
Pagi hari di kediaman keluarga Clark.
Penghuni rumah itu sudah selesai sarapan, karena hari ini adalah Weekend mereka berkumpul di halaman belakang di dekat taman bunga milik Jeje, termasuk anak-anak juga ikut berkumpul disana.
Di halaman belakang itu ada kursi melingkar yang terbuat dari bambu, sangat cocok untuk mengobrol santai sambil meminun teh hangat, seperti saat ini yang mereka lakukan.
"Hah, sudah tiga hari Raya dan Devan liburan. Kita kapan Dad?" Jeje mengode suaminya.
"Nanti, kita akan liburan keluarga." Jawan Xander, sambil mengelus rambut indah istrinya dengan sangat lembut.
Mendengar Kata 'Nanti' membuat Jeje menghela nafasnya.
"Nah, gitu dong. Jangan kerja terus yang di pikirkan. Istri juga butuh liburan kali!" Celetuk Oma Airin, terkesan menyindir putranya.
"Iya, aku kerja 'kan juga buat kalian, maaf ya sayang karena sejak kita menikah tidak pernah mengajakmu liburan." Ucap Xander, dengan penuh sesal.
Karena pekerjaan yang super sibuk dan sebagai bos yang bertanggung jawab, ia tidak mempunyai waktu untuk bersantai, mengingat bayaknya karyawan yang bergantung di perusahaannya, walaupun sekarang ada Devan yang menghandle Holitron Grub, bukan berarti ia berpangku tangan.
Apalagi persaingan bisnis amatlah kejam, lengah sedikit saja ia bisa kehilangan segalanya.
"Iya, tidak apa-apa." Jawab Jeje, sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih.
"Terimakasih, sayang kau sungguh pengertian." Xander mencium pipi istrinya dengan cepat.
"Dad, ada anak-anak." Protes Jeje dengan suara yang cukup keras, membuat Kelima anak yang tengah bermain di atas tikar menoleh.
"Begitulah, Xander Clark dengan kemesumannya yang hakiki." Sindir Oma Airin, sambil menyeruput tehnya.
__ADS_1
"Namanya juga pria Normal, Mom!" Sahut Xander, sedikit kesal.
"Oma, olah raga malam itu apa?" Celetuk Crystal tiba-tiba, membuat Oma Airin sampai tersedak teh yang ia minum. Dan Four J menatap Crystal dengan kening yang berkerut sambil bertanya "Olah raga malam? Baru dengar?"
Sedangkan Jeje dan Xander sudah panik dan mata keduanya sudah membola sempurna, mereka tidak menyangka jika gadis kecil itu masih mengingat kejadian semalam. Apalagi perntanyaan itu juga di dengar oleh ke empat putranya.
"Mom, oke?" Jeje berdiri lalu menghampiri Oma Airin yang duduk bersebrangan dengannya kemudian Jeje mengusap dan memijat tengkuk ibu mertuanya.
Oma Airin mengangkat jempol tangannya, bertanda jika dirinya baik-baik saja, tapi ia masih menyisakan batuk.
"Siapa yang mengatakannya?" Tanya Oma Airin, sambil mengusap hidungnya yang masih terasa sakit akibat tersedak tadi.
"Tuh, daddy." Crystal, menunjuk Xander yang tengah mencabuti rumput di bawah kakinya.
"Xander!!!!!" Kesal Oma Airi tertahan dan menatap putranya dengan tajam, ingin rasanya Oma Airin menyumpal mulut putranya yang tidak berfilter itu. Tapi, sebisa mungkin Oma Airin menahan kekesalannya agar tidak meluap, mengingat di sekitarnya ada cucu dan juga cicitnya.
Tidak baik, jika sedang marah atau memarahi seseorang di depan anak kecil yang masih polos, karena takut jika nanti anak-anak itu mencontoh tindakan yang tidak terpuji itu.
Oma Airin mengirup udara sedalam-dalamnya kemudian menghembuskannya dengan kasar.
"Sini Cantik." Oma Airin mencoba memberi pengertian kepada Cicitnya.
"Olah raga malam, itu seperti Papi sama Daddy yang sedang olah raga di ruang fitnes." Jelas Oma Airin, kepada Crystal dan Four J juga ikut mendengarkan penjelas Oma Airin.
"Oh, begitu ya Oma." Crystal menganggukan kepalanya, mengerti. "Jadi, kalau habis olah raga malam juga langsung mandi malam juga ya, Oma? Seperti Daddy dan Mommy tadi malam." Tanya Crystal lagi dengan polosnya, membuat Oma Airin bertambah sangat kesal.
"Iya, pokoknya begitulah." Jawab Oma Airin tersenyum, sambil mengusap rambut Crystal yang terurai.
__ADS_1
Kecerdasan dan keingintahuan Crystal sangatlah tinggi, membuat gadis kecil itu sangat cerewet sekali, dibandingkan dengan gadis kecil seumurannya.
Benar-benar titisan Raya Clark! Batin Oma Airin.
Oma Airin tidak sadar jika dirinyalah nenek moyangnya dari para titisan itu.😆
"Kalian main disini ya, tapi jangan bertengar." Ucap Oma Airin kepada kelima Anak itu.
"Iya, Oma." Jawab Mereka serempak.
"Xander, Jeje. Ikut Mommy!!" Oma Airin menatap tajam anak dan menantunya itu, kemudian berlalu dari sana dan berjalan kedalam rumah.
Beraninya mereka menodai otak polos Cicitku!
Glek
Xander dan Jeje menelan ludahnya dengan kasar ketika melihat tatapan tajam Oma Airin yang seperti menguliti lawannya.
Mau tak mau akhirnya Xander dan Jeje mengikuti Oma Airin kedalam rumah.
Kira-kira Oma Airin mau kasih hukuman apa ya?
Sajennn mana woi!
Like!
Komentar!
__ADS_1
Vote!
Kasih bunga sekebuh dan kopi sedrum!