
"Karena aku tidak tahan untuk mencicipinya" Ucap Xander lalu menyambar bibir berwarna pink itu.
"Emmphh emphhh" Jeje terkejut karena ulah suaminya yang main nyosor saja .
"Dad,lepas" Jeje menarik paksa ciumannya.
"Kenapa,hem ?" Xander menurunkan tali spageti yang bertengger di pundak istrinya.
"Dad,jangan disini" Ucap Jeje,saat Xander akan menurunkan resleting dress yang ada dibagian belakang.
"Memang nya aku mau apa ?" Tanya Xander,tapi tangannya sudah berhasil menurunkan resleting itu.
"Dad,Uh" Jeje melenguh ketika bibir tebal dan seksih itu menelusuri leher sampai pundaknya.
Srek
Tangan Xander dengan cepat membuka Dress yang di kenakan istrinya.
"Daddy !" Protes Jeje,saat dress itu sudah lolos dari tubuhnya. Bagaimana jika ada orang masuk ke ruangan itu.
Xander tidak mendengarkan protes istrinya,ia menggendong Jeje masuk ke dalam kamar pribadinya yang ada di dalam ruangan tersebut.
Jeje di letakkan perlahan di atas tempat tidur berukuran besar itu.
"Sayang" Xander menindih tubuh istrinya kemudian mellumat bibir mungil istrinya. Keduanya sudah terbakar gairah dan adegan Asah mengasah pedang pun terjadi.
"Ughhhhhh" Dessah keduanya tertahan saat mencapai puncak bersama-sama.
"Terimakasih sayang" Xander menghapus peluh yang ada di kening Jeje,kemudian mengecupnya dengan lembut.
"Dad,aku lelah" Rengek Jeje. Bagaimana tidak ? Xander menggempurnya hampir 2 jam lamanya.
"Istirahat sayang" Xander menyelimuti tubuh polos istrinya,sedangkan dirinya segera membersihkan peluh sisa percintaannya itu.
Setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian,Xander melihat istrinya yang sudah terlelap. Lalu ia segera keluar dari kamar itu untuk melanjutkan pekerjaannya kembali.
"Wewwww". Devan meledek boss nya yang baru keluar dari kamar pribadinya dengan wajah segar dan rambut terlihat basah,sedangkan Xander menatap malas calon menantunya itu,lalu duduk di kursi kerjanya.
"Boss,itu pakaian mami mertuaku di bereskan dulu" Ucap Devan tergelak.
Astaga ! Xander begitu ceroboh meninggalkan pakaian istrinya yang teronggok dilantai di dekat sofa.
Xander segera mengambil dress dan juga Br* Istrinya,lalu membawanya masuk kedalam kamar.
"Tutup mulut mu itu" Ketus Xander saat melihat Devan tertawa cekikikan.
"Oke" Devan berusaha menutup mulutnya.
"Jadi apa hasilnya ?" Xander mengalihkan pembicaraan.
"Ini berkasnya dan sekarang perusahaan itu resmi milikmu Bos" Devan menyerahkan beberapa dokumen.
"God Job" Puji Xander,saat melihat dokumen tersebut.
__ADS_1
"Lalu mereka kau kirim kemana ?" Tanya Xander,sambil meletakan Dokumen itu di atas mejanya.
"Aku mengirim mereka ke pedalaman di Afrika selatan dan di pastikan mereka tidak akan pernah kembali lagi ke negara ini" Ucap Devan.
Inilah yang di sukai Xander,kinerja Devan sangat cekatan dan juga rapi.
"Bagus" Puji Xander lagi.
"Bos,apa tidak ada bonus untukku ? Aku sedih sekali" Ucap Devan,dengan nada memelas.
"Dasar mata duitan !"
"Tentu saja,karena aku ingin mengajak kencan calon istriku jadi harus memiliki banya uang" Ucap Devan dan mendapat pelototan dari Xander.
"Apa kau sudah jatuh miskin ?" Tanya Xander,walau begitu ia tetap mengirimkan sejumlah uang ke rekening Devan.
"Terimakasih Boss" Ucap Devan,saat melihat ponselnya,Xander menjawabnya hanya dengan deheman.
Xander tidak habis pikir dengan Devan,kenapa pria itu lebih memilih mengabdi kepada nya dari pada memimpin perusahaan nya sendiri.
Xander menatap wajah damai istrinya yang masih terlelap.
"Kau cantik sekali" Pujinya sambil mengelus wajah cantik itu.
"Dad" Jeje menggeliat dan membuka matanya.
"Hem ? Maaf mengganggu tidurmu" Ucap Xander.
"Tidak,jam berapa ini ?" tanya Jeje,karena ia merasa tidur terlalu lama.
"Astaga Dad ! Kenapa tidak membangunkan ku ?" Keluh Jeje,lalu segera bangkit dari tempat tidur tanpa sadar jika dirinya masih polos.
"Mau menggodaku,Sayang ?" Xander menatap tubuh polos Jeje dengan tatapan lapar.
"Ti tidak,Sayang" Jawab Jeje terbata,lalu segera berlari kemar mandi.
Sedangkan Xander tertawa terbahak karena tingkah lucu istrinya
"Ternyata menikah dengan daun muda menyenangkan sekali" Ucap Xander,sambil terkekeh.
"Astaga ! Daddy benar-benar seperti singa" Ucap Jeje saar di kamar mandi.
Beberapa saat kemudia Jeje sudah selesai dengan ritual mandinya dan ia keluar dengan mengenakan jubah mandi berwarna putih.
"Dad,mana baju ku ?" Tanya Jeje dan menghampiri Xander yang tengah duduk bersandar di dasboard tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
Xander meletakkan ponselnya lalu menghapiri istrinya.
"Sini aku tunjukan" Xander menuntun Jeje menuju lemari yang ada di sudut kamar itu.
"Daddy kenapa banyak sekali pakaian wanita disini ?" Tanya Jeje dengan tatapan menyelidik,saat melihat didalam lemari itu banyak dress yang tergantung rapi di dalam sana.
"Hei,aku bukan tipe pria seperti itu" Xander tahu arah pembicaraan istrinya.
__ADS_1
"Lalu ini ?"
"Menurut mu ini ulah siapa ? Bahkan aku tidak berfikiran sampai kesitu" Ucap Xander apa adanya.
"Mommy ?". Dan Xander menganggukan kepalanya.
"Mommy sudah mempersiapkan kemungkinan yang terjadi,hebat bukan ?." Xander memuji insting ibunya.
"Huh,bilang saja jika Daddy menyukainya" Ketus Jeje,lalu mengambil dress berwarna pink motif bunga.
"Tentu saja,sayang. Semua yang berhubungan dengan mu aku suka,apa lagi kalau diatas ranjang".
"Daddy ishh !" Lalu dengan cepat Jeje memakai Dress nya di depan suaminya itu.
"Sayang,jangan menggodaku !".
"Mesum ! Siapa juga yang menggoda Daddy". Jeje terkekeh pelan.
"Ayo,kita pulang. Aku sudah tidak sabar untuk menghabisimu diatas ranjang pertempuran kita" Xander menyeringai nakal,membuat Jeje menyilangkan kedua tangannya di depan didepan dada.
Habislah diriku malam ini. Batin Jeje. Pasti dirinya malam ini tidak akan tidur nyenyak.
Xander menarik tangan Jeje keluar dari perusahaanya.
Banyak pasang mata yang melihat bossnya bergandeng tangan mesra dengan gadis cantik,dan banyak juga yang memuji kecantikan Jeje.
Kabar jika bosnya telah menikah sudah tersebar luas di Holitron Grub.
"Ya ampun pantas saja,Bos betah menjomblo". ucap Salah satu pegawai wanita yang melihat kemesraan bos dan istri kecilnya.
"Iya,ya. enggak nyangka ternyata tipenya daun muda mana cantik banget lagi,kayak artis".
"Iya yang muda itu lebih hot dan legit menggigit".
"Ho'oh ,enggak kayak kita udah tua dan alot lagi,ha ha haa".
"Heleh,aku juga cantik dan muda tapi tidak pernah di lirik sama bos". Ucap Salah satu temannya lagi.
"Cantik dari mana ? Ngaca dulu sana muka kayak tepung kanji gitu aja bangga ha ha ha haaa".
"Ha ha haaa,jangan jujur ah kalau ngomong kan jadi malu". Keempat pegawai itu tertawa terbahak.
Sedangkan Jeje yang mendengarkan pujian dari pegawai disana menjadi tersipu malu.
"Dad,aku malu" Ucap Jeje,semakin mengeratkan tangannya di lengan Xander.
"Untuk apa malu,mereka memujimu sayang" Ucap Xander tersenyum lembut.
Muka kayak tepung kanji ? Gimana tuh😅
Alhamdulillah Othor hari ini bisa Up buat para kesayanganku.
Othor lagi meriang nih,bukan merindukan kasih sayang lho ya🤣.
__ADS_1
Doa in Othor ya sayang-sayang ku biar cepat sembuh Aminnn.
Jangan lupa hadiahnya ya 🌹🌹😘😘😘