
Glek
Tuan dan Nyonya Fadaei menelan ludahnya kasar ketika mendengar kalimat Xander yang sangat mengerikan.
"Ma maafkan istri saya, Tuan." Ucap Tuan Fadaei tergugup.
"Harusnya anda bisa mendidik istri anda lebih baik lagi Tuan! Anda dan istri anda dari kalangan terhormat tapi sayang sekali mulut istri Anda sama sekali tidak terhormat!" Xander berucap dengan nada dingin dan tegas.
"Maafkan saya, Tuan." Ucap Nyonya Fadaei, benar-benar ketakutan ketika melihat Aura mematikan dari Xander Clark.
Oma Airin menikmati perdebatan tersebut sambil memakan kuaci dengan santai dan tenang. Ia sama sekali tidak melerai ataupun menegur putranya. Karena pada dasarnya Nyonya Fadaei lah yang menyulutkan api terlebih dahulu.
Jadi sudah sewajarnya jika mulut kaleng rombeng seperti itu harus di musnahkan!
"Di keluarga Clark tidak pernah membeda-bedakan kasta seseorang! Bagi kami semua orang sama hanya saja nasib yang membedakan! Jika kami kaya dan terhormat itu adalah bonus dari Tuhan. Dan kekayaan yang kami miliki adalah Titipan dari Tuhan!" Oma Airin angkat bicara.
"Harusnya kalian sadar! Bukankah kalian ini mendapat kesuksesan dari NOL? Dan harusnya kalian belajar dari perjuangan masa lalu kalian yang pahit!" Lanjut Oma Airin.
"Aku bersyukur karena Devan tidak di asuh oleh manusia angkuh seperti kalian!" Ucapan Xander begitu menohok hati Tuan dan Nyonya Fadaei.
"Aku harap setelah ini! Kalian bisa jaga sikap dan perbaiki sikap kalian!" Ucap Oma Airin.
"Silahkan pergi dari sini." Usir Xander, dengan sopan.
__ADS_1
Tuan dan Nyonya Fadaei hanya menundukan kepalanya, karena merasa malu dengan keluarga Clark yang sangat bijaksana.
Perlahan pasangan suami istri tersebut beranjak dari duduknya.
"Maafkan kami Tuan dan Oma." Ucap Tuan dan Nyonya Fadaei bersamaan.
"Ya!" Jawab Oma Airin, sedangkan Xander memalingkan wajahnya.
Setelah kepergian Tuan dan Nyonya Fadaei, Xander memanggil para pelayan untuk berkumpul di ruang makan.
"Aku tidak mau perdebatan tadi terdengar sampai ketelinga Devan dan juga Raya!" Ucap Xander dengan tegas, kepada para pelayan disana.
"Baik Tuan." Jawab Mereka serempak.
"Paham,Tuan." Jawab mereka.
"Bubar!" Ucap Xander lagi, setelah itu ia beranjak dari sana dan menuju kamar Four J, dimana istri dan anaknya berada.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Plak
Suara tamparan begitu menggema di dalam kamar yang berukuran cukup besar itu.
__ADS_1
"Puas! Puas kau sekarang!"
Ya! Tuan Fadaei menampar istrinya untuk pertama kalinya.
"Dad." Lirih Nyonya Fadaei terisak, sambil memegangi pipinya yang terasa panas.
"Maafin Mom. Karena tidak bisa mengontrol mulut Mom." Ucap Nyonya Fadaei masih terisak.
"Lebih baik kita kembali!"
"Tidak,Dad! Aku tidak setuju." Nyonya Fadaei menggelengkan kepalanya.
"Setuju atau tidak! Keputusanku adalah mutlak!" Ucap Tuan Fadaei,lalu beranjak dari kamar tersebut meninggalkan istrinya yang menangis meraung.
Tuan Fadaei menuju ruang kerjanya,untuk merenungi semua kesalahannya karena terlalu memanjakan istrinya selama ini.
Ia merasa gagal menjadi seorang ayah dan juga seorang suami.
"Ini semua salahku. Devan maafkan Daddy karena pernah menelantarkanmu." Ucap Tuan Fadaei, sambil mengusap foto Devan yang terbingkai dengan figura di meja kerjanya.
"Melihatmu bahagia sudah cukup untuk Daddy. Sekarang kau sudah mempunyai kehidupan dan juga keluarga yang baru. Maafkan Daddy karena tidak pernah mengiringin masa kecilmu hingga kau dewasa. Maaf,maafkan Daddy." Tuan Fadaei, terisak lirih.
Sebuah pesan yang di dapat adalah Lisanmu menentukan nasibmu. Orang yang tidak bisa mengendalikan lisannya maka akan menjadi sumber masalah.
__ADS_1
Tambahin Vote dan hadiahnya. Jangan lupa like dan komentarnya biar tambah rame😁