My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Sakit sekali!


__ADS_3

"Arggghhh, Apa yang kau lakukan!!" Pekik Flora ketika rambutnya di tarik oleh Raya.


"Devan, help me." Pinta Flora, sambil meringis kesakitan dan berusah melepaskan tangan Raya yang tengah menarik rambutnya.


Keadaan Restoran tersebut yang tengah ramai pengunjung pun menjadi kacau.


"Sayang, jangan seperti ini." Devan menarik tubuh Raya. Bukan khawatir terhadap Flora tapi ia sangat menghawatirkan Raya dan juga Dede gondrong.


"Diam kau!!" Sentak Raya, dan menatap tajam Devan.


"Aku peringatkan sekali lagi untuk mu! Uget-uget gatel! Jangan pernah mendekati suamiku lagi!." Sentak Raya, sambil mendorong tubuh Flora hingga terjungkal kebelakang.


"Perhatian untuk kalian semua, hari ini kalian makan gratis ! Makan sepuasnya dan dia yang akan membayarnya!" Ucap Raya, sedikit berteriak lalu menunjuk Flora yang tengah di bantu berdiri oleh beberapa pengunjung yang merasa iba.


"What!! Aku?" Pekik Flora tercengang.


Dari mana aku mendapatkan uang? Sial sekali hidupku ini!. Batin Flora berteriak histeris.


Setelah mengatakan hal itu, Raya segera keluar dari Restoran tersebut tanpa memperdulikan suaminya lagi.


"Sayang!! Please dengarkan penjelasanku dulu." Devan mengejar Raya.


Langkah kaki ibu hamil itu sangat lebar hingga membuat Devan pun kualahan untuk mengejarnya.


"Taxi!" Raya memanggil taxi yang kebetulan melintas di depan pintu Mall tersebut.


Raya segera memasuki tersebut tanpa memperdulikan suaminya lagi.


"Sayang, dengarkan aku dulu." Devan menggedor kaca Jendela Taxi tersebut berulang kali.


"Jalan Pak!" Titah Raya.

__ADS_1


"Tapi—" Supir taxi tersebut merasa iba dengan Devan.


"Aku bayar tiga kali lipat!" Ucap Raya, membuat Supir taxi tersebut mengangguk lalu menancap gas.


"Sayang!!" Teriak Devan, saat Taxi yang di tumpangi istrinya melesat jauh.


"Argghh!! Shitt! Stupid!!!" Maki Devan, pada dirinya sendiri. Kemudian ia berjalan menuju tempat parkir untuk mengambil mobilnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di kediaman keluarga Clark, Raya langsung berjalan memasuki rumah dan menuju kamarnya.


Beruntung di dalam rumah dalam keadaan sepi, mungkin para penghuninya sedang tidur siang.


Dan tak lama kemudian Devan pun berjalan tergesa memasuki rumah dan tujuannya saat ini adalah menuju kamar, ia yakin jika istrinya saat ini berada di dalam kamar.


"Sayang?" Panggil Devan ketika memasuki kamar.


"Sayang, maafkan aku. Aku salah karena meng iyakan ajakan Flora, karena aku pikir diantara kami sudah tidak ada hubungan apapun dan aku hanya menganggapnya teman. Tapi, ternyata aku salah, dia malah memanfaatkan keadaan untuk mendekati ku lagi." Devan mendekati Raya perlahan.


"Aku sangat bodoh!" Maki Devan pada dirinya sendiri.


Raya menghembuskan nafasnya kasar, ketika Devan berdiri di sampingnya.


Ia terlanjur sakit hati dan kecewa dengan sikap suaminya.


"Sayang, please jangan diamkan aku seperti ini."


Sungguh di diamkan seperti itu rasanya tidak enak sekali.


Sakit!

__ADS_1


Sakit sekali rasanya.


Tapi, rasa yang di rasakan Raya lebih sakit lagi rasanya.


Raya diam, tidak menjawab perkataan suaminya. Bahkan ibu hamil itu terlihat cuek seakan tidak menganggap Devan ada.


"Sayang—"


Suara Devan tercekat ketika Raya berlalu begitu saja menuju kamar mandi.


Di dalam kamar mandi Raya menangis terisak dan bersender di dinding kamar mandi.


Ia mencoba tegar dan kuat tapi ternyata ia tidak bisa.


Air matanya tidak kuat untuk ditahan lagi.


Rasa sakit dan kecewa di dalam hatinya sangat mendominasi.


Sesak! Dadaku sangat sesak sekali! Batin Raya, sambil memukuli dadanya berulang kali.


Ikutan mewek😭😭 Sampai-sampai Ayang beb kebingungan terus tanya.


"Yank, kamu kenapa nangis?".


"Aku enggak kenapa-kenapa."


"Lha terus kenapa nangis?" Tanyanya heran.


"Lagi bikin cerita sedih. Hiks." Sambil nunjukin HP.


"Ya ampun!" Ayang beb auto tepuk jidat🤣

__ADS_1


Tambahin Vote dan hadiahnya! Likenya jangan pelit dong😢


__ADS_2