My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Yang sebenarnya terjadi ?


__ADS_3

Xander dan Devan sudah sampai di perusahaan Holitron Grub.


Ya,hari ini adalah hari pertama Xander berangkat kekantor setelah kelahiran Four J sembilan hari yang lalu. Banyak karyawan yang mengucapkan selamat kepada Xander,atas kelahiran empat putranya dan mereka juga berterimakasih dengan bonus yang telah di berikan oleh Xander.


"Hari ini ada apa jadwal ku Dev?" Tanya Xander,sambil meletakkan tas kerjanya diatas meja.


"Hari ini Anda ada jadwal meeting dengan perusahaan Pancasonic jam sebelas nanti dan selanjutnya anda Free Bos." Ucap Devan,sambil membuka Schedule bosnya yang ada di Tablet nya.


"Free ?" Xander mendudukan dirinya di tempat duduk kekuasaannya.


"Iya bukan berarti anda bebas,banyak dokumen yang harus anda tanda tangani." Ucap Devan.


"CK. Untuk apa kau bilang Free kalau begitu ?" Kesal Xander,sedangkan Devan hanya tersenyum sambil membungkukan badannya dengan hormat sebelum pamit undur diri.


"Devan !" Teriak Xander ketika melihat Asisten merangkap sekretarisnya itu pergi begitu saja.


"Untung menantu." Gerutu Xander,sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kekuasaannya tersebut.


Tak berselang lama Devan masuk lagi kedalam ruangannya sambil membawa setumpuk dokumen yang harus ia tanda tangani.


"Dev,kenapa sebanyak ini ?" Keluh Xander.


"Bukankah ini adalah makanan anda setiap hari." Jawab Devan sambil terkekeh.

__ADS_1


"Ck." Xander hanya berdecak dengan kesal,entah rasanya ia tak bersemangat. Ingin rasanya ia cepat pulang berkumpul dengan anak-anaknya dan memberi hukuman untuk istrinya tentunya.


"Semangat Bos,masih 31satu hari lagi." Devan menyemangati.


"31 hari ? Maksudnya?" Tanya Xander tidak mengerti.


"Masa nifas." Lanjut Devan,membuat Xander tersenyum senang.


"Dan semangat juga untukmu masih 3 bulan lagi melewati trimester pertama." Goda Xander,membuat Devan menekuk wajahnya.


"Cih ! Tahu begitu aku akan membiarkan mu menderita sampai tiga bulan lamanya." Kesal Devan,lalu beranjak dari ruangan bosnya tersebut.


Xander hanya tergelak ketika mendengar gerutuan Devan,lalu melanjutkan pekerjaanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa kau benar tidak mengetahuinya?" Tanya Teman Raya.


"Tidak." Jawab Raya sambil menggelengkan kepalanya dengan wajah bingungnya.


"Padahal hal ini sudah terjadi beberapa bulan yang lalu setelah kejadian di gudang waktu itu." Jelas Temannya yang bernama Mia.


"Mungkin mereka menjual kampus ini ke daddyku." Jawab Raya,sambil menyesap jeruk lemon nya.

__ADS_1


"Ih !! Lo yang makan tuh jeruk,tapi kita yang ngiler." Ucap salah satu temannya lagi yang berama Luna sambil menelan ludahnya kasar.


"Ya nih,Dasar bumil." Membuat mereka bertiga tertawa dan melanjutkan obrolannya lagi.


"Tapi,yang aku dengar saat ini mereka pindah ke luar kota meninggalkan harta bendanya yang ada disini." Ucap Mia.


"Ra ! Lo curiga enggak sih sama bokap lo?" Tanya Luna.


"Nah,bener tuh kata Luna. Bisa jadikan daddy mu ngancem mereka secarakan daddy mu sang penguasa." Ucap Mia membenarkan perkataan Luna.


"Entah." Jawab Raya,sambil menaikan kedua bahunya. Tapi di dalam pikiran Raya masih bertanya-tanya 'Apa yang sebenarnya terjadi?'.


"Coba lo tanya sama Daddy lo." Ucap Luna.


"Mana berani gue,yang ada nih leher langsung di gantung di pohon cabe." Ucap Raya,sambil memegangi lehernya. Membuat kedua temannya itu terkekeh.


"Bisa ae lo." Ucap Luna.


"Bisa dong,Raya Farasya Clark si princessnya keluarga Clark" Ucap Raya,dengan bangga.


"Ya lah,princess karena adek lo laki semua mana botak semua lagi." Ucap Luna,membuat mereka tertawa bersama.


Apa yang mereka bahas ya ?

__ADS_1


Penasaran gak sih ? Yang udah baca dari awal pasti paham🤭


Udah hari senin ya ! Vote sama hadiahnya dong 🙏


__ADS_2