
Acara berjoget dan bernyanyi telah usai, dan para juga pelayan sudah membubarkan diri untuk menyelesaikan pekerjaan masing-masing.
Sedangkan Oma Airin, Jeje, Tuan dan Nyonya Fadaei kelelahan dan saat ini tepar di atas Sofa di ruang tengah tersebut.
Lalu Xander?
Lekaki itu menatap kesal ibu dan juga istrinya.
"Aduh.. duhh.. aduhhh, pinggangku." Oma Airin menyentuh pinggangnya yang terasa ingin patah.
Sedangkan Tuan dan Nyonya Fadaei duduk bersandar sambil mengipasi wajahnya karena kelelahan berjoget.
"Ternyata seru juga ya, Mom." Ucap Tuan Fadaei kepada istrinya.
"Iya, Dad. Kita harus seperti ini juga kalau perlu setiap hari biar kita awet muda, hi hi hi hi." Nyonya Fadaei menanggapi ucapan suaminya.
Mata Xander melotot sempurna ketika mendengar percakapan besannya itu.
Ternyata besannya sudah tertular gesreknya Oma Airin. 😆
"Xander!!!" Panggil Oma Airin, yang tengah berbaring di atas Sofa.
"Apa?! Aku tidak mau menggendong mommy." Ucap Xander kesal. Ia, sudah tahu maksud dan tujuan ibunya itu.
"Ya! Kau ingin di kutuk menjadi katak!" Omel Oma Airin, sambil mengelus pinggangnya.
"Daddy!! Tidak boleh seperti itu kepada mommy!" Sang Ratu angkat bicara.
__ADS_1
"Huh!! Baiklah." Xander langsung patuh ketika sang Ratu yang berbicara, kemudian Xander mendekati ibunya.
"Ya!! Anak sialan kurang garam!" Pekik Oma Airin, ketika tubuhnya di panggul seperti karung beras oleh putranya.
"Diamlah, Mom." Ucap Xander kesal, kemudian berjalan menuju kamar ibunya yang ada di lantai atas.
"Mommy, harus berapa kali aku bilang jika mommy tidak boleh berjoget seperti itu. Lihat lah sekarang, pinggang mommy sakit lagi!" Cerocos Xander, setelah membaringkan ibunya diatas tempat tidur.
"Oh ya ampun, kau menghawatirkan mommy?" Tanya Oma Airin, sambil tersenyum kuda.
"Tidak!" Sanggah Xander, lalu memalingkan wajahnya.
Sungguh dalam hati Xander sangat menghawatirkan keadaan ibunya.
Tapi, dirinya sepertinya masih gengsi untuk memperlihatkan kekhawatirannya
"Kau sangat manis sekali." Canda Oma Airin dan ditanggapi decakan kesal dari putranya.
"Hei! Mommy baik-baik saja." Tolak Oma Airin.
"Jangan membantah, Mom! Atau aku akan memangkas habis uang bulanan mommy sampai tahun depan!" Ancam Xander, terdengar tidak main-main.
"Cih! Ngancam." Oma Airin mencebikan bibirnya kesal.
"Baiklah panggilkan Ciki krenyes kemari." Oma Airin mengalah, dari pada ia harus kehilangan uang bulanannya selama satu tahun.
"Ibu pintar." Ucap Xander, sambil membelai halus rambut ibunya seperti sedang membelai kepala putranya.
__ADS_1
"Ya!! Aku bukan bocah." Oma Airin menepis tangan Xander.
"Ya, nenek tua!" Ledek Xander, kemudian segera melarikan diri sebelum mendapat amukan dari sang ibu.
"Xander!!!" Teriak Oma Airin. "Dasar anak nakal." Kesal Oma Airin, kemudian tersenyum senang karena putranya sangat menghawatirkannya.
Xander menuruni anak tangga sambil menahan senyumannya.
Sampai di ruang tengah ia melihat istrinya yang masih duduk bersandar di sofa, sedangkan kedua besannya sudah tidak ada di sana.
Mungkin kedua besannya sudah pulang kerumah saat dirinya mengantarkan ibunya kekamar.
Jeje menoleh ketika melihat suaminya berjalan mendekat kearahnya.
"Kau harus di hukum sayang!" Ucap Xander, dengan nada kesal kepada istri cantiknya itu.
Bagaimana tidak kesal, jika istrinya itu berani goyang ngebor di depan banyak orang.
"Mau!" Ucap Jeje, sambil mengerling nakal.
"Akhh, Daddy!" Pekik Jeje ketika tubuhnya diangkat oleh Xander menuju Markas tempur 1.
"Kau harus bertanggung jawab." Ucap Xander yang sudah mengungkung tubuh istrinya diatas arena pertempuran.
"Iya, tapi— ahhh daddy."
Ah tidakk! Kalian lanjutkan saja sendiri travelingnya 🤪
__ADS_1
Tambahin Vote sama hadiahnya.
Jangan pelit like!!!