
"Oma! Mom!" Ucap Devan dan Xander bersamaan. Membuat Ansel terkejut dan menangis.
"Ansel,maafkan daddy ya." Ucap Xander, sambil menepuk-nepuk punggung Ansel.
"Ini semua gara-gara Mom." Kesal Xander, lalu beranjak dari duduknya dan menuju kamar Four J.
Devan menahan tawanya ketika Oma Airin disalahkan oleh Xander.
"Jangan tertawa Devan!"
"Aku mana berani menertawakan Oma." Jawab Devan sambil mempoutkan bibirnya.
"Ya!" Seru Oma Airin kepada Devan.
"Ppffttttt, ha ha ha haaaa." Devan malah tertawa terbahak, membuat Oma Airin mengernyitkan keningnya.
"Oma,lihatlah penampilanmu. Pantas saja Ansel langsung menangis itu karena terkena sawan,ha ha ha haaaa." Devan tertawa sampai memegangi perutnya yang terasa sangat kaku.
"Ih! Ini itu fesyen dasar norak sekali kau ini." Oma Airin,bergaya seolah seperti model papan tripelek.di depan Devan dan hal itu membuat Devan semakin tergelak.
Ya,tuhan. Lama-lama kau bisa gila. Batin Devan, tertawa.
Xander berjalan menuju ruang tengah lagi, setelah memberikan Ansel kepada Istrinya.
"Astaga Mom." Xander mengusap keningnya,lalu mendudukan diri di samping Devan.
"Dev, apa kau menyesal telah masuk kedalam rumah ini?" Tanya Xander.
__ADS_1
"Tidak,Dad. Hanya saja... Pfftttt ha ha haaa." Devan tidak dapat melanjutkan ucapannya karena ia masih tak dapat menahan tawanya.
"Aku tahu, kau harus memperkuat mentalmu agar tidak ikut gesrek seperti ibuku." Ceplos Xander.
"Mom mendengarnya Xander!" Seru Oma Airin.
"Benarkah ? Baguslah kalau begitu." Jawab Xander,lalu menatap penampilan ibunya dari atas hingga kebawah, setelah itu Xander pun ikut tertawa terbahak.
"Ha ha ha ha haaa." Tawa Xander.
"Ada yang salah?" Tanya Oma Airin,sambil mengangkat sebelah tangannya.
Bagaimana mereka tidak tertawa terpingkal ? Jika mereka melihat Ibunya memakai Dress berwarna Navy dengan banyak motif tapi motif Tikus yang lebih mendominasi dan jangan lupakan juga kupluk berwarna hitam yang melekat di kepala Oma Airin.
Bukan tikus tapi Mickey Mouse !
"Tidak ada yang salah hanya saja, Mom terlihat seperti bayi tua. Ha ha ha haaa." Xander tertawa kembali dan di ikuti Oleh Devan.
"Oma akan menyuruh Raya tidur bersama ku malam ini dan kau Xander." Oma Airin menunjuk putranya lalu berkata. "Mom,tidak akan memberika edukasi lagi kepada istrimu." Kesal Oma Airin kepada Anak dan menantunya.
Sontak saja ucapan Oma Airin membuat Kedua pria tersebut langsung menghentikan tawanya.
"Oma yang baik dan tidak sombong." Rayu Devan.
"Cih!" Oma Airin berdecih, sambil memalingkan wajahnya.
"Mom,kau kan sangat bijak dan pandai dalam segala hal." Giliran Xander yang merayu ibunya.
__ADS_1
"Ternyata kelemah kalian ini terletak kepada istri kalian ya." Cibir Oma Airin.
"Iya kami memang suami takut istri, apalagi jika tidak di peluk istri saat malam hari. Rasanya tuh dunia ini mau runtuh" Ucap Devan mendramatisir.
"Heh,kau ini berlebihan sekali." Bisik Xander, Sambil menyenggol kaki menantunya.
"Diamlah Dad,biar aman kita. He he he." Balas Devan, sambil berbisik juga.
Xander hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju.
"Baik-baik. Karena hari ini aku sedang baik hati dan tidak sombong. Aku meminta satu permintaan dari kalian." Ucap Oma Airin, sambil menatap kedua pria tersebut.
Devan dan Xander saling pandang.
Perasaanku jadi tidak enak. Batin Devan.
Jangan meminta hal yang aneh. Mom. Batin Xander.
"Bagaimana?" Tanya Oma Airin.
"A apa permintaan Mom?" Tanya Xander dengan hati-hati.
"Buatkan tas super mewah dari kulit Katak!" Ucap Oma Airin, tersenyum penuh kemenangan.
"HAHHHHHHHHH?!"
Ha ha ha haaaa,Bau jigong😆
__ADS_1
Bonus visual Oma