My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Aku lemas


__ADS_3

Jomblo menepi! Bocil skip saja!


Malam hari di kediaman keluarga Clark.


Seluruh penghuni rumah besar itu, sudah mulai memasuki kamarnya masing-masing untuk mengistirahatkan diri.


"Dad, kondisikan tangannya." Jeje yang sudah memejamkan mata terganggu dengan jamahan tangan nakal suaminya yang menelusup kedalam baju tidurnya dan memainkan pepaya gantung disana.


"Aku ingin, sayang." Bisik Xander, sambil menggigit cuping telinga Jeje dengan pelan. Tidak ingin mendapat penolakan sang istri, Xander dengan cepat membalikan tubuh Jeje menjadi terlentang, karena posisi Jeje sebelumnya membelakangi dirinya.


Cup


Xander langsung mematuk bibir istrinya itu dengan rakus, melumaat, menyesap dan menjelajahi rongga mulut istrinya dengan lidahnya.


"Emmm,, daddy." Jeje melenguh di sela ciuman panas itu.


"Yes Honey, sebut namaku." Bisik Xander sensual setelah melepaskan tautan bibirnya. Setelah itu, Xander melucuti semua pakaian yang melekat di tubuh istrinya dan juga pakaiannya sendiri hingga tubuh keduanya kini sudah polos tanpa sehelai benang.


Xander menatap kagum kemolekan tubuh istrinya, lalu ia mengecupi seluruh permukaan kulit yang lembut dan putih itu dengan penuh damba dari ujung kepala sampai ujung kaki. Jeje mengerang dan melenguh saja saat Xander mempermainkan tubuhnya.


"Xander, i love u. Ahh ahhh ahh." Jeje mendesaah tak karuan saat Xander mengobok-obok si sarung sempit dengan jari nakalnya.

__ADS_1


"Milikmu sangat indah sekali." Xander memandangi si sarung sempit yang terlihat merah merekah, sangat mubazir jika tidak di nikmati.


"Ughhh." Jeje tersentak dan menahan nafasnya bertepatan dengan lidah Xander melahap bagian intinya dengan rakusnya.


"Owhh Daddy ahhh." Jeje mendesaah tak karuan, ia membuka kedua pahanya semakin lebar dan juga mengangkat sedikit pinggulnya agar Suaminya bisa lebih leluasa menikmati si sarung sempit.


Xander menusuk-nusukan lidahnya kedalam sarung sempit, rasa dan bau khas dari si sarung sempit itu membuat Xander semakin bersemangat.


Jeje meremat rambut Xander dan menekan kepala suaminya yang berada sela pahanya agar lebih dalam untuk menghisap bagian intinya.


"Owhhh daddy aku ahhhhh." Jeje mengerang dan mengejan ketika ia mencapai pelepasan yang membuatnya terbang ke langit ketujuh.


Xander menghisap cairan milik istrinya hingga ludes tak tersisa.


"Sangat." Jawab Jeje, dengan nafas yang masih memburu akibat pelepasan pertamannya beberapa detik yang lalu.


"Mau lebih nikmat lagi?" Xander berkata lirih tepat di depan bibir Jeje, dan mata tajamnya yang terlihat sayu menatap wajah istrinya yang terlihat merah merona.


"Lakukan." Bisik Jeje, kemudian ia mencium bibir tebal nan seksoy itu dan mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh suaminya. Jeje dan Xander memejamkan matanya bersamaan, menikmati dan meresapi ciuman yang sangat lembut, penuh cinta dan gairah yang membara. Dan tangan kanan Xander menuntun pedang pamungkasnya yang sudah ngences dan menganggukan kepalanya itu masuk kedalam sarung sempit milik Jeje.


Bless

__ADS_1


"Ughhhh." Racau kedua, saat pedang pamungkas yang sakti mandra guna itu melesak masuk kedalam sarung sempit dengan satu hentakan saja.


"Ahh ahhh." Jeje terus mendesaah saat Xander menghujamnya cepat.


"Owhhh, Honey. Ini sangat nikmat." Racau Xander di sela aktifitasnya. Sementara pinggulnya bergoyang naik turun, bibirnya pun tidak mau diam untuk menjelajahi pepaya gantung dan juga menghisap Choco chips milik istrinya, sudah seperti bayi kehausan.


Kini markas tempur satu itu mulai terdengar, rintihan, desaahan, dan lenguhan kenikmatan yang bersahut-sahutan, hingga keduanya mencapai pelepasan bersama-sama.


Xander menghujamkan pedangnya sedalam mungkin saat si kepala botak memuntahkan Vla puding kedalam si sarung sempit.


"Terimakasih Sayang." Xander mengecup bibir Jeje sekilas, sebagai penutup olah raga malamnya itu.


"Iya, aku lemas, Dad."


Sama aku juga lemas dan nahan nafas pas ngetiknya 🤪


Kasih Like!


Vote!


Komentar!

__ADS_1


Bunga dan Kopi yang banyak!


__ADS_2