My Sexy Old Man

My Sexy Old Man
Bakso mercon 1


__ADS_3

"Sayang tunggu!" Devan memanggil istrinya yang sudah memasuki lift.


"Ah sial!!" Seru Devan, ketika lift yang di naiki istrinya sudah menutup.


Kemudian Devan menggunakan lift lainnya untuk mengejar sang istri yang tengah merajuk.


"Hah hah hah." Nafas Devan tersengal ketika sampai di lobby dan ia sudah berhasil mencekal tangan Raya.


"Sayang,dengarkan aku dulu." Ucap Devan.


"Malas." Raya melepaskan cekalan tangan Devan, lalu beranjak dari sana. Tapi baru satu langkah berjalan, dirinya di peluk Devan dari belakang.


"Hei, my sweety? Jangan ngambek lagi, oke!" Bisik Devan.


Beruntung di lobby tersebut sepi, jadi tidak ada yang melihat kebucinan seorang Devan.


"Lepaskan dulu, aku mual." Raya meronta dan Devan pun melepaskan pelukannya, kemudian Devan mengambil permen rasa stobery dari kantong celananya, lalu membuka dan memasukan permen tersebut kedalam mulutnya.


Lama-lama aku bisa sakit gigi. Batin Devan ketika permen tersebut sudah di dalam mulutnya.


"Sekarang apa yang kau inginkan?" Tanya Devan, sambil mengelus perut Raya.


"Aku hanya ingin mencari parfum aroma strobery." Ucap Raya dengan manjah dan memeluk tangan kekar suaminya.


Tadi marah sekarang manja. Oh ya ampun. Menghadapi Mood ibu hamil benar-benar menguras ke sabaranku. Gerutu Devan dalam hati.


"Oke, ayo kita cari." Devan menggandeng tangan istrinya menuju parkiran.


"Tapi, sebelum itu aku ingin makan bakso mercon." Pinta Raya dengan manja sambil mengedipkan matanya berulangkali.

__ADS_1


"Boleh ya?" Tanya Raya.


"No!!" Jawab Devan dengan tegas.


"Tapi, ini keinginan dede gondrong." Rengek Raya.


"Sayang!!"


"Oh! Ya sudah kalau tidak mau!" Mulai mode singa lagi.


Astaga!!! Rasanya kepalaku ingin pecah! Teriak Devan dalam hati.


"Baiklah baik." Devan akhirnya mengalah.


Inhale... Exhale. Batin Devan, sambil mengirup nafas lalu menghembuskannya perlahan.


"Ahh... Terimakasih, Papi." Raya memeluk Devan dengan erat.


Dan disinilah mereka sekarang,di bawah tenda biru di tepi jalan.


Ya! Raya mengajak Devan untuk memakan Bakso mercon di pedagang kaki lima.


"Sayang, kau yakin akan makan disini?" Devan agak ragu.


"Yakin dong. Disini baksonya terkenal enaknya." Jawab Raya, lalu mendudukan di kursi panjang yang berbahan kayu itu.


"Tapiβ€”"


"Jangan ragu sayang, disini tempatnya bersih walaupun di tepi jalan. Selain rasanya enak, kita bisa membantu perekonomian mereka dengan membeli bakso di sini. Anggap saja kita sedang berbagi rejeki." Ucapan Raya membuat hati Devan tersentuh.

__ADS_1


"Istirku ternyata sangat bijaksana. Aku jadi semakin mencintaimu." Ucap Devan ,ikut mendudukan diri di samping Raya.


Inilah yang membuat Devan sangat mencintai Raya.


Kalau lagi bener, bijaksana banget. Coba kalau gesreknya kumat. Hadehhhh. Devan mencibir istrinya dalam hati.


Raya memesan dua mangkok bakso super jumbo dan es teh manis.


Sungguh pasangan yang klop sejak jaman dulu-dulu, Makan bakso memang pasangannya Es teh manis. Aduhai seger sekali.πŸ˜†


Tidak berselang lama Pesanan mereka sudah datang, dan Raya pun segera memberikan racikan saos,kecap dan sambal mercon kedalam mangkok baksonya.


Sedangkan Devan hanya memberi kecap manis saja. Karena dirinya tidak suka makan pedas.


"Sayang, sedikit saja sambalnya nanti perut kalian sakit." Devan memperingati istrinya.


"Tenang saja. Sayang." Ucap Raya, lalu menyeruput kuah baksonya.


"Huahh, pedas." Raya segera meminum Es teh yang ada di hadapannya hingga tandas.


"Sudah aku bilangkan!" Kesal Devan, lalu memesankan Es teh manis lagi untuk Raya.


"Sayang, boleh tukaran baksonya?" Pinta Raya dengan penuh harap.


Glek


Penderitaanmu akan di mulai lagi Om. πŸ˜†


Tambahin Vote dan hadiahnya! Dan likenya jangan ketinggalan!

__ADS_1


__ADS_2