
"Apa yang terjadi?" Tanya Jeje, kepada suaminya yang terlihat tidak baik-baik saja,saat memasuki kamar tempur 1.
Xander duduk di samping Jeje, kemudian mengambil alih Sean yang sebelumnya di pangku oleh istrinya.
"Aku—" Selanjutnya Xander menceritakan semua yang terjadi di ruang makan tanpa ada yang terlewatkan.
"Huh." Jeje membuang nafasnya dengan kasar.
"Seharusnya kau tidak boleh bersikap seperti itu, karena sebenarnya apa yang di katakan oleh Nyonya Fadaei ada benarnya. Jangan hanya karena perbedaan berpendapat membuat hubungan kekeluargaan kita hancur." Ucap Jeje dengan lembut.
"Mereka sangat keterlaluan, bukan hanya masalah perbedaan pendapat tapi ini juga menyangkut etika mereka. Dan aku tidak suka dengan orang seperti itu." Ucap Xander dengan tegas.
"Dan aku memberi teguran kepada mereka agar mereka sadar akan kesalahannya." Lanjut Xander lagi.
"Daddy sayang, Kau boleh menegurnya tapi tidak boleh berlebihan, karena setiap orang mempunyai karakter yang berbeda-beda. Dan kau tidak bisa memaksa mereka untuk menjadi seperti yang kau mau." Jeje mengusap rahang tegas suaminya dari samping.
"Walaupun mereka salah, tapi kita tidak berhak untuk menghakiminya." Lanjut Jeje, lalu memeluk lengan kekar suaminya.
"Sebenarnya hatimu itu terbuat dari apa, sih ?"
"Dari Cinta dan kasih sayang yang daddy berikan." Ucap Jeje, tersenyum manis lalu mencium pipi suaminya.
Bluss
__ADS_1
Ah. Kenapa wajah Xander menjadi merona.
Membuat Jeje semakin gemas dengan suami Tuanya itu.
Eh salah ! Suami matangnya !
"Jika jalan menuju surga duniaku tidak di blokir, sudah aku seret kau ke area pertempuran dan membuatmu mendesaah dan berteriak tanpa henti." Bisik Xander dengan sensual.
"Ishh. Dasar." Kini giliran Jeje yang merona malu. Kemudian keduanya tertawa bersama.
"Aku kasihan dengan Devan karena mempunyai orang tua yang seperti itu." Ucap Xander.
"Ya, semua orang di rumah ini merasa iba dengan Devan, dan aku pun tidak menyangka jika Pria yang terlihat kuat itu mempunyai kehidupan yang sangat pelik di baliknya. Sekarang, Kita harus selalu suport Devan, agar dia tidak merasa kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya." Ucap Jeje.
"Sekarang apa kau tidak bekerja, Tuan Xander?" Tanya Jeje, masih memeluk tangan kekar tersebut.
Xander menyeringai licik ketika di tanya seperti itu.
"Kau sangat mengerikan sayang." Jeje melepaskan belitan tangannya yang melingkat di tangan Suaminya.
"Aku kenapa?" Tanya Xander, lalu pergi kekamar sebelah dan memberikan Sean kepada Baby Sitternya dan kembali lagi Kamar tempur dimana istrinya masih disana.
"Daddy!" Pekik Jeje, ketika ia bersiap memompa Asinya, Tiba-tiba Xander sudah mendahuluinya dan menghisap Choco chips yang menempel di pepaya gantungnya.
__ADS_1
"Shhhh. Jangan di sedot!"
"Aku hanya meminta sedikit saja." Ucap Xander, lalu segera melepaskan kemeja yang di kenakan istrinya, tidak lupa ia juga melepaskan penutup pepaya gantung itu.
"Ahh,Daddy." Racau Jeje, ketika Xander mengullum Choco chips itu bergantian.
"Berikan SPA terbaikmu untuk pedangku ini." Ucap Xander yang sudah melepaskan boxernya, dan memperlihatkan Pedang panjang yang sudah siap untuk diasah.
Tanpa di suruh dua kali, Jeje memulai aksinya dan membuat Suaminya itu merem melek dan hingga mengeluarkan suara laknat yang menggema di kamar tempur tersebut.
Tak lupa keduanya itu juga saling mematuk dan membelit lidah, membuat Jeje kelimpungan sendiri karena ia juga merasakan sarung sempitnya sudah terasa kembang kempis.
"Yeahh ,terusss sayang. Ini sangat Enak tapi lebih Enak kue apem mu itu." Racau Xander, ketika ia merasakan Pedangnya di urut lembut dengan tangan halus itu.
"Faster!!!!" Ucap Xander ketika akan sampai pelepasan, lalu Xander mengambil boxernya dan dengan cepat menutup si kepala botak dengan boxernya itu.
Jeje pun mempercepat gerakan tangannya, hingga membuat si kepala botak berdenyut dan memuntahkan Vla puding yang begitu banyak di boxer berwarna putih tersebut.
"Terimakasih sayang." Ucap Xander, lalu mencium bibir istrinya yang terlihat membengkak karena ulahnya.
Abis marah-marah terus hareudang 😆
Tambahin Vote sama hadiahnya,jangan lupa likenya !
__ADS_1