My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Dasar maniak!!


__ADS_3

Devan berjalan menuju kamarnya dengan lesu, bersamaan juga Raya ingin menuju kamarnya.


"Sayang." Panggil Devan, dengan nada yang sangat lembut.


"Huh!" Raya memalingkan wajahnya kesal lalu memasuki kamar terlebih dahulu.


"Say—"


Brak


Ucapan Devan terhenti ketika Raya menutup pintu kamar dengan keras.


"Sepertinya istri bar-barku sangat marah." Ucap Devan.


Kemana aja Om? Masa baru sadar sih!


Kemudian Devan memasuki kamarnya dengan perlahan.


"Sayang? Kenapa memakai baju seperti itu?"



Devan menaikan alisnya sambil menggigit ibu jarinya, ketika melihat istrinya memakai baju saringan tahu yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sangat menggoda.


Bahkan istrinya itu tidak memakai dalaman hingga pepaya gantung dan si sarung sempit terlihat jelas.


"Memang kenapa?" Tanya Raya, cuek lalu merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


Glek


Devan menelan ludahnya kasar ketika Melihat istrinya berada di atas tempat tidur dengan gaya yang menggoda.

__ADS_1


Si golok yang tadinya bobok ganteng kini sudah terbangun sambil menganggukan kepalanya.


Raya memang sengaja memakai baju haram itu untuk memberi hukuman kepada suaminya.


Rasakan! Makanya jangan main api! Karatan tuh golok!. Batin Raya.


Golok oh golok. Jangan sekarang oke! Batin Devan, memberi pengertian kepada golok saktinya.


Devan memejamkan matanya sambil mengumpat kesal karena kecerobohan dirinya sendiri, kini ia harus menerima hukuman dari sang istri.


Kau memang bodoh Devan! Sekarang kau harus tersiksa dan tidak bisa mencicipi si sarung sempit yang legit! Batin Devan lagi.


Kemudian Devan berjalan menuju ranjang dan mulai membuka pakiaannya satu persatu hingga dirinya polos.


"Ya! Kau mau apa?" Pekik Raya, ketika melihat tubuh polos suaminya yang seksoy itu.


Ya Tuhan, besar sekali. Batin Raya, ketika melihat pemampakan si golok sakti yang sudah berubah menjadi talas bogor.


"Mau tidurlah, apa kau lupa jika aku tidak bisa tidur jika mengenakan pakaian." Jawab Devan, sambil merebahkan diri di samping sang istri lalu menarik selimut hingga sebatas pinggang.


"Oh." Jawab Raya, lalu membelakangi Devan dan juga menarik selimut sampai leher.


"Apa kau tidak kedinginan?" Tanya Devan.


"Tidak!"


"Apa Kau ti—"


"Jangan melewati batasmu! Ingat hukumanmu masih berlaku!" Ucap Raya, ketika tangan Devan membelai punggungnya.


"Ah, ya. Selamat malam My Wife." Lirih Devan. Kemudian ia pun membelakangi Raya.

__ADS_1


Selamat malam My Husband, mimpi indah sayang. Batin Raya, kemudian memejamkan matanya.


Dan malam yang dingin itu keduanya tidur saling memunggungi tanpa adanya kehangatan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jika di markas tempur 2 sedang terjadi perang dingin berbeda dengan markas tempur 1 yang penghuninya tengah berolah raga malam untuk menghangatkan arena pertempuran.


"Ahh, daddy." Jeje melenguh dan terus mendesaah ketika Xander terus menghujamnya dengan pelan dan teratur.


"Yeah, Owhh nikmat sekali." Racau Xander ketika ia memaju mundurkan pedangnya kedalam si sarung sempit.


Terasa menjepit dan menggigit.


"Faster, Dad ahhh."


"Nikmat bukan?"


"Yeah, sangat emmmpp aku menyukai ahhh." Jeje tak mampu melanjutkan perkataanya ketika ia sudah di hantam rasa nikmat yang sangat luar biasa hingga ia mencapai puncak.


Xander menghentikan gerakannya sejenak ketika istrinya mencapai puncak. Xander sampai memejamkan matanya saat merasakan milik istrinya berkedut dan terasa hangat ketika pedangnya di sirami oleh cairan nikmat milik istrinya.


"Hukumanmu harus segera kau cicil! Jadi mulai mencicillah dari sekarang." Ucap Xander menyeringai licik.


"Ish, curang! Yang tadi pagi sudah 2 ronde dan sekarang Awhhhh ahhh." Pekik Jeje, ketika Xander mulai menghujamnya lagi.


"Dasar maniak!!! Bule KW!!"


Nikmatin saja Mami kecil 😆


Tambahin Vote, hadiah dan jangan pelit like!!

__ADS_1


__ADS_2