My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Kompor meleduk


__ADS_3

Oma Airin tertawa terbahak ketika kedua pria yang ada di dapannya itu terkaget-kaget.


"Mau tidak?" Tanya Oma Airin.


Xander dan Devan saling memandang kemudian mengangguk pasrah,dari pada para istrinya harus di sita oleh Oma Airin.


"Iya, Aku akan memesankannya." Ucap Xander.


"Nah, bagus kalau begitu." Ucap Oma Airin,lalu melenggang pergi begitu saja tanpa memperdulikan nasib kedua pria tersebut.


"Hah. Oma benar-benar ajaib." Ucap Devan,setelah Oma Airin tidak terlihat.


"Itulah, Jika tidak ajaib bukan Airin Clark namanya." Sahut Xander, dan diangguki Devan.


"Devan, hubungi Desainer keluarga Clark untuk membuatkan Tas Kodok" Ucap Xander.


"Kenapa harus aku?" Devan menunjuk dirinya sendiri.


"Karena kau yang paling muda. Ha ha ha ha." Xander tertawa terbahak ketika melihat wajah Devan yang masam.


"Ck. Ya baiklah." Balas Devan dengan malas.


Kemudian kedua pria tersebut membubarkan diri dan menuju kamarnya masing-masing untuk mengistirahatkan diri.


Pagi harinya di kediaman keluarga Clark.

__ADS_1


Kabar kehamilan Raya sudah terdengar hingga ketelinga Tuan dan Nyonya Fadaei.


Seperti pagi ini,Tuan dan Nyonya Fadaei sudah berada di rumah besar tersebut sambil membawa berbagai macam makanan untuk menantunya.


"Nyonya, anda tidak perlu serepot ini." Ucap Jeje, menyambut besannya.


"Tidak apa-apa nyonya Clark ini semua untuk menantu kami." Jawab Nyonya Fadaei tersenyum lembut.


Kemudian Jeje memerintahkan beberapa pelayan untuk membantu Tuan dan Nyonya Fadaei membawa berbagai macam makanan yang di bawa Besannya.


"Anda pasti sangat sibuk, karena harus mengurus 4 bayi dan juga suami." Ucap Nyonya Fadaei,yang sudah duduk di ruang tengah bersama suaminya dan juga Jeje.


"Ya begitulah. Tapi, saya sangat menikmati peranku saat ini." Jawab Jeje sambil tersenyum.


"Kalau boleh saya tahu, apakah Anda tidak kuliah?" Tanya Nyonya Fadaei, penasaran.


"Wah, sayang sekali. Padahal pendidikan itu sangat lah penting." Ucap Nyonya Fadaei lagi dan itu membuat Jeje tersenyum kecut.


"Memang, tapi bagiku keluarga adalah nomer satu. Apalagi anak-anak ku masih kecil yang masih membutuhkan kasih sayang orang tua" Ungkap Jeje, masih memperlihatkan senyum manisnya.


"Masih ada baby sitterkan yang mengurus jadi kalau menurut saya tidak apa-apa jika di tinggalkan." Ucap Nyonya Fadaei lagi.


"Mom!" Tegur Tuan Fadaei, tapi tidak di dengar oleh istrinya.


"Jangan mengompori memantuku! Dasar kompor meleduk!" Seru Oma Airin, yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Oma, bukan maksudku mengompori Nyonya Clark. Saya hanya berpendapat saja." Ucap Nyonya Fadaei.


"Tapi, sayangnya pendapatmu tidak di terima disini." Jawab Oma Airin dengan kesal.


"Benar yang di katakan Omaku." Sahut Devan,yang baru menuruni tangga bersama Raya. Devan menatap tajam kedua orang tuanya.


"Devan? Raya?" Panggil Nyonya Fadaei.


Kemudian Raya berjalan menuju kedua mertuanya dan menyalami mereka dengan sopan.


Tak lupa kedua mertuanya tersebut mengucapkan selamat kepada Raya atas kehamilannya.


"Sudah Mom, Jangan membuat suasana hati Devan memburuk lagi." Ucap Raya,kepada ibu mertuanya dengan sopan.


"Yang di katakan menantumu benar." Tuan Fadaei membenarkan perkataan Raya.


Dan Nyonya Fadaei pun akhirnya menurut, karena ia pun tidak ingin Devan semakin membencinya.


"Ayo kita keruang makan, karena waktunya sarapan." Ajak Jeje, mencairkan suasana yang terasa memanas.


"Jika dia bukan besan, sudah pasti aku akan meremat mulut kaleng rombengnya itu." Dumel Oma Airin dan masih di dengar Devan dan Jeje. Sedangkan Raya dan kedua mertuanya sudah menuju ruang makan.


"Huh." Devan hanya menghembuskan nafasnya kasar dan ia sangat malu dengan tingkah ibunya.


Sabar Om Devan,peluk onlen sini๐Ÿค—๐Ÿค—

__ADS_1


Tambahin Vote dan hadiahnya ya ๐Ÿ˜˜


__ADS_2