My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Four J


__ADS_3

"Ayokkk." Raya segera menarik tangan Devan dan keluar dari rumah sakit tersebut


"Sabar dong sayang." Ucap Devan.


"Aku sudah tidak sabar ingin membuat Dede gondrong." Ucap Raya,terus menarik tangan Devan hingga mereka sampai di parkiran rumah sakit dan mereka segera menaiki mobil.


Karena sudah malam hari. Tidak ! tepatnya sudah hampir pagi karena waktu sudah menunjukan jam 2 pagi waktu setempat. Suasana jalan sangat lenggang dan tak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai di rumah besar keluarga Clark.


"Kau ingin mandi sayang ?" Tanya Raya.


"Ya tentu saja,karena kita habis dari rumah sakit." Ucap Devan kemudian menarik tangan Raya menuju kamar Mandi.


"Sayang ?"


"Mandi bersama biar lebih cepat." Ucap Devan,mengerling nakal.


"Ih,Dasar modus." Raya terkekeh dan mengikuti suaminya menuju kamar mandi.


Sampai di kamar mandi Devan dan Raya melucuti pakaiannya masing-masing hingga keduanya polos.


Kemudian Devan menyalakan Shower,Devan menatap Raya yang tengah menggosok gigi di depan wastafel dengan keadaan yang polos.



Mata elang itu menatap tajam tubuh istrinya yang sangat seksoy. Perlahan ia menghampiri Raya dan memeluknya dari belakang.


"Sayang ?" Ucap Raya,sambil memejamkan matanya. Untung saja ia sudah selesai menggosok giginya jika tidak,mungkin ia sudah tersedak sikat gigi.


Lebay ah.😆


"Hem ?" Devan mengecupi pundak Raya dan kedua tangannya meremat pepaya gantung yang sudah bergelantungan di depan sana.


"Ssshhhhh." Raya tak mampu menjawab ia hanya mampu mendesis seperti ular yang akan di mangsa oleh lawannya.


"Jangan lama-lama ngasah goloknya nanti kita masuk angin." Ucap Raya,mengingat kan suaminya.


"Tentu." Ucap Devan,masih mengecupi pundak Raya dan sesekali menggitnya,kemudian ia mulai melancarkan aksinya,dengan posisi ia membelakangi istrinya dan kaki Raya sebelahnya ia angkat dan di letakkan diatas wastafel.


"Argghh,Sayang." Pekik Raya,ketika Devan mulai mengasah pedangnya.


"Nikmat bukan ?" tanya Devan sambil pinggul terus bergoyang.


"Yeahh sangat aahhhh." Raya menggigit bibirnya karena percintaanya kali ini benar-benar sangat dahsyat.


"Teruslah keluarkan suara indahmu sayang." Ucap Devan penuh dengan gairah.


"Ahhh Iyaaa awww pelan."

__ADS_1


"Sory." Ucap Devan,terlalu bersemangat bergoyang cendol.


Dan tak membutuhkan waktu lama Devan dan Raya mencapai pelepasan bersama.


Walaupun singkat tapi tubuh keduanya di penuhi dengan keringat. Kemudian keduanya baru memulai ritual mandi yang sesungguhnya di bawah guyuran air Shower yang hangat.


Setelah selesai mandi,Raya sudah memakai piyama tidurnya berbeda dengan Devan yang selalu polos ketika mau tidur.


"Sayang ! Pakai boxer mu !" Ucap Raya dengan nada kesal.


"Memang kenapa ?" Tanya Devan.


"Kau menodai mata suciku. Lihat Golokmu terus berdiri dan menganggukan kepalanya." Sahut Raya kesal.


"Cih ! Suci. Dasar mantan perawan." Ucap Devan terkekeh,Kemudian ia memasuki selimut tebal bersama istrinya.


"Ih ! Minggir." Kesal Raya,mendorong tubuh Devan yang akan memeluknya.


"Tidak mau. Satu kali lagi boleh ? Biar dede gondrongnya cepat jadi. Mau ya ya ya." Bujuk Devan.


"Iya." Raya mengangguk,karena ia tidak sampai hati menolak keinginan suaminya untuk bergoyang cendol dan mengasah golok sampai tajam.


Dan selanjutnya terjadilah gempa bumi lokal di arena pertempuran dua itu,yang korban nya terus berteriak keenakan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi hari dirumah sakit sudah terjadi kehebohan karena Empat bayi terus menangis karena sudah tidak sabar ingin sarapan.


"Dad,bisa lebih cepat. Mereka pasti sudah sangat lapar." Ucap Jeje kepada suaminya.


"Iya sebentar lagi sayang." Ucap Xander,sambil membasuh tubuh istrinya,tapi tatapan Xander mencuri pandang ke pepaya gantung yang sekarang menjadi milik ke empat Anaknya.


Glek


Xander menelan ludah nya kasar dan dengan reflek tangannya ingin meremat pepaya gantung itu yang semakin membesar dan sangat menggiurkan.


Plak


"Jangan macam-macam,ingat puasa !" Ucap Jeje kesal,dan memukul tangan suaminya.


"Cuma satu macam saja sayang,he he hee." Ucap Xander tersenyum,sedangkan Jeje memutar kedua bola matanya malas.


Tak berselang lama Xander dan Jeje keluar dari dalam kamar mandi dengan di gendong oleh suaminya.


"Loh kok?" Jeje sedikit terkejut,ketika melihat ke empat anaknya di beri susu formula.


"Maafkan Mom,Je. Mereka sudah sangat lapar jadi terpaksa Mom meminta Suster untuk memberikan Susu formula." Ucap Oma Airin merasa tidak enak.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Mom,karena aku juga berencana ingin memberikan mereka susu formula karena aku juga tidak sanggup jika menyusui ke empatnya. Iyakan Dad ?" Jelas Jeje,membuat Oma Airin lega.


"Iya,itu karena anak-anak kita rakus." Jawab Xander, sambil meletakan istrinya secara perlahan di atas tempat tidur pasien.


"Oh ya,setelah ini Mom ingin ke yayasan untuk mencari empat Babysitter untuk cucu-cucuku." Oma Meminta izin kepada Xander dan Jeje.


"Empat ? Apa tidak berlebihan Mom?" Tanya Jeje.


"Tentu saja tidak,semua ini juga untuk kebaikanmu juga agar kau tidak terlalu repot dan lelah." Ucap Oma Airin.


"Baiklah kalau begitu dan terimakasih Mom." Ucap Jeje,karena di balik sifat gesrek ibu mertuanya ada sifat kasih sayang dan kepedulian yang tinggi.


Oma Airin menengadahkan tangannya didepan Xander membuat Hot Daddy itu mengernyitkan keningnya.


"Duit lah !" Seru Oma Airin.


"Ck." Xander berdecak kesal.


Plak


"Jangan berdecak ! Semua ini juga untuk anak-anak mu." Ucap Oma Airin memukul lengan putranya.


"Bukan begitu Mom ! Kemarin kita terburu-buru kesini jadi aku tidak sempat membawa dompetku." Ucap Xander,sambil melirik tas ibunya.


"Baik-baik. Pakai uang mom dulu tapi kau harus mengganti nya sebesar 200 jetong." Ucap Oma Airin,mendekap tasnya.


"Whatt !!!" Pekik Xander,sedangkan Jeje hanya terkekeh geli.


"Tidak mau ya ? Oke jika begitu Mom minta dibel—"


"Oke,nanti akan ku ganti." Potong Xander cepat,dari pada harus menuruti permintaan ibunya yang terbilang aneh itu.


"Anak pintar. Anak siapa sih ?" Oma Airin mencubit kedua pipi putranya dengan gemas.


"Mom !!" Seru Xander,karena ia malu dengan aksi ibunya,apalagi di kamar itu ada dua suster yang melihatnya sambil menahan tawa.


"Apa yang kalian lihat !" Ucap Xander dengan tegas,dan menatap tajam kedua suster itu.


"Maaf Tuan." Ucap Kedua suster ketakutan,karena ternyata Tuannya sangat mengerikan.


"Kontrol emosimu,lihat Four J baru saja tidur." Oma Airin mengingatkan.


"Ah,Ya aku lupa." Xander mengusap wajahnya. Lalu melihat ke empat putranya yang sudah tertidur kembali di dalam box bayi.


"Cih,lupa ? Giliran ngadonnya saja semangat 45." sindir Oma Airin sampai tergelak.


"Momm!!"

__ADS_1


Four J ? Penasaran gak sama nama empat tuyul ?


Tambahin vote dan hadiahnya dulu dong🤭🤭🤭🙏


__ADS_2