
"Mau di colek atau di celup ?" Tanya Xander sensual.
"Di celup aja Dad," Jawab Jeje,sambil mengelus rahang Xander yang di tumbuhi bulu-bulu kasar.
Mendengar jawaban istrinya,Xander pun mulai melancarkan aksinya.
"Ah Dadz" Desaah Jeje,ketika Xander menyesap Choco Chipnya dengan gemas.
Bibir Xander sibuk dengan pepaya gantung milik istrinya sedangkan tangannya mulai menjalar ke sarung sempit yang ada di bawah sana.
"Empppppphh," Jeje mendessah tertahan karena bibirnya di bungkam dengan patukan Xander yang maha Dahsyat dan mampu membuat Jeje melayang,apa lagi Jari-jari Xander mencolok-colok sarung sempitnya,membuat Jeje semakin tak karuan.
"Ahh Daddyy,cepat celupin," Rengek Jeje,karena Xander terus mempermainkannya.
"Baru pemanasan sayang," Xander menyeringai licik.
Ciuman Xander semakin turun dan berhenti di perut bulat istrinya.
"Tok...Tok...Tok...,selamat malam anak-anak Daddy,belum pada bobo kan ? Daddy mau nyiramin kepala kalian jadi baguslah kalian tidak kaget nantinya," Ucap Xander konyol membuat Jeje gemas sendiri.
"Daddy !!!"
"Apa ? Aku hanya meminta ijin kepada anak-anak kita," Ucap Xander cuek.
Ya tuhan,kemana suamiku yang garang kenapa jadi konyol begini sih ?. Batin Jeje.
Xander tidak memperdulikan protes istrinya.
Pria bule itu menciumi perut buncit Jeje dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Perlahan ciuman Xander turun kebawah,semakin kebawah dan Berakhir di depan pintu si sarung sempit.
Xander menghirup aroma khas si sarung sempit yang begitu memabukkan dan selalu membuatnya kecanduan. Lidah Xander menjulur dan menikmati rasa khas yang ada di sana.
"Ahhhhh," Terdengar desaahan Jeje,yang membuat Xander semakin bersemagat untuk melakukan aktifitasnya.
Xander terlihat begitu rakus mellumat si sarung sempit dan jari-jarinya ikut mencolok di sana,membuat Jeje semakin mendesaah hebat.
"Ahh Daddy,aku sampai," Jeje mencengkram sprei dibawahnya dengan erat,dadanya membusung ketika Ia akan sampai pelepasan.
Xander menjauhkan wajahnya dari si sarung sempit,kemudian jari-jarinya terus menari-nari di bawah sana.
"Ahh dad--Emmpp," Xander dengan cepat membungkam bibir Jeje dengan ciumannya.
"Ughhhhh," Jeje memekik tertahan ketika ia sampai pelepasan bersama.
Xander menarik jari-jarinya yang sudah basah karena cairan hangat milik istrinya. Dan tanpa Jijik Xander menyesap kedua jarinya seperti makan es krim.
Sungguh ini perminan gila yang pernah Suaminya lakukan,menurut Jeje.
"Manis," Ucap Xander tersenyum nakal sambil menatap wajah Jeje yang sudah memerah.
__ADS_1
Kemudian Xander menindih tubuh istrinya lagi.
"Ah,Daddy," Jeje mulai maracau lagi,ketika pintu si sarung sempit di colek-colek kepala botak milik pedang panjang.
"Bersiaplah sayang," Suara Xander sudah sangat terdengar berat. Jeje mengangguk pasrah.
Xander memasukan si pedang panjang kedalam si sarung sempit,secara perlahan.
BLES
"Ouhhhh," Racau keduanya,ketika Pedang panjangnya sudah masuk seluruhnya kedalam lubang belut di bawah sana.
Terasa sempit,legit dan menggigit itu yang dirasakan Xander,ketika Ia menggerakan pinggulnya perlahan.
"Sshhh," Jeje mendesis seperti Ular. Ia merasakan rasa nikamat yang sangat luar biasa.
Suaminya memang sangat Hot dalam urusan ranjang.
"Nikmat ?" Tanya Xander,di sela aktifitanya.
"He'um ahh Daddy,pelan-pelan nanti kepala anak-anak kita terpentuk helm si botak," Racau Jeje,ketika Xander mempercepat gerakannya.
Xander pun tidak menjawab tapi ia memperlambat gerakannya pelan dan juga dalam,membuat Jeje semakin merasa nikmat tiada tara.
Tubuh keduanya sudah di penuhi keringat,desaahan dan lenguhan terus terdengar di dalam markas tempur satu tersebut.
Mereka memakai beberapa gaya yang sedang fenomenal yaitu gaya tokek terlentang ,speiderman nemplok di atas kasur dan Katak naik keatas punggung. Hingga keduanya sampai pucak bersamaan.
"Arghhhh," Lenguh keduanya ketika mencapai puncak bersama.
"Makasih Sayang," Xander menciumi seluruh wajah istrinya.
"Sama-sama,Dad," Jawab Jeje sudah lemas,karena ia sampai pelepasan 4 kali tapi suaminya hanya satu kali.
"Jangan tidur dulu,Honey. Ayo bersihkan diri dilap saja badanya karena sudah malam," ucap Xander.
"Lemas Dad," rengek Jeje,mulai memejamkan matanya.
Xander terkekeh melihat tingkah istri kecilnya itu.
"Ayo,kau tidak akan nyaman jika tidur seperti ini," Xander dengan cepat mengangkat tubuh istrinya ke kamar mandi.
Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian,Xander dan Jeje sudah merebahkan diri di atas arena pertempuran dengan posisi saling berpelukan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari berganti begitu cepat dan tak terasa Devan dan Raya menjalani biduk rumah tangga sudah 3 bulan. Dan kabar baik pun belum terdengar dari pasangan itu.
Begitu pula Kehamilan Jeje sudah memasuki bulan ke 7 dan minggu kemarin mereka sudah melangsungkan acara babyshower yang sangat meriah,selain itu mereka juga mengundang anak-anak yatim piatu dari berbagai Yayasan panti asuhan yang ada di kota itu.
Pagi ini Devan mendapat kabar dari kedua orang tuanya yang sudah ada di Indonesia. Devan dan Raya pagi itu akan menemui Kedua orang tuanya di salah satu hotel bintang lima.
__ADS_1
"Sayang,kenapa perasaan ku tidak enak ya ?" Tanya Raya,ketika memasuki lobby hotel tersebut.
"Mungkin karena kau lelah sayang," Bisik Devan,sambil mengelus tangan Raya yang melingkar di lengan kekarnya.
"Mesum !" Bisik Raya,dan wajahnya bersemu merah,karena ia mengingat percintaanya dengan Devan sampai menjelang pagi.
Mereka berjalan menuju kamar Orang tua Devan dengansangat mesra,membuat orang yang melihatnya Iri.
"Selamat datang menantu Mommy," Nyonya Fadaei menyambut menantu cantiknya,kemudian memeluk menantunya itu.
Raya begitu senang bertemu dengan kedua mertuanya setelah sekian lama.
"Hai Son," Sapanya kepada Devan,tapi Devan hanya menatap wanita paruh baya itu dengan datar.
"Dimana daddy ?" Tanya Devan tanpa basa-basi.
"Duduklah dulu," ucap Nyonya Fadaei,tersenyum kecut karena putranya bersikap datar kepadanya.
Raya sedikit heran melihat interaksi anak dan ibu itu.
Devan dan Raya kini sudah duduk di sofa yang ada di kamar hotel tersebut.
Dan tak berselang lama Tuan Fadaei datang dari arah balkon kamar.
"Daddy," Sapa Raya,tersenyum menatap ayah mertuanya yang masih terlihat tampan dan gagah itu walau usianya sudah tidak muda lagi.
"Hai,menantuku," Jawab Tuan Fadaei,kemudian mendudukan diri di samping istrinya.
"Devan kenapa kau tidak menerima hadiah dari Daddy ?" Tanya Tuan Fadaei, to the point.
Nyonya Fadaei mencengkram tangan suaminya agar berhenti bicara. Apalagi ia melihat tatapan Devan semakin menajam.
"Hadiah ?"Tanya Raya,bingung menatap suaminya kemudian beralih menatap kedua mertuanya.
"Aku tidak membutuhkannya ! Kalian pikir aku jatuh miskin !" Sahut Devan dengan tegas dan tatapan mata itu semakin menajam ketika menatap kedua orang tuanya.
"Devan kau ini bicara apa ? Daddy memberikan itu semua karena bentuk kasih sayang kami kepadamu," Tuan Fadaei masih terlihat tenang.
"Kasih sayang ?" Tanya Devan dengan pelan tapi penuh penekanan.
"Sayang,sebenarnya ada apa ini ?" Tanya Raya,tapi Devan tidak bergeming. Bahkan Raya sangat takut ketika melihat sorot mata tajam itu.
"Kasih sayang apa yang kalian bicara kan ?" Devan tertawa mengerikan. "Apa menurut kalian kasih sayang itu bisa di beli dengan uang ? Atau barang-barang mewah ? " Tanya Devan dengan penuh penekanan.
Kedua orang tua Devan terdiam dan menatap nanar putranya yang selama 20 tahun lebih pergi dari kehidupan mereka dan lebih memilih hidup sendiri dan bekerja dengan Xander Clark.
"Aku dari kecil sudah mati rasa dengan kasih sayang kalian ! Dimana kalian ketika aku membutuhkan kalian ? Disaat aku sedang sakit pun kalian tidak memperdulikan ku ! Dimana kalian !!!" Teriak Devan dengan penuh luka,bahkan seorang Devan yang terlihat tegas dan arogant itu sampai mengeluarkan air matanya.
Habis haredang terus kebating banget ya berubah jadi tegang.🙏😆
__ADS_1
Konflik dikit ya seyeng😉
Tambahin Vote sama hadiahnya ya. Biar makin semangka ngetiknya.😁