My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Malin?


__ADS_3

"Hei! Wajahmu itu kenapa? Seperti triplek yang di makan Rayap." Cibir Xander, kepada Devan yang tengah duduk di ruang makan sambil menopang dagunya dengan kedua tangan.


Xander malam ini kelaparan sekali setelah membuang energi dan menyemburkan Vla pudingnya dua kali. Sedangkan Devan seperti biasa saja hanya meminum susunya sebelum tidur.


Susu cap botol ya. 🤭


Devan tidak menjawab, melainkan pria itu tengah menatap penampilan Ayah mertuanya yang duduk di sebelahnya.


Rambut basah, wajah berseri-seri seperti habis menang lotre, dan juga apa itu? Dilehernya ada cap Bibir.


"Apa ada yang salah?" Tanya Xander, ketika ditatap Devan seperti itu.


"Apa kau tadi habis menunggang kuda?!"


"Uhukk...Uhukkk." Xander tersedak makanannya sendiri, kemudian ia menyambar botol yang tak jauh dari tangan kirinya.


"Ya! Itu susu ku!" Sungut Devan sambil menatap Ayah mertuanya kesal.


"Sudah habis!"


Tak


Xander meletakkan botol itu dengan kasar diatas meja, "Susu mu hambar! Lebih enak susuku!" Ucap Xander, dan membuat Devan mengumpat kesal dalam hati.


Bukankah susumu, jauh lebih hambar. Cibir Devan dalam hati.


"Dan apa tadi kau bilang? Aku menunggang kuda?! Berani sekali kau mengatai ibu mertuamu seperti itu!" Ucap Xander lagi dengan nada yang sewot, tanpa sadar ia menjawab pertanyaan Devan.


"Ha ha ha haa, kau mengakuinya!" Ledek Devan, membuat Xander menggeram kesal.


"Huh." Xander menghembuskan nafasnya dengan kasar, kemudian ia melanjutkan makan malamnya yang tertunda karena pertanyaan frontal Devan.


Sepertinya, dia sudah tertular virus gesrek Airin Clark. Batin Xander, sambil melirik Devan yang melamun kembali.


"Dad, kau harus menanggung kerugianku." Ucap Devan, melirik Ayah mertuanya.

__ADS_1


"Apalagi?!" Keluh Xander, sambil memasukan sesendok nasi kedalam mulutnya.


"Aku habis di palak oleh Oma Airin sebesar 200 juta!" Keluh Devan.


"Apa kau sudah jatuh miskin?!" Tanya Xander, Devan menggeleng sebagai jawaban.


"Bukankah uang 200 juta hanya seperti butiran debu untukmu?? Dasar perhitungan!" Kesal Xander, membuat Devan tersenyum konyol.


Gagal deh, mau minta ganti rugi. Batin Devan.


"Memang Malin itu meminta di belikan apa?" Tanya Xander, membuat Devan mengerutkan keningnya.


"Malin??"


"Oma Lincah!" Jawab Xander, membuat Devan tergelak.


"Seharusnya kau menawarkan baju bulu kucing atau jaket kulit landak juga." Ucap Xander lagi, membuat Devan semakin tergelak.


"Memangnya, Oma ingin membuka kebun binatang di rumah, ha ha ha."


Dasar anak dan Cucu menantu luknut!😆


Setelah selesai makan malam Xander kembali kedalam kamar dengan keadaan perut yang sudah terisi penuh.


"Selamat malam sayang." Ucap Xander setelah merebahkan dirinya di samping Jeje yang sudah terlelap, tak lupa ia menciumi seluruh wajah istrinya, membuat Jeje menggeliat manjah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kapan si merah pergi?!" Tanya Devan sambil mendengus kesal.


"Sabar." Jawab Raya santai.


"Sabar terus, nanti kelamaan golokku bisa karatan." Kesal Devan.


"Terus aku harus bagaimana?" Tanya Raya tak kalah kesal kepada suaminya. "Mana mungkin golokmu bisa karatan, yang ada golokmu itu akan menjadi keriput seperti terong rebus!"

__ADS_1


"Enak saja seperti terong rebus! Golok saktiku ini seperti talas bogor, besar dan panjang." Ucap Devan membanggakan diri, karena ia tidak terima goloknya di samakan dengan terong rebus.


Sedangkan Raya mencebikan kesal lalu merebahkan diri diatas tempat tidur dan Crystal sudah tidur di tempat tidurnya sendiri yang terletak di samping ranjang mereka.


"Sayang, Spa boleh?" Bisik Devan.


"Tidak mau!"


"Ayolah!"


"Tidak ya tidak! Di jepit sama sarungnya saja lama apa lagi kalau di Spa? Bisa-bisa tanganku menjadi kekar." Gerutu Raya.


"Ayolah sayang, nanti aku tambah uang bulananmu." Rayu Devan, sambil membalikan tubuh Raya yang sebelumnya membelakanginnya.


Raya menengadahkan kepalanya sambil mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di dagu. Sepertinya dia sedang berfikir keras.


"Boleh, tapi sekali SPA nambah 100 jetong ya." Ucap Raya berseri-seri.


Dasar matre!. Umpat Devan dalam hati.


"Ya, baiklah." Ucap Devan, sambil menghembuskan nafasnya pelan.


Dasar tukang palak!


"Yeii, jadi makin cinta deh." Ucap Raya, lalu segera naik keatas tubuh suaminya.


"Sayang, sabar dong." Devan terkekeh ketika melihat Raya tergesa membuka boxernya.


"Ahhh sayang—"


Ahh.....nanti saja lanjutannya 😆


Like mana like??


Vote dan hadiah jangan lupa!!

__ADS_1


__ADS_2