My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Kau bau !


__ADS_3

"Dadd !" Seru Devan dengan kesal.


"Apa ? Biar kau merasakan bagaimana rasanya menuruti wanita ngidam." Ucap Xander terkekeh geli,ketika melihat wajah menantunya berubah pias.


"Oh No !" Devan mengusap wajahnya kasar.


"Oh Yes !" Balas Xander diiringi dengan tawa.


"Ih ! Daddy suka banget ngerjain menantu kita." Gerutu Jeje.


"Kau jangan membelanya sayang." Balas Xander,masih tersenyun geli.


"Terserah lah." Ucap Jeje,kemudian memeluk putri sambungnya lagi.


"Aku sebentar lagi akan menjadi Moma." Ucap Jeje tersenyum.


"Kenapa harus Moma dan Popa ?" Tanya Raya heran,sambil membalas pelukan ibu sambungnya.


"Karena Daddy dan Mommy masih sangat muda." Xander yang menjawab.


"Cih !! Kalau Mami masih muda tapi kalau Daddy ?" Raya tidak melanjutkan pertanyaan nya,melainkan berjalan menuju ayahnya.


"Menunduk Dad." Ucap Raya,membuat Xander dan Jeje keheranan.


"Why ?" Tanya Xander.


"Sudah menunduk saja !".


Dan mau tak mau Xander menunduk dan menjajarkan tingginya sama dengan Raya.


Tuk


"Awhhh,apa yang kau lakukan !" Seru Xander ketika rambutnya di cabut Raya dengan kasar.


"Nah lihat ini adalah tanda jika daddy sudah tua sekali,ck ck ck." Decak Raya sambil menunjukan rambut berwarna putih atau orang indonesia menyebutnya 'Uban'.


"Whatt !!!" Pekik Xander,ketika melihat rambut berwarna putih di tangan putrinya.


"Oh No !" Xander berteriak sambil memegangi kepalnya.


"Oh Yes !! ha ha ha haaa." Balas Devan tergelak.


"Diam kau menantu Lucknut !" Kesal Xander,kemudian memeluk Istrinya.


Bukannya Diam,Devan malah semakin tertawa terbahak,membuat Xander mendengus kesal.


"Honey,lihat rambutku sudah di penuhi uban." Adu Xander pada istrinya.


"Lalu memangnya kenapa ? Memang Daddy sudah tua bukan ? Anak saja sudah lima." Ucap Jeje,semakin menggoda suaminya.


"Sayang...." Rengek Xander.


"Astaga ! Kau itu sudah tidak pantas bersikap seperti itu." Ucap Oma Airin,tapi Xander tidak memperdulikannya.


"Dasar ! Oh pinggangku" Keluh Oma Airin,sambil mengelus pinggangnya. "Xander,angkat mom ke kamar,ya tuhan pinggangku rasanya ingin patah." Keluhnya lagi.


Xander mendengus kesal saat mendengar permintaan ibunya,akhirnya dengan terpaksa ia melepaskan pelukannya dari sang istri.


"Sudah tua jangan banyak tingkah Mom ! Oh Ya Tuhan. Kau itu berat sekali Mom padahal badanmu seperti triplek." Gurau Xander,ketika mengangkat ibunya.

__ADS_1


Plak


"Kurang garam !" Umpat Oma Airin sambil memukul lengan putranya.


Xander hanya terkekeh kemudian mengantarkan ibunya kekamar,setelah itu ia kembali lagi ke ruang tengah.


"Kau Dev ? Apa ingin aku gendong juga ?" Ledek Xander kepada menantunya.


"Jangan meledekku." Sungut Devan.


"Oh ayolah,apa kau ingin ku panggilkan tukang urut ?" Goda Xander.


"Dad !!!"


"Apa ? Aku hanya menyarankan saja,siapa tahu pinggangmu patah ! Nanti kau tidak bisa mengasah golok mu lagi. Ingat hormon ibu hamil itu sangat mengerikan." Xander semakin gencar menggoda menantunya.


"Daddy !!" Protes Jeje,ketika mendengar ucapan suaminya.


"Ya,Honey ?"


"Jadi menurut Daddy,aku ini mengerikan ketika mengandung ?" Mode Singa mulai On.


"Tentu saja tidak sayang." Elak Xander,sambil menampilkan senyuman terbaiknya agar istrinya tidak marah.


"Huhh." Jeje hanya mendengus kesal,kemudian berjalan memasuki kamarnya dan di ikuti Xander yang mengejarnya dari belakang.


Di ruang tengah tersisa Devan dan Raya.


"Sekarang tinggal aku dan dirimu sayang. Dan bersiaplah untuk menanti hukuman mu." Devan menyeringai licik.


"Sa sayang,apa kau tega menghukum ku ?" Raya menjadi takut ketika melihat seringai licik suaminya.


"Bukankah pinggangmu sedang sakit ?" Tanya Raya.


"Memang tapi,aku masih kuat menggempurmu sampai pagi." Bisik Devan dengan sensual.


Glek


Raya menelan ludahnya kasar ketika mendengar bisikan suaminya yang menurutnya sangat menakutkan.


Bagaimana tidak takut ? Jika suaminya itu sangat perkasa dalam segala hal. Apa lagi urusan ranjang,suaminya itu bisa bermain satu ronde sampai dua jam lebih.


Aku menyesal karena menyuruhnya untuk goyang ngecor. Batin Raya merutiki dirinya sendiri.


Habislah aku dan Dede gondrong bersiaplah malam ini kepalamu akan di sirami santan kelapa oleh papimu agar rambutmu semakin bertambah lebat.


Devan terkekeh geli ketika melihat wajah pias istrinya.


Menggemaskan. Batin Devan.


Kemudian Devan melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


Saat sampai di dalam kamar,Devan meletakkan Istrinya perlahan di tepi tempat tidur.


Kemudian Devan membuka Kaosnya di depan Raya dan telihatlah tonjolan roti sobek yang sangat menggiurkan menurut Raya.


Deg


Deg

__ADS_1


Entah kenapa jantung Raya berdetak sangat cepat ketika melihat otot-otot tubuh yang sangat menggairahkan itu.


"Kau ingin menyentuhnya?" Tanya Devan,dan dengan bodohnya Raya mengangguk.


Raya perlahan mengangkat tangannya dan menyentuh dada bidang yang berotot itu dengan lembut,jari lentiknya perlahan turun ke roti sobek yang sejak tadi membuatnya menelan ludah.


Sentuhan Raya membuat Devan meremang dan membuat kepala botak milik golok saktinya sudah berdiri tegak sambil menganggukkan kepalanya berulang kali.


Padahal Raya hanya menyentuhnya saja tidak melakukan hal lebih dan pakaian Raya pun masih lengkap,tapi entah kenapa sentuhan tangan lentik itu membuat Devan mabuk kepayang dan ingin segera menerkam istri cantiknya itu.


"Aku sangat menginginkanmu." Bisik Devan sensual.


Raya mengangguk dan berucap, "Pelan-pelan,ada dede gondrong." Balas Raya,dengan mata yang sama berkabut gairah.


Mendapat persetujuan dari sang istri,Devan pun segera melancarkan aksinya.


"Santai saja Sayang." Ucap Raya,ketika melihat Devan tergesa saat melepaskan pakaiannya.


"Kau lihatlah,si kepala botak sudah ngences." Ucap Devan konyol sambil memegang golok saktinya yang sudah menegang.


"Menggemaskan sekali."


Tuing


Raya menoel si kepala botak dengan gemas,membuat Devan memekik.


"Sayang !" Pekik Devan.


"He he hee. Ayo kemarilah,aku sudah siap." Ucap Raya,lalu naik keatas arena pertempuran dan membuka kakinya dengan lebar.


"Lok golok,malam ini kau harus bermain lembut oke. Karena di dalam sarung sempitmu ada dede gondrong hasil dari kerja keras kita." Ucap Devan,sambil mengelus golok saktinya yang sudah berubah menjadi talas bogor.


Jika si golok bisa berbicara mungkin akan berkata, 'Siap komandan !'.😆


Raya tergelak ketika mendengar ucapan suaminya yang konyol.


"Sayang,kau sudah ikutan gesrek,seperti Oma." Raya masih tertawa.


"Kenapa harus Oma ? Jika istriku sendiri saja lebih gesrek." Balas Devan,membuat Raya cemberut.


Devan terkekeh geli,kemudian Ia bersiap untuk menindih istrinya.


"Tunggu !" Tahan Raya,ketika Devan akan menciumnya.


"Kenapa ?" Tanya Devan heran.


Bukannya menjawab,Raya malah mengendus badan Devan.


"Kenapa sayang ?" Devan pun ikut mengendusi bau badannya termasuk di bagian ketiaknya.


Menurut Devan,tidak ada yang salah dengan bau badannya malah ia sangat wangi.


"Kau bau !" Ucap Raya,sambil menutupi hidungnya.


"Perasaanmu saja kali." Ucap Devan,kemudian mulai mencumbu Raya lagi, tanpa memperdulikan keluhan sang istri.


"Sayang, Hoekkk.!"


Penderitaan Devan sudah dimulai😆😆

__ADS_1


Tambahin Vote dan Hadiahnya oke !!!!


__ADS_2