My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Pembalasan yang setimpal


__ADS_3

Xander menatap wajah Jeje yang terlihat sendu.


Istrinya dalam keadaan kacau !


Tatapan mata itu semakin menajam saat melihat bibir pink kesukaannya dan yang menjadi candunya itu terluka,terlihat ada sisa darah yang sudah mengering disana.


"Kenapa bibir kamu berdarah !!." Tanya Xander dengan datar.


"Dad-" Suara Jeje bergetar,ia tidak sanggup untuk menjawab,apa lagi melihat aura kemurkaan suaminya sudah terlihat.


"Daddy" Kali ini Raya memanggil,berniat untuk menjelaskan kejadian itu.


"Diam ! Daddy tidak bertanya kepadamu !" Xander berucap dengan nada terdengar sangat datar dan dingin,bahkan tatapannya tidak beralih dari wajah Jeje yang terlihat sangat terluka.


Devan menarik tangan Raya,pria itu tahu jika keduanya itu memerlukan waktu.


"Tapi Om ?" Raya berkata lirih saat dirinya ditarik keluar,ia sangat khawatir dengan keadaan mami sambungnya. Devan menggeleng sebagai jawaban jika mereka harus pergi meninggalkan pasangan itu. Raya,Devan dan teman-temannya sudah berada di luar ruangan klinik itu,bahkan dokter ingin memeriksa Jeje pun tidak berkutik.


Sedangkan di dalam kamar klinik itu,tatapan Xander melembut lalu merengkuh tubuh ramping istrinya yang terlihat bergetar ketakutan dan juga menahan tangisnya.


"Dad-".


"Dimana bajingan itu menyentuh mu ?" Xander menangkup wajahJeje yang berlinang air mata.


Hati Xander sangat sakit seperti tertikam belati saat melihat istri tercintanya menangis. Ia bersumpah tidak akan melepaskan bajingan itu yang telah melukai istrinya.


"Disini - ," Jeje menunjuk bibirnya yang terluka. "Maaf aku tidak bisa menjaga bibir ini hikss hiks dia memaksa ku,maafkan aku Dad maaf,aku menjijikan bukan ? Dia menodai bibir milik Daddy maafkan aku Dad,hiks hiks" Jeje terus mengeluarkan air matanya.


Xander perlahan mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir Jeje dengan penuh kelembutan,Jeje terdiam lalu air matanya semakin luruh saat Xander menciumnya tanpa rasa jijik.


Jeje memejamkan matanya menikmati lumaatan lembut itu. Tanpa di ketahui Jeje,Xander menitikan air matanya di sela ciumannya itu.


Begitu besar cinta Daddy Xander untuk mami Jeje ! Pria itu akan melakukan apa saja demi istri tercintanya itu.


"Aku sudah menghapus bekas pria bajingan itu" Xander merapikan rambut Jeje lalu beralih mengusap salivanya yang tersisa di bibir pink itu.


"Dad-" Jeje tak mampu berkata-kata,ia langsung menghambur di pelukan Xander.


"Terimakasih" Suaranya semakin bergetar,air matanya luruh kembali.


"Sstttt" Xander menghapus air mata itu dengan lembut. "Bukankah kau berjanji jika tidak akan pernah mengeluarkan air matamu lagi? Hem ? Maka tepati janji mu itu !" Xander berkata tegas tapi penuh dengan kelembutan.


"I Love U Dad" Jeje mengecupi seluruh wajah suaminya itu hingga tidak ada yang terlewatkan.


"Hei,hentikan ! jika kau tidak ingin ranjang pasien ini bergoyang" Jeje memukul dada bidang Xander dengan keras.


Bisa-bisanya suaminya itu masih berpikir mesum dalam keadaan seperti ini.


"Aku mencintai mu" Walau begitu Jeje tetap tersenyum dan mengucapkan kata cinta.

__ADS_1


"Aku lebih mencintaimu" Ungkap Xander lalu memeluk Jeje.


"Apa Mami akan selamat Om?" Tanya Raya pada Devan.


"Kau pikir Daddy mu akan sekejam itu pada mami mertua ?" Devan memutar bola matanya malas.


"Aku kan cuma bertanya,hih !" Raya mencebikan bibiirnya kesal.


"Apa kau ingin tahu apa yang Daddy mu lakukan pada mami mu ?" Raya mengangguk cepat.


Cup


Devan mencium bibir Raya dan sedikit **********. Raya sangat terkejut dengan kelakuan Calon suaminya itu,beruntung teman-temannya sudah pergi karena harus memasuki kelasnya.


"Om,kenapa kau melakukannya di sini ?" Kesal Raya memukul kepala Devan dengan tasnya.


"Katanya kau ingin tahu apa yang sedang dilakukan Daddy dan mami !". Ucap Devan,terkekeh sambil mengusap bibirnya.


"Manis" Ucap Devan lagi membuat Raya melotot horor.


"Dad sama kamu sama aja mesumnya" Gerutu Raya,lalu menjaga jarak dari Devan.


"Heleh,bilang aja suka !".


"Bisa diam gak !" Kesal Raya.


"Ehem" Xander berdehem dan menatap tajam Devan,saat keluar dari klinik itu ia menggendong tubuh istrinya.


Devan memasang wajah datarnya untuk menutupi kegugupannya.


"Kau tahu,apa yang harus dilakukan Dev ?" Tanya Xander dengan nada datar.


"Siap Bos. Aku akan mengerjakannya" Devan menjawab dengan tegas.


Xander melangkahkan kakinya menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari klinik itu,di ikuti Devan dan Raya.


"Kerumah sakit !" Ucap Xander pada singkat pada Devan yang sudah duduk di balik stir mobil,Xander memangku tubuh istrinya yang sudah terlelap bersandar di dadanya,sesekali ia menciumi kening istrinya itu.


Devan dan Raya hanya menelan ludah kasar saat melihat kebucinan dan juga kemarahan di wajah Xander.


Saat sampai dirumah sakit,Xander langsung membawa Jeje kedokter kandungan untuk memeriksakan kandungan Jeje dan Raya pun ikut bersama mereka sedangkan Devan sudah pergi entah kemana.


"Saatnya pembalasan !" Gumam Devan,menuju sebuah tempat eksekusi.


"Tuan,ampuni dan lepaskan anak saya" Ucap Rektor sekaligus pemilik kampus itu dan juga orang tua Riko.


"Ampuni seperti apa yang kau inginkan ,Hem ?" Devan tersenyum sinis,membuat rektor itu kesal.


"Tuan,mungkin perempuan itu murahan,jadi wajar jika anak saya melakukan hal tersebut" Ucapnya membela anaknya dan menjatuhkan nama Jeje.

__ADS_1


"Papa !" Riko berteriak,ketika mendengar sang ayah menjelekan nama Jeje. Tubuh Riko di ikat di sebuah kursi


"Beraninya kau menghina istri dari tuan Xander Clark !" Devan berucap dengan nada yang sangat mengerikan.


"Aa pa ? Istri tuan Xander ?" Ucapnya terbata dan sekarang dirinya bergetar ketakutan.


"Kau terkejut ? Ternyata kalian ini sama saja ya ! Suka merendahkan kaum wanita" Ucap Devan dengan geram.


"Kau ingin lolos dari sini ?" Papa Riko dan Riko mengangguk cepat.


"Bagus,maka dari itu tanda tangani surat ini !" Devan melemparkan beberapa lembar berkas.


"Apaa ini,pengalihan universitas dan juga perusahaan ?" Ucap Papa Riko terbata.


"Tanda tangani atau kau akan mati mengenaskan di terkam oleh buaya kesayangannku" Devan menyuruh anak buahnya untuk membuka lantai yang ada tengah di injak papa Riko dan juga Riko.


Blam


Terbukalah lantai itu,ternyata masih di lapisi kaca tebal dan di bawah sana ada tiga ekor buaya putih yang siap untuk menantikan mangasanya.


"Bagaimana ?" Tanya Devan sambil menghisap nikotin yang terselip diantara dua jarinya.


"Ba baik" Papa Riko tidak ingin mati sia-sia,lagi pula ia masih mempunyai beberapa perusahaan lainnya yang ada luar kota. Dengan tangan bergetar ia menandatangani berkas itu.


"Good Job" Devan mengambil alih berkas itu. "Setelah ini enyah kalian dari kota ini ! Jangan pernah menunjukan batang hidung lagi ! Paham !" Ucap Devan dengan tegas.


"Paham Tuan" Ucap Papa Riko dan Riko bersamaan.


Devan menjetikan jarinya.


Byurr


Lantai kaca itu terbuka seketika,dan terceburlah kedua orang itu kedalam kolam yang berisi 3 buaya putih.


"Ha ha ha ha,berenanglah jika kalian selamat maka itu keberuntungan kalian dan jangan khawatir buaya-buaya ku itu vegetarian,ha ha ha ha" Devan tertawa puas.


"Tuan to long To long".


"Awasi mereka dan biarkan buayaku memakan makan siangnya" para penjaga disana menganggukan kepalanya. Devan segera pergi dari tempat eksekusi itu.


"Pembalasan yang setimpal" Gumam Xander saat melihat pesan masuk yang di kirim oleh Devan.


Kejam bin sadis Daddy Xander dan juga Devan.


Konfliknya yang ringan aja,karena beban hidup ini udah berat.😝😝😝


Nanti malam Up lagi dan kalean bisa baca kegesrekan keluarga Xander 😁😁


Kasih Hadiah,like sama Votenya ya ! Jangan pelit ! nanti Othor pelit update juga😝

__ADS_1


__ADS_2