My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Geli-geli Enak!


__ADS_3

Jika di markas tempur 2 tengah terjadi pergulatan panas untuk menghabisi lawannya.


Disisi lain Jeje tengah menatap suaminya dengan tajam.


"Jangan marah dong. Kau menikmati juga, kan?" Tanya Xander dengan ringan.


"Huh." Jeje mendengus kesal.


Bagaimana tidak kesal, jika suaminya itu membuatnya terkulai lemas tak berdaya dan ia bahkan hampir melupakan ke empat anaknya.


"Daddy keterlaluan!" Kesal Jeje.


"Oke, aku minta maaf sayang." Ucap Xander, lalu ingin mengecup bibir Jeje tapi, segera ditahan oleh Jeje.


"Lihat Ansel sedang meninum Asi." Jeje menahan bibir Xander dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya menopang tubuh kecil Ansel yang sedang meminum sumber makanannya.


Xander sontak memundurkan wajahnya sambil mengerucutkan bibirnya kesal.


"Seperti anak ABG saja." Cibir Jeje, sambil terkekeh saat melihat bibir suaminya mengerucut.


"Aku memang ABG, tapi versi Tua." Ucap Xander asal, membuat Jeje tergelak.


"Dasar!" Jeje memukul pelan pundak suaminya.


"Ansel, minumnya pelan-pelan dong. Daddy tidak minta kok." Ucap Xander absurd, ketika melihat putranya begitu rakus saat melihat J4 menyedot botol gantungnya hingga tersedak dan batuk.


"Daddy!" Kesal Jeje, kemudian Jeje meniup ubun-ubun putranya agar tidak batuk lagi.

__ADS_1


Menurut mitosnya begitu ya Mak, kalau ada bayi tersedak harus cepat-cepat di tiup ubun-ubunnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kembali lagi ke markas tempur 2 yang tengah terjadi asah mengasah golok hingga tajam dan kinclong.🤭


"Ah, sayang." Desaah Raya, sambil menggigir bibir bawahnya saat Devan terus mengasah goloknya dibawah sana.


"Sshhhhh." Devan hanya mendesis keenakan.


"Ahh, hisap lebih dalam lagi." Racau Raya, ketika Devan menghisap biji ketapangnya.


"Begini?" Tanya Devan, mempermainkan biji ketapang itu dengan lidahnya bergantian.


"Ah, ya begitu. Geli-geli enak." Racau Raya, terus merem melek.


"Apa golokku enak?" Tanya Devan, sambil terus menodongkan goloknya ke dalam sarung sempit.


"Ah, iya emm enak sekali. Besar dan kenyal eh bukan tapi ahhhh iya kenyal." Racau Raya tidak jelas, membuat Devan menahan tawanya.


Bisa-bisanya di saat seperti itu, istrinya masih bisa berkata konyol.


"Aku mencintaimu." Ucap Devan.


"Iya, aku juga sangat mencintaimu, Om tampanku ahhh sayang jangan seperti itu." Desaah Raya ketika Devan mencabut Golok saktinya.


"Sekarang giliranmu." Ucap Devan lalu merebahkan dirinya di samping Raya.

__ADS_1


"Baiklah, kau ingin gaya apa?" Tanya Raya, yang sudah diatas tubuh Devan.


"Terserah, yang penting kau begoyang cendol diatasku." Ucap Devan, lalu memegang goloknya dan memasukannya kedalam si sarung sempit.


"Ahhhh." Desaah keduanya ketika si golok sakti sudah berhasil masuk kedalam si sarung sempit lagi.


Detik selanjutnya hanya terdengar suara desaahan, lenguhan dan kecipak-kecipak di setiap sudut kamar tersebut. Hingga keduanya sampai pelepasan bersama.


"Hah, aku lelah sekali." Ucap Raya, yang sudah terkulai lemas diatas tubuh suaminya.


"Kau hebat sekali sayang, goyangan cendolmu membuat nagih banget." Ucap Devan, sambil membelai punggung polos istrinya yang penuh keringat.


"Tentu saja, karena aku ingin membuatmu puas agar tidak jelalatan lagi!"


Ihik. Sindiran keras untuk Om Devan.😆


"Ya, maaf ya. Ayo kita bersihkan diri dulu." Ucap Devan, lalu beranjak dari tempat tidur dan menggendong Raya menuju kamar mandi.


Sampai di kamar mandi, Devan meletakkan Raya di pinggiran Bathup dengan hati-hati.


"Kita mandi bersama!" Ucap Devan menyeringai licik dan dengan polosnya Raya mengangguk.


Tambahin Vote dan hadiahnya!!!


Salam manis dari Om gondrong yang super tampan.😆


Mukanya udah seger ya! Enggak kusut lagi.

__ADS_1



__ADS_2