
"Bagaimanan,Dok ?" Tanya Xander pada dokter kandungan yang tengah memeriksa kandungan Jeje.
"Woah,ini sangat luar biasa. Coba Tuan dan Nyonya lihat dilayar monitor itu" Dokter cantik itu menunjuk layar monitor berukuran 34 inci.
"Benarkah itu ?" Jeje dan Xander tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Begitu pula Raya sampai bertepuk tangan karena ia sangat bahagia melihat calon adiknya.
"Anda sangat luar biasa Tuan" Puji Dokter itu untuk Xander.
"Tentu saja ! Daddy ku membuatnya tiap malam bersama mami,hebat bukan ?" Raya menjawab ucapan dokter itu sambil tersenyum bahagia.
Krik
Krik
Suasana seketika hening saat Xander memberi tatapan tajam untuk Raya.
"He he he,bercanda kok" Raya meringis sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Lanjutkan Dok" Ucap Jeje.
"Ah,iya" Dokter itu tersenyum canggung. "Begini Tuan dan nyonya,kandungannya kuat dan para janinnya sehat. Untuk pola makan harus lebih dijaga dan jangan terlalu lelah,karena usia kandungan trimester pertama itu masih rentan keguguran" Ucap Dokter itu,lalu selanjutnya memberikan tips-tips tentang kehamilan lainnya.
"Em apakah boleh -" Ucapan Xander terjeda saat dokter itu segera menjawab.
"Tentu saja boleh tuan,asalkan dilakukan dengan pelan dan hati-hati,juga di kurangi durasinya ya" Sela Dokter cantik itu sambil tersenyum.
Syukurlah,masih bisa mengasah pedang ku. Batin Xander tersenyum.
"Daddy bikin malu" Keluh Jeje,menatap malas suaminya.
"Tidak apa-apa nyonya,hal ini juga sangat penting untuk di tanyakan. Demi keharmonisan rumah tangga he he he". Ucap Dokter itu lagi.
Raya hanya menyimak sambil memainkan ponselnya,walaupun gadis itu penasaran dengan pembicaraan mereka,tapi ia memilih diam dipojokan karena Ayahnya sudah memberi tatapan tajam sebelumnya.
Setelah memeriksakan kandungannya,Jeje meminta berkeliling Jakarta hanya untuk melihat ondel-ondel.
"Sayang,kita harus mencari kemana lagi ? dari tadi kita tidak melihat onde-onde yang kau minta" Ucap Xander,terdengar frustasi.
"Ondel-ondel Dad ! " Ralat Raya.
"Ah,ya itu" Ucap Xander sambil memijat lehernya karena sudah sangat lelah,apalagi ia menyetir selama tiga jam lebih,sedangkan Devan sudah kembali kekantor untuk menghandle pekerjaanya.
"Ayolah Mam,kita pulang saja yuk ! Kita udah muter-muter selama 3 jam loh" Raya pun ikut frustasi karena keinginan Aneh mami kecilnya.
"Huh,kalian ini sekongkol ya ! Kalian memang tidak sayang dengan anak-anak ku !" Ketus Jeje,dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Sayang,bukan seperti itu -".
__ADS_1
"Dad,coba kita ke Kota Tua,siapa tau ada ?" Usul Raya.
"Itu jauh sekali Raya !" Keluh Xander.
"Huh,Daddy tidak melihat mami kecilku sudah merajuk ?" Raya melirik Jeje yang terlihat memejamkan matanya.
"Mami dengar Ray !" Ucap Jeje,tapi dengan mata yang masih terpejam.
Dan akhirnya Xander menuruti keinginan Istrinya yang tengah menyidam itu.
Jeje begitu bahagia saat melihat ondel-ondel itu,beda dengan Xander dan Raya memasang wajah masamnya,karena Jeje ingin Suami dan Anaknya itu yang memainkan ondel-ondel raksasa tersebut.
"Kalau bukan karena adik kamu Ray,Daddy sudah menyeburkan Mami mu kedalam empang !" Umpat Xander kesal.
"Huh,coba saja kalau berani ! palingan nanti malam Daddy tidak dapat jatah celap-celup,ha ha ha ha" Raya tertawa terbahak.
"Raya !!!".
Setelah puas bermain dengan ondel-ondel,ketiga orang itu pulang kerumah.
"Sudah puas kamu mengerjai Daddy dan kakak ? Hem ?" Xander mengusap perut Jeje yang masih terlihat rata.
"Puas banget sayang,terimakasih ya Dad" Jeje mengambil tangan kiri Xander yang berada diatas perutnya dan mencium tangan besar itu dengan penuh sayang.
Sedangkan Raya sudah tepar di jok belakang,karena kelelahan bermain ondel-ondel.
Oma Airin menyambut suka cita menantunya dan anaknya itu,tapi ia mengerutkan keningnya saat melihat bibir Jeje terluka.
"Tidak apa-apa Mom,hanya tergores tadi" Jawab Xander,ia tidak ingin membuat ibunya khawatir.
"Huh,mom pikir kenapa-kenapa. Eh bagaimana hasilnya ? Benarkan anak kalian kembar ?" Tanya Oma Airin heboh.
"Oma kami lelah ingin duduk dulu" Gerutu Raya,lalu masuk kedalam rumah dan merebahkan dirinya diatas sofa ruang tengah.
Xander dan Jeje saling tatap dan melemparkan senyum.
"Hei,kalian jangan membuat Mom penasaran" Kesal Oma Airin,lalu menarik Jeje untuk duduk di sebelahnya.
"Kasih tau gak ya ?" Ucap Xander,menggoda ibunya.
Tuing
"Mau dikutuk jadi burung perkutut kamu !" Oma Airin menonyor kepala putra ya lantaran kesal.
"Mom !!!" Oma Airin hanya memutar bola matanya malas.
"Coba perlihatkan hasilnya ke mommy" pinta Oma Airin tidak sabar melihat hasil USG kandungan Jeje.
__ADS_1
"Mommy tidak sabar sekali sih ? Apa mommy takut jika kesempatan mendapat baju macan tutul itu gagal ?" Xander mengolok ibunya.
"Bicara lagi,Mommy sunat pedang kamu biar tumpul !" Ancam Oma Airin,membuat Raya yang tengah tertidur sampai bangun dan tertawa terbahak.
"Oma Oma. Pedang Daddy kan memang sudah tumpul seperti goloknya Om Devan. OPS" Raya segera menutup mulutnya dan menghindar dari amukan ketiga orang itu.
"Raya !!!!!" Teriak Xander dan Oma Airin.
"Sepertinya anak kita sudah kebelet kawin" ucap Jeje.
"Astaga ! Pernikahan Devan dan Raya harus secepatnya di majukan" Kesal Xander,sambil memijit pelipisnya.
"Apakah sudah jebol ?" Tanya Oma Airin.
Sedangkan Raya yang sudah sampai kamarnya memukuli mulutnya sendiri.
"Habislah aku,hiks" Raya merutuki dirinya sendiri. "Dan ini bibir kenapa los dol sih " Kesal Raya,memaki dirinya sendiri.
"Sudah masalah Devan dan Raya biar mom yang pikirkan,fokus lah dengan kandungan istrimu" Ucap Oma Airin sedikit menenangkan Xander.
"Terus mana hasil Usg nya ?" tanya Oma Airin.
"Ini Oma" Jeje menyerahkan amplop besar dari tasnya.
Dengan cepat Oma Airin membuka amplop itu.
"Ini benar kan ?" Tanya Oma Airin memastikan.
"Tentu saja,Oma" Jawab Jeje tersenyum manis.
"Ini kejutan di hari tua ku.Oh baju macan tutul Come to mama" Teriak Oma Airin,sambil merentangkan kedua tangannya.
"Mom !!! Malu dilihat para pelayan !" Kesal Xander saat melihat aksi ibu nya. Sedangkan Jeje tertawa terbahak saat melihat ibu mertuanya itu.
Daddy dulu mendapatkan Mommy dari mana sih ? keluh Xander dalam hati.
"Heleh bilang aja,kamu takut bangkrut kan ?" Cibir Oma Airin.
"Uangku banyak,mana mungkin aku takut Mommy mau minta baju apa lagi ? Akan aku berikan.!
"Cih,sombong ! Mommy cuma mau baju kulit macan tutul" Ketus Oma Airin.
"Wah,akhirnya aku tidak sia-sia menua karena sebentar lagi para cucuku akan meramaikan rumah ini,he he he. Kau hebat sekali putraku yang paling gagah perkasa,lihat penerusmu begitu banyak" Oma Airin memandangi foto berukuran kecil itu.
"Jadi anak kalian ada-".
"Ssttt,Jangan dikasih tau Mom ! Biar para readers makin penasaran he he he."
__ADS_1
Lanjut besok 😜😜😜
Jangan lupa like,vote dan tambah hadiahnya ya 😘😘🌹🌹🌹