
"Dasar lelaki tidak peka. Nyebelin ! Sia-sia membuang uang 300 juta yang seperti upil buatnya !" Gerutu Jeje kesal,sambil memakai baju dinas nya.
"Ih,ngapai juga gw pakai baju saringan tahu ini !" kesal Jeje,lalu melepas baju itu dan mengganti dengan piyama lengan panjangnya. Untung saja ada beberapa baju tidur yang masih terlihat normal.
Jeje keluar dari ruang ganti dengan wajah yang sangat masam.
"Sayang,kok kamu pakai baju itu ?" Tanya Xander,tapi Jeje hanya menatapnya sekilas tanpa menjawab nya,lalu duduk didepan meja rias.
"Sayang,aku keringkan ya rambut mu."
"Tidak perlu ! Nanti kamu kebauan !" Ketus Jeje.
"Ayolah sayang ! Maafin aku ya,tadi aku cuma bercanda kok" masih berusaha merayu.
Demi diri mu,aku rela menjatuhkan harga diri ku. Keluh Xander dalam hati.
Tapi Jeje tidak memperdulikan suaminya yang terus merengek,ia melanjutkan aktifitasnya memakai Skincare dan juga lotion.
"Huffffzz" Xander membuang nafasnya kasar.
"Eh,kamu mau kemana ?" Xander heran saat istrinya ingin keluar dari markas tempur.
"Tentu saja tidur tapi sama Mom !".
Brak
Jeje menutup pintu markas tempur dengan cepat dan berlari kekamar Oma Airin.
Istrinya benar-benar sangat marah,bagaimana ini ?
Ayo berpikir !
Gunakan otak cerdasmu itu untuk meluluhkan hati istrimu !
Astaga ! Kenapa hanya karena aku mengatakannya 'Bau' bisa sampai semarah itu sih ?!
Xander mengacak rambutnya Frustasi,dugaannya benar jika pedangnya malam ini dan kedepannya terancam karatan.
Didalam kamar Oma Airin,Jeje menceritakan keluhannya kepada Mertuanya.
Oma Airin mengangguk-anggukan kepalanya berulang kali saat mendengarkan ocehan menantunya.
"Mom,dengar aku enggak sih ?". Jeje sambil menggoyangkan bahu Oma.
"Sorry,Oma sangat mengantuk,he he he. Coba ulangi" Ucap Oma Airin,dengan sabar Jeje menjelaskannya dari awal masalahnya.
"Jadi kamu dikatai bau setelah melakukan perawatan itu ?" Jeje mengangguk.
"Hati aku sakit Oma,karena aku merasa tidak di hargai sama sekali" Ucap Jeje sedih.
"Anak kurang garam !" Maki Oma. "Beraninya dia mengatai menantuku yang kecantikannya ngalahin kecantikan Syahroni itu " Kesal Oma Airin.
__ADS_1
"Kamu diam disini ! Ayo tidur !" Ucap Oma Airin dan diangguki Jeje.
Sedangkan diluar kamar Oma Airin,Xander berteriak sambil menggedor pintu kamar ibunya berulang kali,tapi tidak ada respon dari penghuni kamar tersebut.
"Daddy !!!! Berisik !!" dengan muka bantal Raya keluar kamarnya sambil memeluk boneka bebek kesayangannya.
"Aduh Ray ! Gimana ini? Mami kamu marah sama Daddy dan sekarang mami kamu enggak mau tidur sama Daddy" Adu Xander pada putrinya.
"Memangnya Mami marah kenapa ? Pasti Daddy menyinggung perasaan Mami ya ?" Tanya Raya penuh selidik.
"Daddy bilang kalau mami kamu bau" Ungkap Xander.
"Pantas saja Mami marah ! Daddy tahu ? Mami perawatan tubuhnya sampai menghabiskan biaya 300 juta !" Raya ikut kesal dengan Daddynya. "Itu semua buat Daddy dan menyenangkan Daddy tapi dengan teganya Daddy mengatakan kalau mami Bau !" Ucap Raya semakin kesal dengan ayah nya itu.
"Astaga ! Seperti itu kah ?" Tanya Xander dan Raya mengangguk.
"Lalu Daddy di depan kamar Oma mau apa ? Jangan bilang Daddy minta di puk-puk sama Oma karena Mami tidak mau tidur sama Daddy !" Mulai lagi mulut lemes nya.
"Raya !!!" Pekik Xander,kesal karena mendengar penuturan putrinya yang tidak masuk akal.
Memangnya aku anak bayi. Batin Xander kesal.
"Mami kamu tidur sama Oma,dan Daddy berusaha mengetuk pintu sialan ini, tapi mereka tidak kunjung membukanya" keluh Xander,menyenderkan tubuhnya dinding.
"Dad,mau suara Daddy habis atau mau sampai tangan Daddy patah juga enggak bakalan dibuka tuh pintu,karena Oma memasang peredam suara di kamarnya" Ucap Raya.
"Astaga !! Apaan sih Mommy !" Keluh Xander dan mendang pintu kamar itu.
"Oh iya ya !" Pekik Xander sambil menepuk jidatnya.
Raya hanya tersenyum miris melihat Daddy nya menjadi tidak waras karena mami nya.
"Oh Cinta kau membuat Daddy ku seperti orang gila". Ucap Raya sedikit keras.
"Raya !!! Daddy mendengarnya !" Teriak Xander ,yang sudah berjalan menuruni tangga.
Di dapur
Xander mengacak-acak seluruh laci yang ada di dapur untuk mencari kunci cadangan.
"Dimana sih ? Astaga kenapa aku menjadi bodoh begini sih ? Aku ini cerdas,berkuasa dan seorang pemimpin Holitron Grub,hanya karena seorang wanita aku menjadi seperti ini ! Tapi sialnya aku sangat mencintai wanita itu" Gerutu Xander,sambil terus mencari kunci itu.
Setelah setengah jam mencari dan membuat Dapur seperti kapal pecah,tapi Xander tidak menemukan yang di carinya.
Para pelayan sudah pada terlelap karena sudah tengah malam.
Xander menyugar rambutnya Frustasi,sambil berpikir.
"Pak Man !!" Xander baru teringat jika Pak Man lah yang memegang seluruh kunci di rumahnya.
"Bodohnya diriku !". Xander terus merutiki dirinya sambil berjalan menuju kamar Pak Man.
__ADS_1
Benar kata Raya,jika cinta telah membuat ku seperti orang gila.
Setelah mendapatkan kunci dari Pak Man,Xander bergegas menuju kamar Oma Airin dan membuka pintu itu perlahan.
Xander mengangkat tubuh Jeje dengan sangat pelan,karena istri nya sudah lelap dalam tidur nya.
"Huh,akhirnya pedang ku tidak jadi karatan ,ha ha ha ha" Xander tertawa pelan,saat sudah meletakan Jeje diatas tempat tidur di markas tempur.
Pria itu segera melepas seluruh pakaiannya dan juga pakaian istrinya,lalu segera menindih tubuh ramping itu dan melancarkan aksinya.
Jeje melenguh dalam tidurnya.
"Eumm Dadd" Lenguh Jeje,ia berpikir jika dirinya tengah bermimpi.
Bahkan saat Xander akan memasukan pedang pamungkasnya Jeje masih terlihat terlelap.
"Ahh,Daddy" Racau Jeje,saat merasakan sesuatu melesak kedalam intinya.
"Dalam mimpi pun,kamu menyebut nama ku ? Aku semakin mencintai mu" Xander berpacu perlahan,agar istrinya tidak terbangun.
Jeje mengernyit heran saat rasa itu semakin nyata.
Tidak ! Ini bukan mimpi ! Ini nyata dan rasanya eumm. Batin Jeje.
Perlahan Jeje membuka kedua matanya,dan betapa terkejutnya dia saat melihat suaminya tengah menyuβ’su seperti bayi kehausan.
"Daddy apa yang kau,Emmmppp" Bibir Jeje segera di bungkam oleh ciuman maut suaminya dan Xander samakin menghentakan pinggulnya dengam cepat.
Ingin Protes tapi Jeje bisa apa ? Jika sudah di beri kenikmatan seperti itu. Kini dirinya hanya bisa pasrah dan juga menikmatinya.
"Ah,Daddy".
"Yeahh ,Honey. Kamu wangi dan sangat-sangat sempit" Racau Xander,kemudian ******* bibir mungil istrinya.
"Eughhh,aku aahhhhh" Jeje mengejan saat ia sampai pelepasan pertamanya.
"Ah ,Honey. Habiskan uangku untuk perawatan tubuh mu,aku sangat menyukai nya" Ucap Xander,di sela mengasah pedangnya.
"Tentu ahh tentu aku akan melakukannya ahh Dadd".
"Argghhh Sayang" Keduanya memekik saat mencapai puncak bersama.
"I Love U."
"I Love U,Dad," Lalu keduanya saling memanggut dan berperang lidah.
Rasa kesal dan kecewa di hati Jeje luntur begitu saja dan tergantikan rasa puas dan nikmat yang ia rasa kan saat ini.
Jeje bisa apa ?
Dan Othor cuma bisa gigit jari,sambil merasa ser-ser an ππππ
__ADS_1
Jangan lupa hadiahnya dan likenya yaπππΉπΉπΉ