
Xander menghembuskan nafasnya kasar saat melihat dua orang yang duduk dihadapannya dan membuatnya sangat muak.
"Tuan,kesalahan anak saya fatal tapi mohon maafkan anak saya" Mohon pria paruh baya itu.
"Iya,Tuan maafkan saya " Ucap anaknya perempuannya yang bernama Clara,si uget-uget.
Ayahnya memberi kode kepada anaknya untuk mendekati Xander yang tengah duduk sambil menyandarkan punggung nya di kursi kebesaran nya.
"Tuan" Memanggil dengan nada yang manja.
Menjijikan. batin Xander kesal. Dirinya jijik saat melihat wanita tersebut dengan memakai mini dress,memperlihatkan pepaya gantungnya yang hampir jatuh dan juga pahanya mulusnya.
"Maaf Tuan. Ini ada telpon masuk,sebentar saya mengangkatnya dulu" Ucap Ayah Clara sambil memegang ponselnya,sengaja berpura-pura menerima telpon agar anaknya bisa menggoda Tuan Xander dengan leluasa.
Ayah Clara keluar dari ruangan Xander dengan senyuman liciknya.
Pasti akan berhasil,karena tidak ada satu pria pun yang bisa menolak pesona putriku kecuali si assisten bodoh itu Devan. Gumamnya kesal.
Sedangkan di dalam ruangan Xander,Clara mulai melancarkan aksinya,ia berjalan sambil meliuk- liukkan tubuhnya persis seperti uget-uget gatel.
Xander menatap muak wanita tersebut,tapi ia membiarkan wanita tersebut melakukan aksinya. Ia ingin tahu sejauh mana wanita itu bertindak.
Dalam dunia bisnis hal seperti ini sudah biasa disuguh kan dengan wanita-wanita cantik untuk di tukarkan dengan saham atau pun kerja sama,tapi Xander Clark adalah pria dingin dan tidak mudah tersentuh oleh makhluk berjenis Wanita kecuali Istrinya Jenita Putri atau Jeje.
Tingkah Clara semakin menjadi-jadi,wanita uget-uget itu berdiri tak jauh tempat duduk Xander dan mencondongkan tubuhnya,apalagi pepaya gantungnya tepat di depan wajah Xander.
"Tuann" panggilnya dengan nada mendessah dibuat-buat, seperti embek yang tercekik lehernya.
Xander tidak tertarik sama sekali,jika pria diluaran sana di suguhkan pemandangan seperti itu pasti sudah blingsatan ingin menerkam Clara.
"Tuan Aku seksih kan ? Apa tuan tidak tergoda ?" Ucap Clara tak tahu malu.
Xander diam tapi dalam hati ia mengumpati wanita uget-uget itu. Pedang saktinya saja muak tidak bereaksi sama sekali. Hanya dengan Jeje istrinya,pedangnya bisa berdiri tegak.
"Tuan Arghhh" Clara memekik saat lehernya di cekik Xander,karena dengan berani si uget-uget itu mengelus rahang kokohnya,tubuh berharganya hanya untuk Jeje seorang,istri tercintanya.
"Kau pikir aku akan tergoda dengan tubuh murahan mu itu ?" Sentak Xander dengan nada dingin dan tatapan yang mematikan.
"Menjijikan ! Murahan ! Jallang !" Maki Xander semakin menekan tangannya kedalam leher Clara.
"Uhuk Tu tuan Le passs hah" Wajah Clara memerah dan air matanya mengalir deras,saat merasakan lehernya sakit karena cekikan itu dan juga udara di paru-paru semakin menipis.
__ADS_1
Sesak ! Itu yang di rasakan Clara.
"Kalian salah jika ingin bermain-main dengan ku !" Xander tersenyum iblis.
Clara semakin meronta ketika cekikan tangan itu semakin membelit lehernya. Bahkan wajahnya kini sudah berubah membiru.
Bruk
Xander melepaskan tangannya dan seketika itu Clara jatuh ke lantai marmer, Wanita itu terbatuk-batuk dan meraup udara sebanyak-banyaknya.
Xander mengambil Hand sanitizer dan menyemprotkan ke telapak tangannya berulang kali. Ia merasa jijik karena telah menyentuh kulit Wanita murahan itu.
"Mulai sekarang perusahaan ayahmu akan aku ambil alih ! Kau salah jika menggodaku ! Pergi dari sini dan sampaikan kepada ayahmu yang tidak tahu malu itu ! " sentak Xander,dengan nafas yang memburu.
"Tuan,maaf maafkan saya" Clara mengiba di kaki Xander.
"Keluar dari sini atau kau akan ku seret dan ku lempar tubuh menjijikan mu itu ke bawah sana !" Ancam Xander tidak main-main.
Clara bergidik ngeri jika hal itu benar terjadi,di lempar dari lantai 15 ke bawah sana,bisa-bisa tubuhnya hancur tak berbentuk.
Clara memilih pergi dari sana sambil mengumpati ayahnya.
Sial ! Semua ini gara-gara ayah ! Dimana tua bangka itu. Batin Clara kesa**l sambil memegangi lehernya yang terasa sangat sakit.
"Dimana Devan ?" Kesal Xander,karena menghubungi Devan berulang kali tidak diangkat.
Ceklek
"Ada apa Bos ?" Tanya Devan saat memasuki ruangan Xander. Devan melihat jika bos nya itu tidak dalam keadaan yang baik. Ternyata Devan sudah selesai dengan metting nya.
"Are You Okay?" Tanya Devan lagi.
"Ambil alih perusahaan ayah Clara ! Dan juga buang mereka jauh-jauh dari negara ini ! pastikan juga mereka tidak bisa kembali ke negara ini". Titah Xander penuh ketegasan.
"Apa yang terjadi ? Apa mereka membuat masalah lagi ?" Tanya Devan.
"Kerjakan perintahku ! Jangan banyak tanya !" Sentak Xander,menatap tajam Devan.
"Oke,Daddy mertua !" Lalu pergi dan segera mengerjakan tugas dari bos sekaligus calon mertuanya itu.
"Devan !!!" Sentak Xander,tapi sayangnya pria itu sudah pergi dari ruangannya.
__ADS_1
Tok tok tok
Ceklek
Pintu ruangannya terbuka dari luar.
"Apa kau tuli ! Dasar sialan !" maki Xander tanpa melihat siapa yang datang.
Ah,Jeje aku merindukanmu. Batin Xander. bisa-bisanya hot daddy itu,masih memikirkan istrinya saat keadaan seperti itu.
"Maaf" Suara wanita yang terdengar sangat lembut,suara itu sangat di kenalinya dan sangat di rindukannya.
"Sayang ?" Xander mendongakkan wajahnya,ternyata benar istrinya datang ke kantornya.
Xander dengan cepat menghapiri istrinya dan menarik tangan istrinya masih berdiri di ambang pintu.
"Sorry,aku tadi tidak melihat siapa yang datang" ucap Xander,lalu memeluk tubuh Jeje dan membenam kan wajahnya di ceruk leher istrinya.
Jeje mengusap punggung kokoh yang berbalut jas berwarna abu itu dengan lembut.
"Sepertinya aku datang tidak tepat waktu" Jeje tersenyum dalam dekapan suaminya,lalu mengurai pelukan itu.
Jeje tahu jika suaminya tengah menghadapi masalah.
"Tidak sama sekali,kenapa tidak menghubungi ku jika akan kesini ?" Tanya Xander dangan nada lembut,kekesalan nya tadi menguap entah kemana saat melihat istri cantiknya.
Xander menuntun Jeje menuju Sofa yang ada disana. Ketika Jeje akan duduk di sampingnya dengan cepat ia menarik Jeje hingga jatuh kepangkuannya.
"Dan apa ini ? Kau memakai dress terbuka seperti ini ? Pasti pria diluaran sana menatapmu lapar !" Rasa kesalnya kembali lagi,saat melihat penampilan istrinya sangat cantik apa lagi dengan pakaian terbuka seperti itu.
"Pasti Oma kan yang mengajarimu ?" Tebak Xander,dan Jeje mengangguk sambil tersenyum manis dan menatap wajah suaminya yang terlihat kesal.
"Jangan tersenyum seperti itu" Kesal Xander,menatap istrinya yang sangat cantik itu.
"Memang kenapa ?" Tanya Jeje sambil,mengusap dada bidang milik suaminya itu.
"Karena aku tidak tahan untuk mencicipinya" Ucap Xander lalu menyambar bibir berwarna pink itu.
"Emmphh emphhh".
Tegang dikit boleh ya ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1
Tenang aja enggak ada pelakor kok 😄
Jangan lupa hadiahnya,kalo enggak dikasih awas aja ya !