My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Titisan Xander Clark


__ADS_3

Raya mendengus kesal saat melihat Devan terus sibuk dengan laptop dan kertas-kertas yang ada dihadapannya.


"Ngapain juga tadi nyuruh kesini kalau cuma jadi patung" Gerutu Raya,karena ia sudah duduk disana selama satu jam lebih tapi Devan hanya menyapanya sebentar lalu sibuk dengan pekerjaannya lagi.


Devan tersenyum tipis saat mendengar Raya terus saja menggerutu.


"Enggak usah senyam-senyum !" Protes Raya dengan kesal.


"He he he,kan aku tadi bilang aku butuh nutrisi dan semangat,ya itu kamu !" Jawab Devan.


"Ya nggak gini juga kali ! Masa iya cewek cantik dan seksoy kayak aku dianggurin !" Raya mencebikan bibirnya dengan kesal.


"Lalu kamu maunya apa ?" Tanya Devan,tapi pandangannya masih fokus ke layar laptopnya.


"Di kiss kek atau di peluk gitu !" Jawab Raya dengan kesal.


Devan tidak menanggapi,ia terfokus pada angka-angka yang tertera di layar laptopnya.


"Dasar menyebalkan !" Raya berdiri dari duduknya dan berniat keluar dari ruangan itu.


"Hei ! Mau kemana ?" Devan beranjak dan mencekal tangan Raya.


"Mau ngemall terus cari cowok ganteng disana" Ucap Raya dengan kesal.


"Enak saja ! Duduk dan awas saja jika kau berani keluar dari ruangan ini" Ancam Devan dan membuat Raya melotot.


"Hihh !" Raya menghentakan kakinya kesal,lalu duduk kembali di sofa yang ada di sana dan di susul Devan yang duduk di sampingnya.


"Menengertilah sayang,aku benar-benar sangat sibuk karena aku harus menghandle semua pekerjaan Daddy mu" Ucap Devan,menggenggam tangan Raya.


"Benarkah ?" Devan mengangguk lalu mengelus rambut Raya dengan sayang.


"Demi keharmonisan ayah mertua dan ibu mertua,aku rela berkorban" Ucap Devan sambil tersenyum menatap Raya.


"Uh,manisnya. Aku jadi makin cinta sama Om" Raya lalu menghambur kepelukan Devan.


"Jadi boleh dong dikasih vitamin dulu biar makin semangat ?" Devan menaik turunkan alisnya.


Cup


Tanpa di suruh,Raya langsung menyambar bibir Devan dan mellumatnya lembut,Devan dengan senang hati membalasnya dan mengangkat tubuh Raya dipangkuannya.


Kini posisi Raya duduk seperti koala dan kedua kakinya mengapit pinggang Devan.


"Ughh,Om" Racau Raya,saat ciuman itu turun kelehernya.


Tangan Devan mengambil remot control untuk mengunci pintu ruangannya. Dengan cepat ia membuka resleting dress Raya yang ada di depan.


Keduanya sama-sama terbakar gairah tapi mereka masih tahu batasannya.


Raya meremat rambut Devan dan semakin menenggelamkan wajah pria itu di dadanya.


Devan menghentikan aksinya,lalu ia merapikan dress Raya yang sudah terbuka dan juga menurunkan penutup kembar yang tersingkap keatas.

__ADS_1


"Huh,aku harus menenangkannya" Ucap Devan,sambil memejamkan matanya.


"Aku mengerti" Jawab Raya,lalu turun dari pangkuan Devan.


Devan berjalan kearah kamar mandi.


Lagi-lagi solo karir. Batin Devan kesal.


Setelah setengah jam Devan baru keluar dari kamar mandi.


"Sudah selesai ?" Tanya Raya terdengar mengolok.


"Ck" Devan hanya berdecak kesal menanggapinya,membuat Raya tertawa renyah.


"Pesankan makanan Sayang,perutku sangat lapar" Ucap Devan,sambil mengerjakan laporan yang ada di hadapannya.


"Hem ? Apa bersolo karir sangat menguras tenagamu ?" Raya menyipitkan matanya.


"Iya !" Jawab Devan asal. Membuat Raya tertawa puas.


"Kau benar-benar titisan Xander Clark" Umpat Devan dan membuat Raya semakin tertawa terbahak.


"Ha ha ha ha,baik aku pesankan makanan sekarang" Raya menghentikan tawanya saat melihat Devan melotot horor.


Raya mengambil ponselnya lalu memesan berbagai makanan cepat saji melalui aplikasi goBek.


Tak berselang lama makanan yang sudah di pesannya sudah sampai di antar oleh seorang OB yang disuruh Raya mengambil pesanannya di lobby kantor.


"Ini banyak sekali ? Yakin habis ?" Tanya Devan saat melihat berbagai macam makanan diatas meja.


"Jika itu aku percaya" Jawab Devan. Ini lah yang sangat disukai Devan,Raya tidak pernah jaim saat makan dengannya,walaupun gadis itu dari keluarga terpandang,penampilannya selalu elegant,tapi sifat Raya sederhana dan apa adanya.


Keduanya mulai memakan makananya,dan benar saja jika Raya menghabiskan semua makanan itu hingga habis tak tersisa,Devan sampai menggelengka kepalanya.


"Apa ada bisa yang aku bantu ?" Tanya Raya saat melihat Devan mulai duduk di kursi kerjanya.


Devan menatap Raya sambil mengerutkan keningnya.


"Hei ! Jangan menatap ku seperti itu. Apa kau lupa jika aku kuliah di falkutas Bisnis ?" Ucap Raya.


"Yakin bisa ?" Masih tidak yakin.


"Kau meremehkan otak cerdas calon istrimu yang cantik dan super seksoy ini ?" Kesal Raya,lalu mengambil salah satu berkas di meja Devan dan mulai membacanya setelah sedikit paham barulah ia mengerjakannya.


"Nah,koreksi lagi. Apakah sudah benar ?" Tanya Raya sambil menyerahkan berkas itu.


Devan melihatnya dengan teliti dan sesekali menganggukkan kepalanya.


"Wah ! Aku tidak menyangka jika Calon istriku sangat pandai" Puji Devan.


"Sudah aku bilang jika aku ini titisan dari Xander Clark sang super duper cerdas itu" Jawab Raya sambil menepuk dadanya bangga.


"Dan juga mesum ! Jangan lupakan itu" Ucap Devan,membuat Raya mencebikan bibirnya kesal.

__ADS_1


"Ya ! kau juga sangat suka kan ? kan ?"


"Tentu saja aku suka apa lagi dirimu sangat cantik dan juga waooww" Devan menggerakkan tangannya seperti membentuk bulatan.


"Dasar mesum !!!!" Umpat Raya bersemu merah,sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


Devan tertawa terbahak lalu menyerahkan setumpuk berkas di depan Raya yang duduk bersebrangan dengannya.


"Kau mau menyiksa ku ?"


"Demi keharmonisan rumah tangga Daddy dan mommy" Ucap Devan tersenyum usil.


"Huh,baiklah" Raya menghembuskan nafasnya pelan lalu mulai mengerjakan pekerjaan nya.


"Demi Daddy dan mami Jeje".


Keduanya mulai mengerjakan pekerjaanya dengan saling bekerja sama,mereka terlihat sangat kompaj dan akur.


"Aku lelah sekali" Keluh Raya sambil merenggangkan otot-ototnya yang kaku karena sudah duduk 2 jam.


"Sayang,apa setiap hari kau seperti ini ?" Tanya Raya pada Devan.


"Tentu saja sayang" Jawab Devan tersenyum.


"Aku tidak menyangka jika pekerjaan seperti ini sangat melelahkan dan juga membosankan" Ucap Raya,karena ia pikir hanya duduk sambil memeriksa berkas adalah pekerjaan yang sangat enak dan mudah.


"Kau harus terbiasa,karena kau kan pewaris dari Holitron grub" Ucap Devan.


"Tidak mau,kan masih ada adik-adikku ! lagian sebentar lagi aku akan menikah dan menjadi ibu rumah tangga".


"Tapi adik-adikmu saja belum lahir" Ucap Devan.


"Tapi,aku hanya ingin menjadi ibu rumah tangga,mengurus suami dan anak-anak ku kelak,pasti sangat menyenangkan. Bagaimana apa kau setuju ?" Tanya Raya.


Hati Devan menghangat saat mendengar ucap Raya.


"Tentu saja boleh,sayang" Ucap Devan lalu bangkit dari duduknya kemudian memeluk Raya dengan erat.


Tumben Raya ngomongnya benar😁😁


Ayo keluarkan vote,hadiah dan like nya


Othor mau curhat sedikit nih. Tadi sore Aplikasi NT ku error dan tidak bisa di buka sama sekali sampe malam. Dengan terpaksa aku hapus data di pengaturan karena sebelumnya aku udah melakukan berbagai cara tapi tidak berhasil dan akhirnya bisa dibuka lagi tapi yang bikin mood aku anjlok adalah tulisan aku yang belum sempat aku Up baik Di my sexii old man,perawan tua meet brondong tajir atau pun di Cinta tulus sang Cassanova semua hilang 😭😭


aku bingung harus bagaimana,soalnya aku tidak punya copyannya karena aku lebih suka nulis diaplikasinya langsung.


Mood aku benar-benar hancur tapi setelah aku pikir dan melihat komentar-komentar kalian yang selalu memberi dukungan dan semangat untukku, disitu aku mulai ngetik lagi dari awal.


Kalian semangatnya Emak,peluk dan rangkul aku πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Terimakasih buat kalian semua yang selalu dukung Emak dan Emak ucapakan banyak-banyak terimakasih tanpa terkecuali untuk kalian semua.


Semoga kalian selalu diberi kesehatan,panjang umur dan rejeki yang berlimpah.

__ADS_1


Dan dukung selalu karya Emak ya gays,lope lope sekebun singkong untuk kalian semua πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2