My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Aku pasrah!


__ADS_3

"Sayang?" Teriak Raya dari luar kamar mandi, yang ada di dekat dapur.


"Ya!"


"Apa belum selesai juga? Apa perutmu masih sakit? Aku panggilkan dokter ya?" Tanya Raya beruntun, ia menjadi sangat cemas dengan keadaan Devan. Devan terus keluar-masuk kedalam kamar mandi karena ulahnya.


"Aku baik! Dan tidak perlu dokter!" Sahut Devan dari dalam kamar mandi.


"Ambilkan handuk dan pakaian gantiku!" Teriak Devan lagi.


"Oke!" Raya pun segera mengambilkan apa yang suaminya butuhkan kedalam markas tempur 2, lalu memberikan haduk dan pakaian ganti kepada suaminya.


Tak berselang lama Devan keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang lebih segar dengan pakaian santainya dan pakaian kotornya langsung ia buang di tempat sampah yang ada di kamar mandi.


"Sayang." Raya menghambur kepelukan Devan tapi, baru sesaat perutnya terasa mual kemudian ia mengurai pelukannya dan menjaga jarak dari suaminya.


"Jangan mendekatiku dulu." Ucap Devan.


"Iya, maaf. Apa kau baik-baik saja?" Tanya Raya, sambil menatap wajah tampan suaminya.


"Aku baik, Sayang. Ayo kita kekamar karena kau juga harus membersihkan tubuhmu." Ucap Devan, lalu di angguki Raya, kemudian mereka menuju markas tempur 2.


Devan menunggu Raya yang tengah mandi sambil menyemprotkan parfume aroma Stroberry kebadannya.


"Manis dan lembut sekali wanginya." Ucap Devan, ketika mencium aroma parfume itu dari tangannya.

__ADS_1


Jeglek


Raya membuka pintu kamar mandi hanya memakai handuk putih yang melilit di tubuhnya.


Mendengar suara pintu terbuka, Devan pun menoleh dan menatap istrinya tak berkedip


Glek


Jangkun Devan naik turun ketika melihat pemandangan yang begitu indah, segar dan menggoda. Membuat si kepala botak di bawah sana meronta-ronta ingin segera menodong si sarung sempit.


Raya berjalan perlahan menuju suaminya lalu duduk di pangkuan suaminya dengan gaya yang sensual.


"Auhhhh, si botak nacaal." Ucap Raya, ketika ia mendudukan diri di pangkuan suaminya, Ia merasakan tonjolan keras di bawah sana.


Devan terkekeh ketika mendengar ucapan konyol istrinya.


"Heum, kau wangi sekali dan membuatku ingin memakanmu." Ucap Raya, sambil menciumi leher Devan.


"Jangan memancingku!" Desis Devan ketika Raya menciumi lehernya.


"Aku tidak memancing tapi aku menjaring, karena mangsaku sebesar ini." Ucap Raya dengan keabsurdtannya membuat Devan tergelak.


Raya meraba dada bidang Devan yang berotot dan bokongnya bergerak sensual di bawah sana, membuat Devan menggeram ke enakan.


"Kau semakin berani ya!"

__ADS_1


"Heum? Kenapa kau tidak suka?" Tanya Raya ,sambil mencium rahang tegas Devan yang di tumbuhi bulu-bulu kasar.


"Aku sangat suka." Ucap Devan, lalu segara mengangkat tubuh Raya dan merebahkannya perlahan di atas arena pertempuran.


Devan membuka handuk pembukus tubuh istrinya.


Glek


Devan menelan ludahnya kasar ketika melihat tubuh seksoy istrinya, apalagi ada pepaya gantung yang semakin membesar dan di ujungnya ada Biji ketapang berwarna merah muda yang sangat menggiurkan.


Dan di bawah sana ada hutan rimbun yang di tumbuhi rumput berwarna hitam dan keriting.


"Sshhhhh." Raya mendesis ke enakan ketika, Devan membelai Sarung sempit di bawah sana.


"Kau sangat menggoda! Jadi jangan salahkan aku jika nanti aku tidak bisa berhenti untuk membuatmu mendessah." Ucap Devan sensual, sambil mencapit biji ketapang dan membuat Raya menggelinjang.


"Ahh, ya aku pasrah. Anggap saja ini bayaran karena membuat dirimu sakit perut. Tapi pelan-pelan karena ada dede gondrong di bawah sana."


"Tentu aku akan melakukannya secara perlahan dan memberimu kenikmatan yang sangat luar biasa." Ucap Devan, sambil mencium leher istrinya.


"Aku pasrah!"


Aku juga pasrah Om. Ayo kita mulai🤪


Tapi nanti malam aja karena masih sore🤣🤣🤣

__ADS_1


Kasih hadiah sama Vote dong 😘😘😘


__ADS_2