
"Bagaimana apakah kau di sruduk sama Xander" Tanya Oma Airin antusias saat melihat Jeje pulang kerumah bersama Xander.
"Mom !!" Kesal Xander.
"Husss ! Mommy bicara sama Jeje ! " Oma Airin menarik tangan Jeje menuju ruang tengah dan di ikuti Xander dan Raya.
"Pasti berhasil kan ? Lihat bajumu saja sudah ganti hi hi hii. Tak sabarnya pengen punya cucu" Ucap Oma Airin membuat Jeje meringis.
"Mom ! Aku dan Jeje menikah baru 1 minggu yang lalu !" Protes Xander. Ia tidak ingin istrinya tertekan.
"Ih sok protes ! Padahal kau suka kan dengan proses pencetakan anak kalian" Cibir Oma Airin, membuat Xander menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Karena yang di katakan ibunya memang benar.
"Memangnya buat anak itu harus di cetak dulu ya Oma ? " tanya Raya dengan polosnya.
"Iya lah. Dan hanya mami dan Daddy mu saja yang bisa membuatnya" Ucap Oma Airin.
"Jadi kalau Raya dan Om Devan bisa juga dong membuatnya." Ucap Raya keceplosan.
"Raya !!!". Teriak ketiga orang itu.
"Bicara lagi Oma sumpal mulut mu pakai sandal ini" Oma Airin sudah memegang sandal yang ia pakai.
"Astaga,putriku kenapa gesrek begini sih ?" Gumam Xander,memijit pelipisnya.
"Raya yang boleh membuat anak itu hanya untuk orang yang sudah menikah" Ucap Jeje menjelaskan .
__ADS_1
"Owh jadi kalau belum menikah bisa mencicilnya lebih dulu dong ya, he he he" Ucap Raya,tak belfilter.
"Astaga Raya !!!!" Teriak ketiga orang itu bersamaan.
"Bercanda ih, he he he".
"Jangan bilang kalau kamu sudah membuat cicilan ?" Tanya Oma penuh selidik.
"He he hee,enggak kok Oma. Cuma baru ini aja" Raya menyatukan tangannya,memberi tahu jika dirinya dan Om Devan hanya sebatas ciuman.
"Lihat kan ! Kelakuan putrimu persis seperti dirimu" Omel Oma Airin pada putranya.
Loh,kenapa dirinya yang disalahkan ? Bukan kah sifat putrinya sama persis dengan sifat ibunya.
Xander menggelengkan kepalanya,ia kesal dengan ibu dan juga anaknya.
"Dad" Tegur Jeje.
Sedangkan Raya membungkam mulut nya yang tak belfilter.
"Jangan Sok pengen matahin leher orang ! Anggap aja ini karma karena kau main sosor Jeje ketika kalian belum menikah" Ucap Oma Airin membuat Xander bungkam.
Apa iya ini adalah karma ? Batin Xander bertanya-tanya.
"Raya dan Devan sudah tunangan,tinggal menentukan tanggal pernikahannya saja,Jadi jangan di permasalahkan" Ucap Oma Airin.
__ADS_1
"Dan untuk Raya jangan di ulangi lagi ! Dan beri tahu Devan untuk datang kesini besok" Dan Raya menganggukan kepalanya.
Akhirnya aku akan menikah dan akan merasakan hal yang enak-enak. Batin Raya bersorak.
Dasar Raya gesrek.π
"Ngapain senyum-senyum" Tanya Jeje,kepada anak tirinya.
"He he he sebentar lagi gw akan ngerasain yang enak-enak kayak lo Je" Ucap Raya,keceplosan.
"Raya !!!" Teriak Oma dan Xander bersamaan
Tuing
Jeje menonyor kepala Raya kebelakang.
"Dasar mesum !" Kesal Jeje,menggelengkan kepalanya.
"Ih,mami ! Sakit tahu !" Raya mengusap kepalanya.
"Lagian kau itu anak perawan mana boleh berfikiran seperti itu !" Kesal Jeje,tak habis pikir dengan putri sambungnya itu.
Ya tuhan,kenapa otak cucu ku bisa kurang seons sih ?. Batin Oma Airin,berdecak kesal sambil menatap Raya.
Dikit dulu ya
__ADS_1
Insya allah ntar malam nambah lagiπ
Jangan lupa hadiahnya,biar othor makin semangat dan cepet sembuhπππΉππππ