Rengek Raya.


"Tidak boleh !".


"Ya sudah kalau tidak boleh ! Papi saja yang joget,boleh ?".


BOMM


Bagai di lepari Bom atom,Devan sangat terkejut ketika mendengar permintaan konyol istrinya itu.


"Hah ! Aku." Devan menunjuk dirinya sendiri.


"Tentu saja Papi,siapa lagi ?" Ucap Raya dengan nada memohon dan mengedip-ngedipkan matanya berulang kali.


"Huh." Devan menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil menggaruk pelipisnya.


"Ayolah." Rengek Raya.


"Baik tapi kau harus membayarnya nanti malam." Ucap Devan.


"Siap Bosku." Ucap Raya,sambil mengacungkan dua jempolnya.


"Huh." Devan menghembuskan nafasnya berulang kali.


Jika karena bukan Dede gondrong, aku tidak akan mau mempermalukan diriku seperti ini. Keluh Devan dalam hati.


Devan mulai menggerakan kakinya pelan dan malu.


Astaga mau ditaruh mana muka ku ini. Keluh Devan lagi.


"Ih bukan gitu tapi pantatnya yang goyang." Ucap Raya kepada Devan,ketika ia melihat Suaminya hanya menggerakan kakinya.


"Coba lihat Oma tuh,goyang ngebor dan ngecor nah seperti itu goyangannya." Ucap Raya lagi sambil menunjuk Oma Airin yang tengah menjadi biduan dangdut.


"Huh,iya sayang." Kesal Devan sambil mengeratkan giginya.


"Kok kayaknya terpaksa sih ?" Kesal Raya.


"Tidak ! Lihat ini aku goyang ngecor." Devan kemudian bergoyang sesuai dengan keinginan Raya.

__ADS_1


Iwak peyek,iwak peyek Iwak peyek nasi jagung.


Sampai tuek sampai Nenek, Trio gesrek tetap di sanjung.


Aku disini menghibur kamu


Menyanyi dan Bergoyang bersamamu


"Asololeee hok yaaaa !!" Seru para penonton.


"Ayo Devan di goyang !!!" Oma Airin meneriaki cucu menantunya sambil menyawer uang seratus ribuan.


Malu bukan kepalang saat ini yang di rasakan Devan.


Bagaimana tidak ? Pria yang terlihat arogant dan berwibawa itu langsung nyungsep ketika menuruti permintaan istrinya yang tengah mengandung.


Apalagi para penonton bayaran alias Para pelayan dan bodyguard tengah menonton dan meneriakinya.


Sedangkan Raya merekam aksi suaminya yang tengah bergoyang ngecor dan ngebor dengan ponselnya.


Dasar istri lucknut !!


Disisi lain Jeje dan Xander yang ada di dalam kamar pun merasa heran karena mendengar suara riuh dari luar kamar,padahal kamarnya sudah memakai kedap suara.


"Suara apa sih Dad ?" tanya Jeje yang tengah memanjakan suaminya,sedangkan Four J sudah pada terlelap di kamar sebelah bersama para baby sitternya.


"Tidak tahu. Sudah ayo lanjutkan lagi,ahhhh iya begitu emm nikmat sekali." Racau Xander,ketika merasakan SPA yang diberikan oleh Jeje.


"Ehh yeahh sangat. Kau pandai sekali Honey. Belajar dari mana ?" Tanya Xander,sambil memejamkan matanya.


"Dari Mommy he he hee. Mom mengajariku cara memuaskan suami saat masa nifas." Jeje tersenyum malu.


"Heum,ahh terus Honey." Racau Xander.


Jeje menjepit pedang panjang suaminya dengan pepaya gantungnya. Dengan posisi Xander duduk di atas sofa dan Jeje berjongkok di tepat di celah kaki Suaminya.


Jeje memberanikan diri untuk menjilatt si kepala botak dengan lembut.


"Owhhhhhh. No Honey ! Bibirmu manismu hanya untuk aku lumaat bukan untuk yang lain." Ucap Xander,kemudian membungkukan badannya lalu mellumat bibir pink itu dengan rakus begitu pula dengan Jeje membalas setiap pagutan dan mereka saling belitan lidah.


"Jangan pernah lakukan lagi ! Cukup dengan ini dan ini." Xander menujuk tangan Jeje dan memelintir Choco chips yang menempel di ujung pepaya gantung yang semakin terlihat membesar itu.


"Iya Daddy,maaf." Ucap Jeje.


"Sekarang lanjutkan." Dan Jeje pun mulai mengSPA pedang panjang yang sakti mandra guna itu dengan pepaya gantungannya lagi. Hingga sampai si pedang panjang mengeluarkan Vla puding yang sangat banyak.


Xander segera mengambil tissue basah dan mengelap Pepaya gantung Istrinya yang baru saja terkena semburan Vla puding.


"Terimakasih Sayang." Ucap Xander,kemudian mengecup bibir Jeje.


"Sama-sama Dad." Jawab Jeje,tersipu malu.


Xander segera memakai celana dan boxernya kembali begitu pula dengan Jeje memakai baju saringan tahunya lagi.

__ADS_1


Setelah melakukan ritual yang mengenakan buat Xander,mereka memutuskan untuk keluar kamar tapi sebelum itu Jeje memakai jubah tidurnya untuk menutupi tubuh seksoy nya yang hanya mengenakan baju saringan tahu.


"Hei pada kenapa ini ?" Tanya Xander dan Jeje bersamaan,ketika ia sampai di ruang tengah melihat Oma Airin terduduk di sofa sambil memegangi pinggangnya begitu pula dengan Devan,sedangkan Raya tersenyum senang sambil mengibaskan beberapa lembar uang ratusan ribu yang cukup banyak di tangannya.


Dan jangan tanya lagi,kemana para penonton bayaran,tentu saja mereka sudah membubarkan diri ketika sang Biduan dangdut sudah terkapar karena encok pinggang.


"Salahkan Oma." Jawab Devan,sambil mengurut pingganya dengan tangan kanannya.


"Ya !!! Memangnya aku menyuruhmu untuk bergoyang !" Kesal Oma Airin.


"Jadi salahkan saja dede gondrong!" Lanjut Devan.


"Ih ! Enak saja kau menyalahkan dede gondrong yang tidak tahu apa-apa." Raya ikut kesal dengan Suaminya.


"Lalu aku yang salah begitu ? Dan siapa tadi yang menyuruhku berjoget !" Devan pun ikut kesal dan menatap tajam istrinya.


"He he hee,suamiku tampan sekali." ucap Raya sambil mengibaskan uang yang masih di tangannya.


"Cih ! Kau itu murahan sekali hanya karena uang receh begitu kau menyiksa suamimu ? Aku bisa memberikan 100 kali lipat dari yang kau pegang itu." Sungut Devan.


"Aku tahu sayang,tapi gimana dong ? Dede gondrongnya yang tidak mau tuh." Ucap Raya tanpa merasa bersalah.


Xander dan Jeje yang melihat dan mendengar perdebatan mereka pun menjadi pusing sendiri.


"Tunggu ! Dede gondrong ? Bergoyang ? Apa maksudnya ?" Tanya Jeje dengan penuh kebingungan.


"Raya saat ini tengah menandung kecebong gondrong." Sahut Oma Airin.


"Kecebong ?" Beo Xander.


"Hamil ?" Tanya Jeje.


"Iya Mam and Dad." Ucap Raya tersenyum sambil mengelus perutnya yang masih rata.


"Benarkah ?" Pekik Xander dan Jeje bersamaan. Kemudian kedua orang itu memeluk Raya dan mengucapkan selamat.


"Akhirnya kau hamil juga." Ucap Jeje masih memeluk Raya.


"Selamat ya,putri Daddy sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. Daddy sangat bahagia." Ucap Xander,mengusap pucuk kepala Raya dengan lembut dan membuat Raya menitikan air matanya.


"Eitss,tidak boleh menangis." Xander mengusap air mata Raya yang sudah jatuh di pipi.


Kemudian Xander bejongkok di depan perut Raya sambil berucap.


"Hello baby,ini aku adalah popa mu,tumbuh yang baik ya dan jangan lupa buatlah ayahmu menderita." Ucap Xande,melirik Devan sambil tersenyum jahat.


"Dadd !!!!"


Penderitaan Devan akan segera dimulai


Emak Auto ketawa jahat🤣


Tambahin Vote dan hadiahnya ā¤

__ADS_1


__ADS_2