My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Cenayang Cinta


__ADS_3

Minggu pagi hari di kediaman keluarga Clark.


Sudah menjadi rutinitas Xander jika setiap pagi akan meluangkan waktu untuk membaca koran sambil meminum kopi hitam.


Sedangkan Devan seperti biasa dengan kebiasaannya sendiri yaitu meminum susu segar kesukaannya.


"Dad, hari ini kau segar sekali." Tanya Devan, sambil meneguk susunya.


Xander mengernyitkan keningnya sambil menatap menantunya yang tengah meneguk susu.



"Kau mengatakan sesuatu?" Tanya Xander. Karena sebelumnya ia tengah fokus membaca koran, jadi ia tidak mendengar perkataan menantunya itu.


"Hem, aku bertanya jika daddy hari ini terlihat segar sekali." Ulang Devan, dan menatap ayah mertuanya.


"Memangnya hari-hari sebelumnya aku terlihat kusut, begitu?!" Bukannya menjawab pertanyaan menantunya, ia malahan melontarkan pertanyaan lainnya.


Tidak! Tepatnya Ia protes karena tidak senang dengan pertanyaan Devan.


"Bukan begitu. Tapi, hari ini aura bahagia Daddy sangat bersinar." Ralat Devan, sambil memutar kedua bola matanya malas.


"Ah, tentu saja aku sangat bahagia." Xander berucap sambil mengullum senyum.


"Kau ingin tahu apa yang membuatku bahagia?" Lanjut Xander.


Lalu Devan menganggukkan kepalanya karena ia penasaran.


"Sini." Xander menjetikkan jarinya agar Devan mendekat.

__ADS_1


Devan pun mencodongkan tubuhnya, agar ayah mertuanya bisa berbisik kepadanya.


"Karena aku berhasil membuat ibu mertuamu lemas tak berdaya di arena pertempuran." Bisik Xander tak beraklak sambil menahan tawanya.


"Sial!" Umpat Devan kesal, lalu menegakkan punggungnya dan menatap mertuanya dengan sengit.


"Ha ha ha ha." Xander tertawa terbahak, tanpa memperdulikan wajah asam menatunya.


"Buah semangka buah rambutan, harus sabar ya jika golokmu karatan. Ha ha ha haa." Xander semakin gencar meledek menantunya itu.


Ea ea ea, ternyata Daddy juga pintar berpantun. ๐Ÿ˜†


Emang dasar bule KW!


"Mertua gesrek!" Umpat Devan, lalu beranjak dari tempat duduknya dengan perasaan yang sangat kesal dan menuju taman belakang untuk menyegarkan pikirannya.


"Hei! Kau belum gila, kan?" Tanya Oma Airin.


"Aku masih waras, Mom. Justru aku yang harus bertanya sama seperti itu pada, Mommy." Ucap Xander masih menyisakan tawanya, sambil memperhatikan penampilan ibunya.


Oma Airin mengenakan dress tali spageti berwarna rainbow blink-blink dengan lengannya ada pom-pom berwarna rainbow juga.


Ah, dan anting berwarna pink yang terpasang di daun telinganya membuat penampilan Oma Airin semakin cetar membahana.


Dan siapapun yang melihatnya akan ternganga.๐Ÿ˜†


"Dasar anak lucknut! Kurang garam! Kau pikir Ibumu ini sudah tidak waras!" Kesal Oma Airin dan menatap tajam putranya.


"Aku pikir seperti itu, karena lihat lah penampilanmu, Mom." Xander tertawa geli sambil mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


"Siapapun yang melihat, pasti mereka akan mengira jika mommy kurang sekilo."


Plak


Satu pukulan mendarat di kepala Xander dengan keras.


"Sakit Mom!" Pekik Xander, sambil mengusap kepalnya.


"Ayo bicara lagi! Beraninya, kau mengatai Mommy kurang sekilo, padahal yang sesungguhnya hanya kurang Se ons." Ucapan Oma Airin membuat Xander tertawa terbahak.


"Oh, My God! ha ha ha haa." Xander tertawa sambil memegangi perutnya.


Astaga, kenapa aku bisa mempunyai ibu segesrek ini. Batin Xander.


Plak


"Kenapa memukulku lagi!" Keluh Xander.


"Jangan mengumpati Mommy di dalam hati!"


"Wah, Mommy sekarang beralih profesi menjadi cenayang?" Tanya Xander, terkejut karena ibunya bisa membaca hatinya.


"Ya, cenayang cinta!"


Bonus Visual Oma Yang bikin bengek๐Ÿ˜†


Tambahin lah vote sama hadiahnya, dan likenya jangan lupa!


__ADS_1


__ADS_2