
"Wah empat tuyul." Kemudian di susul Devan yang berseru.😆
"Walaupun botak,tapi mereka tampan bukan ?" Ucap Jeje,sambil menatap ke empat anak nya yang tertidur pulas di dalam box bayi.
"Sangat tampan,wajah nya perpaduan antara Mami dan Daddy." Ucap Raya.
"Karena bibitnya sangat unggul." Sahut Xander.
"Enak saja ! Aku yang mengandung berarti ya persawahan ku yang unggul!" Sahut Jeje tidak terima. Dan akhirnya perdebatan pun tak terelakan.
"Hei,kalian malah berdebat ! Semuanya unggul dan nomer 1." Lerai Oma Airin,membuat pasangan ibu dan ayah baru itu berhenti berdebat.
Karena suara perdebatan kedua orang tuanya,membuat ke empat bayi itu terusik.
"Owekkkk...Owekkkkk...Owekkkkk." Ke empat bayi itu menangis bersamaan,membuat seisi rungan itu menjadi heboh.
"Ramainya." Ucap Raya,senang.
"Ayo lomba menangis nanti yang paling lama itu yang menang." Ucap Devan,seolah menjadi wasit.
Plak
Xander memukul kepala Devan dengan keras.
"Kau pikir para putraku sedang paduan menangis." Ketus Xander.
"Heheehe." Devan hanya menyengir kuda.
"Bawa sini Dad,aku ingin menyusui nya." Ucap Jeje kepada suaminya.
Tapi dengan sigap Oma Airin membawa salah satu bayinya kepada Jeje. Begitu pula dengan Raya,walaupun masih terlihat kaku tapi Raya menggendong bayi itu dengan sangat hati-hati
"Keluar sana ! Apa kau tidak dengar jika istriku akan memberikan Asi ?" Usir Xander kepada Devan.
Karena hanya Devan pria lain yang ada disana sedangkan Tuan dan Nyonya Fadaei sudah pamit pulang terlebih dulu.
"Cih ! Masih besaran milik istriku!" Sahut Devan,sebelum meninggalakan ruangan itu.
"Astaga suamiku." Gumam Raya merasa malu dengan ucapan suaminya.
"Apa kau bilang ?" sungut Xander,ingin sekali ia memukul kepala Devan lagi.
"Daddy !" ucap Jeje pelan namun penuh penekanan. Membuat Xander mengurungkan niatnya.
"Sayang, maaf Ya." Ucap Xander,berjalan mendekati Jeje yang tengah menyusui kedua bayinya.
Sedangkan kedua bayi lainnya masih menangis dan di tenang kan oleh Raya dan Oma.
"Mereka mirip sekali,sampai sulit membedakan." Ucap Raya,yang tengah menggendong salah satu adiknya.
__ADS_1
"Iya,Oma juga bingung membedakannya." Sahut Oma Airin.
"Daddy sendiri saja bingung." Sahut Xander,membuat Raya dan Oma menggelengkan kepala nya bersamaan.
Karena merasa kualahan dengan keempat bayi itu,Xander meminta bantuan kepada dua suster untuk membantu mengurus bayinya selama di rumah sakit.
Setelah ke dua bayi yang pertama menyusu sudah kenyang dan sudah tidur,kini gantian bayi keduanya lagi yang mendapat giliran menyusu.
"Sayang,pasti kau sangat lelah." Ucap Xander,karena ia tidak tega melihat istrinya sudah duduk selama hampir 2 jam karena menyusui kembar empat ditambah lagi keadaan Jeje baru selesai Operasi Caesar.
"Lelah dan rasa sakitku terobati setelah melihat mereka lahir ke dunia." Ucap Jeje dengan mata yang berkaca-kaca.
Dalam hatinya ia tidak menyangka akan menjadi seorang ibu dari kembar empat.
Tuhan begitu baik karena memberikan kepercayaan kepadanya dengan menitipkan empat bayi sekaligus di dalam rahimnya dan kini bayi itu sudah lahir ke dunia ini dengan keadaan sehat dan selamat.
Xander tersenyum kemudian mengangkat bayinya yang sudah tidur satu persatu dan di letakan ke dalam box bayi tersebut.
Kemudian Xander duduk di tepi tempat tidur pasien,di raihlah tangan Jeje dan menggenggamnya dengan sangat lembut lalu mencium punggung tangan itu dengan mesra.
"Honey,terimakasih karena sudah memberiku empat anak sekaligus yang begitu sangat tampan dan terimakasih lagi karena perjuanganmu melahirkan mereka." Ucap Xander dengan tulus,sambil menatap mata bening dan indah itu.
Masih teringat jelas di benak Xander ketika melihat perjuangan istrinya yang melahirkan ke empat putranya.
"Terimakasih juga karena Daddy selalu menemani perjalananku selama 7 bulan ini dan selalu menjadi suami yang sabar dan siaga. Ya walaupun waktu aku merasakan kontraksi,tingkah mu sangat menyebalkan." Ucap Jeje terkekeh,karena teringat kebodohan suaminya.
"Hih ! Kau itu merusak suasana romantis nya! Dan juga kau memujiku atau mengolokku." Ucap Xander sedikit kesal,membuat Jeje tergelak.
"Ah,jika begini aku tidak tahan untuk menerkammu." Sungut Xander,karena ia begitu gemas dengan tingkah istrinya.
"Eh,ingat puasa 3 bulan." Jeje terkekeh geli.
"Tapi jika yang ini,tidak puasa kan ?" Xander dengan cepat menarik tengkuk istri nya,kemudian mellumat dan menyesap bibir pink istrinya dengan sangat lembut dan penuh cinta.
"I Love You,Honey." Bisik Xander di depan bibir Jeje. Kedua mata mereka saling menatap lembut.
"I Love You To,Dad." Balas Jeje,kemudian keduanya saling mematuk kembali,tanpa menghiraukan orang lain yang ada di kamar rawat itu.
"Ingin sekali aku menjedotkan kepala Daddymu biar benjol agar dia sadar jika di ruangan ini tidak hanya ada mereka berdua." Kesal Oma Airin.
"Heh ! Tutup mata kalian." Ucap Oma Airin kepada dua suster yang nampak terbengong karena melihat kedua manusia berbeda Gender sedang saling mematuk diatas tempat tidur pasien.
"Biarkan saja Oma,lagian mereka sangat sweet sekali. Aku jadi membayangkan Om Devan." Ucap Raya.
Membicarakan Suaminya,Raya baru teringat jika Devan sedang berada diluar.
"Astaga Oma,My husband Devan." Pekik Raya,sambil menepuk jidatnya.
"Dasar Oon,suami sendiri saja tidak ingat." Oma Airin sambil menonyor kepala Raya.
__ADS_1
"Ih Oma !! Kepala aku ini jangan di tonyor terus nanti kalau aku tambah bodoh bagaimana ?" Sungut Raya ,sambil mengusap jidatnya.
"Lah bukannya kau itu sudah bodoh sejak dulu ?" Oma Airin tergelak.
"Itu karena Oma biang bodoh nya!" Ucap Raya,terkekeh pelan.
"Dasar cucu kurang garam !" Umpat Oma Airin ketika melihat Raya sudah beranjak dari duduknya menuju pintu ruang rawat tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ngeengggg....Ngeengggg...Ngeenggg
Plak
Plak
Devan duduk kursi panjang yang ada di depan ruang Rawat ibu mertuanya,sambil menepuki nyamuk yang hinggap di tubuhnya dan menyedot darah sucinya.
Malang sekali nasib mu Om. 😆
"Huftt,sial ! Kenapa aku malah menjadi hansip disini?"
Plak
"Dasar nyamuk luknut !" Devan meniup nyamuk yang sudah keok dari telapak tangannya.
"Yang boleh menggigit tubuhku hanya lah Istri tercintaku !" Umpat Devan.
Tak berselang lama Raya keluar dari ruang rawat ibu sambungnya.
"Sayang ?" Panggil Raya.
"Lihat sayang tubuhku merah semua,karena di gigitin nyamuk." Adu Devan dengan manjah kepada istrinya.
"Owh,cintaku. Maaf ya tadi aku sempat melupakan mu." Ucap Raya sambil mengusap-usap kulit Devan yang terlihat merah karena di gigit nyamuk.
"Sekarang kita pulang Yuk !" Ajak Raya bersemangat.
"Kok pulang ?" Tanya Devan.
"Iya dari pada di gigitin nyamuk disini mending kita main gigit-gigitan di rumah,hi hi hi." Raya terkikik geli.
"Terus kita sambil bikin Dede gondrong ya." Ucap Devan,sambil menaik turun kan alisnya.
"Dede gondrong ?" Beo Raya dan di angguki Devan menatap mesum istrinya.
"Ayokkk !!!"
Dede gondrong katanya 😆😆😆😆
__ADS_1
Udah selasa nih !!! Mana Vote nya ???
Kasih hadiah juga ya,jangan lupa like dan komentar !.