
Brak
"Aaaaaaa." Jerit Jeje, ketika kamarnya di buka paksa dari luar.
"Kalian ini— Astaga!!!" Pekik Oma Airin, lalu membalikan badannya. Beruntung yang memasuki kamar tersebut hanya dirinya.
"Mom!!!" Kesal Xander, dengan cepat ia mengambil selimut untuk menutupi tubuh polos istrinya yang sudah seperti macan loreng. Bersyukur Xander sudah mengenakan Boxernya terlebih dahulu untuk menutupi belalai gajah yang gondal-gandul di bawah sana.
Memalukan. Rutuk Jeje dalam hati. Wajahnya berubah merah karena malu.
Dasar anak dan menantu lucknut. Batin Oma Kesal.
"Cepat bersihkan diri kalian!! Setelah itu temui mommy di kamar Four J!" Setelah mengatakan hal tersebut, Oma Airin berlalu dari kamar tersebut dan tak lupa menutup kamar tersebut dengan keras.
"Daddy sih!!" Omel Jeje kepada Suaminya ,sedangkan Xander hanya mengangkat kedua bahunya cuek.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Plak
"Mom, sakit." Xander memekik, ketika ibunya memukul kepalanya.
Setelah membersihkan diri, pasangan mesum itu kini tengah berada di kamar Four J. Xander duduk di sofa yang ada di sana, sedangkan Oma Airin berdiri di depan putranya dengan berkacak pinggang.
Oh, jangan lupakan tatapan tajam yang ia tunjukan kepada Putranya.
Dan Four J saat ini sudah berhenti menangis saat di dekap hangat di pelukan sang Mami.
"Rasakan!"
Plak
__ADS_1
"Aduh!! Aku lama-lama bisa amnesia jika Mom terus memukul kepalaku." Ringis Xander, mengusap kepalanya.
"Bagus kalau kau amnesia. Biar hilang itu otak mesummu!" Omel Oma Airin.
Mendengar ucapan Absurd Oma Airin, membuat ke empat babysitter yang ada disana menahan tawa.
"Mom!!!"
"Apa!!" Bentak Oma Airin. "Dasar anak kurang garam!" Umpat Oma Airin sambil menatap tajam putranya.
"Jika aku kurang garam, berarti Mommy kurang manis dong? Pantas saja pahit!" Balas Xander, kemudian segera melarikan diri dari amukan ibunya.
"Ya!!! Kembali kau! Dasar anak lucnutt!" Teriak Oma Airin kepada putranya yang sudah melarikan diri.
"Akan ku sunat kau! Biar metong itu burung!" Kesal Oma Airin.
"Ha ha ha haa." Jeje tergelak, ketika mendengar ibu dan anak itu beradu argument.
"Kau juga Je! Lain kali jangan mau di kadalin sama bule KW!" Ucap Oma Airin kepada menantunya.
"Maklum Mom, daddy kan baru buka puasa jadi ya gitu" Ucap Jeje, masih membela suaminya.
"Cih! Kau membela suamimu yang sudah jelas-jelas salah" Ucap Oma Airin, tak habis pikir dengan menantunya.
"Ya, bagaimana lagi Mom, habisnya enak sih. hi hi hi hi"
"Kenapa kau menjadi mesum begitu?!" Tanya Oma Airin sambil menepuk jidatnya sendiri.
"Kan Mom yang mengajari, he he he hee" Jawab Jeje sambil tersenyum, memperlihatkan deretan giginya yang putih dan rapi.
"Astaga!" Oma Airin menepuk jidatnya lagi.
__ADS_1
"Aku rasa semua orang disini sudah tidak ada yang waras, hanya aku sajalah yang waras" Oma Airin bergidik ngeri kemudian keluar dari kamar Four J.
Oma Airin tidak sadar jika dirinyalah yang paling tidak waras.😆
Oma Airin berjalan keluar dan berniat menuju dapur untuk mengambil minum.
"Wah..Wah, Dapat berapa ronde?" Tanya Oma Airin, tak berfilter kepada putranya yang sedang menikmati makam siangnya di meja makan sendiri dengan sangat rakus.
"Uhukk..Uhukk." Xander tersedak ketika mendengar ucapan ibunya, kemudian Ia segera menenggak air minumnya yang ada di dekatnya.
"Mom!!" Protes Xander.
"Apa? Kau itu benar-benar tidak tahu waktu ya!" Oma Airin masih kesal kepada putranya itu.
"Ck! Ya, aku minta maaf mom." Ucap Xander.
"Good Boy, Awas jika kau berani mengulanginya lagi!" Ucap Oma Airin, sambil mengambil air dingin dari kulkas.
"Ya." Jawab Xander dengan malas.
"Sudah tua itu harus sadar diri!" Sindir Oma Airin, untuk putranya.
"Biarpun sudah tua. Tapi, kekuatanku tidak kalah dengan yang muda." Jawab Xander menyombongkan diri.
"Dan jangan lupa, aku masih sanggup membuat istriku tepar dan terkapar." Ucap Xander, dan membuat Oma Airin yang sedang air minum pun terkejut.
Byurr
Air yang ada di dalam mulut Oma Airin menyembur seketika dan mengenai wajah putranya.
"Mommy!!!!!"
__ADS_1
Daddy Kena sembur 😂😂
Tambahin dong Vote dan hadiahnya, likenya jangan lupa.