
"Ya, cenayang cinta!" Jawab Oma Airin asal.
Jawaban Oma Airin membuat Xander tergelak ,sedangkan Oma Airin mencebikkan bibirnya kesal.
"Mommy mau kemana sampai berdandan nyentrik seperti itu?" Tanya Xander, sambil menggelengkan kepalanya.
"Tentu saja ingin berfoto ria karena Mom mendapat endors dress cantik ini. Kau itu mana tahu dunia sosmed yang kau tahu itu hanya dunia perkasuran!" Ucap Oma Airin sambil mencebikan bibirnya.
"Oh, jika itu memang ahliku. Ha ha ha haa." Xander tergelak.
"Dasar seteres!" Umpat Oma Airin. "Ayo! Sekarang kau fotokan, Mom." Ucap Oma Airin sambil menyerahkan ponselnya.
"What!! Oh No!" Tolak Xander sambil mengangkat kedua tangannya.
"Come on, Daddynya para tuyul" Rayu Oma Airin. "Kau 'kan anak yang baik hati dan tidak sombong." Rayu Oma Airin lagi.
"Cih, jika ada maunya saja baru memuji." Gerutu Xander.
"Devan saja itu." Xander menunjuk Devan yang baru memasuki ruang tengah.
"Devan!!" Panggil Oma Airin dengan lantang.
Merasa dirinya di panggil pun, Devan menghampiri Omanya.
"Yes, Oma can— ha ha ha haa." Belum selesai berbicara Devan sudah tergelak lebih dulu saat melihat penampilan Oma Airin yang super nyetrik.
Astaga Oma!. Batin Devan dan semakin tertawa terbahak.
"Ish, Dasar cucu menantu kebanyakan micin!" Umpat Oma Airin.
"Benar itu Mom, Makanya dia menjadi bodoh, ha ha ha." Xander berucap sambil tergelak dan mengangkat kedua jempolnya, membuat Devan menekuk wajahnya kesal.
"Cih! Daddy pun sama kebanyakan micin!" Sahut Devan kesal.
"Kalau dia bukan kebanyakan micin tapi dia kurang garam." Sahut Oma Airin, sambil mengutak atik Ponselnya.
__ADS_1
"Ha ha ha haa." Devan tergelak, ketika mendengar perkataan Oma Airin.
"Masih mending aku ada rasa gurih-gurihnya, dari pada daddy. Hambar!" Lanjut Devan sambil menekan kata Hambar, lalu tergelak lagi.
"Ya!" Kesal Xander.
"Sudah-sudah." Lerai Oma Airin.
"Ayo cepat fotokan Oma." Oma Airin menyerahkan ponselnya ke pada Devan paksa, lalu duduk di tepi meja makan sambil bergaya seperti Model Papan Triplek yang profesional.
"Oma!" Kesal Devan.
"Cepat fotokan!" Sahut Oma Airin tak kalah kesal.
"Kau ingin golokmu masuk kesarung sempit tidak?" Tanya Oma Airin tak berfilter.
"Tentu saja mau!" Jawab Devan dengan cepat.
"Ya, maka dari itu cepat fotokan Oma yang seksih ini."
"Umur boleh tua tapi jiwa harus tetap muda!" Sahut Oma Airin, sambil mencebikan bibinya dengan kesal.
Mantap Jaya, Oma.😎
"Ayo cepat Devana, fotokan Oma."
"Devan, Oma!" Kesal Devan.
Sejak kapan namanya berubah jadi Devana. Batin Devan kesal.
"Ya! Apalah itu terserah!"
"Yang ikhlas Devan! Nanti Oma akan membatumu untuk membujuk Istri buntingmu itu!" Ucap Oma.
"Benarkah?" Oma Airin menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Siap laksanakan Oma!" Ucap Devan semangat 45.
Cekrek
Cekrek
Devan langsung mengambil foto Oma Airin dengan cepat.
Sedangkan Xander langsung beranjak dari sana dan menuju markas tempur 1, dimana istrinya masih terkapar di atas arena pertempuran.
Dan pagi hingga menjelang siang di hari minggu itu, Devan menghabiskan waktunya untuk menjadi Fotografer dadakan.
Semangat demi Istri buntingku. Devan menyemangati dirinya sendiri.
A few moment later
"Oma! Kapan selesainya?" Tanya Devan, sudah merasa lesu.
"Sebentar lagi." Ucap Oma Airin sambil bergaya seperti cicak nempok ke dinding.
Cekrek
Devan mengambil foto Oma yang sudah keberapa puluh kali dengan lesu.
"Tapi, ini ponsel Oma memorinya sudah penuh." Ucap Devan sambil menunjukan ponsel tersebut.
"Ya sudah, hapus saja foto-foto yang baru kau ambil." Ucap Oma Airin tak berperasaan.
Jeder
Bagai di sambar gledek, tubuh Devan langsung lemas seketika.
🤣🤣🤣🤣
Oma keren abiss, ngerjain Om Devan nggak Tanggung-tanggung.
__ADS_1
Yuk tambahin Vote dan hadiahnya😘